
"Kenapa memejamkan mata seperti itu, aku hanya ingin lewat ke kamar mandi"
Haaah
Naomi langsung membuka mata nya saat mendengar apa yang di katakan oleh Henry suaminya.
"HENRY JONATHAN"
Teriak Naomi yang merasa di permainkan oleh suaminya itu, sementara Henry dia tersenyum puas karena telah berhasil menjahili istrinya.
"Awas kamu, aku akan membalas mu nanti" ucap nya berapi-api dia sungguh malu dan sangat malu karena dia sempat berpikir kalau suaminya itu akan mengajak nya kembali mendaki puncak tertingginya mereka.
Dengan cepat dia memakai dress cantik yang ada di atas ranjang, dia tidak ingin suaminya itu berubah pikiran lalu kembali menyeret nya ke atas ranjang.
Pintu di buka nyaris tanpa suara, Henry yang niat nya ingin mengejutkan Naomi malah dia yang di buat terkejut melihat penampilan istrinya yang terlihat begitu cantik.
Kenapa baru sekarang dia menyadari kalau Naomi istrinya itu cantik bahkan sangat cantik menurut, kemana saja dia selama ini kenapa tidak bisa melihat keindahan yang ada di depan mata nya.
Aaah
Dia baru menyadari nya saat ini, sadar bahwa wanita dia depan nya itu adalah wanita yang sempurna yang di ciptakan oleh semesta hanya untuk nya.
Naomi yang di perhatikan seperti itu menjadi salah tingkah, dia pun menyelipkan rambutnya kebelakang telinga.
"Cantik"
Naomi semakin salah tingkah di buat oleh suaminya yang kini menarik nya dalam pelukan nya.
"Maafkan aku" ucap nya dengan tulus di telinga Naomi.
"Aku memaafkan mu"
Tidak hanya sampai di situ Henry mengecup lehernya, membuat nya langsung menyadari bahaya yang akan menghampiri nya itu.
Naomi mendorong dada bidang suaminya itu, dia tidak mau lagi melakukan itu saat ini badan nya terasa pegal akibat pertempuran mereka tadi.
Henry yang mendapat penolakan pun, melepaskan pelukannya lalu mencium keningnya.
"Tidak akan lagi, ayo temani aku bekerja maka nanti aku akan dengan senang hati memanjakan mu"
Naomi melengos mendengar apa yang di katakan oleh Henry, dia keluar dari kamar pribadi suaminya itu, bahkan dia sama sekali tidak menghiraukan panggilan suami nya.
Merasa di abaikan dia langsung menyusul istrinya yang sedang berdiri di samping sofa ruang kerja nya.
Tiba-tiba,
Grep
Aaahhh.
"Kamu kenapa menantu ku, kamu baik-baik saja kan"
Naomi menatap tajam pada suami nya yang mengganggunya saat sedang berbicara dengan ibu mertuanya.
"Aku baik-baik saja ma, tadi itu ada serangga kecil yang mengganggu" jawab Naomi yang melirik ke suami nya itu.
"Kalau serangga nya nakal pukul saja"
"Ide yang bagus ma nanti akan aku praktek kan lalu membawa nya pulang"
"Baiklah kalau begitu kamu temani saja suami mu itu, kalau dia macam-macam kasih tau, mama yang akan menghukum nya langsung"
"Terimakasih ma"
"Aku sudah seperti anak tiri saja, sebenarnya yang anak mama sama papa itu aku atau Naomi"
"Makanya darah mu berbeda dengan papa mu" lengkap sudah sindiran yang di lakukan oleh Mama Melly yang terkenal sangat tegas itu.
"Aku akan memotong uang bulanan mama, karena mengatakan aku bukan anak mu"
"Suami ku kaya aku bisa membeli apapun yang aku mau"
Henry langsung melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kursi nya, dia harus segera menyelesaikan pekerjaan nya, dia masih ingin kembali menikmati sajian makanan rumahan yang selama ini sering dia abaikan.
Sementara Naomi juga langsung menutup panggilan nya, dia menghampiri suaminya yang terlihat sedang serius, jika di perhatikan secara seksama, Naomi merasa jika suaminya itu terlihat lebih mempesona saat tengah serius dengan pekerjaan nya.
Tunggu,
Ada lagi yang yang membuat suaminya itu terlihat lebih tampan dari yang sedang dia lihat saat itu, yaitu saat suaminya itu berada di atas nya berbagi keringat yang bercampur menjadi satu di sertai lenguhan panjang bersamaan dengan tercapai nya puncak tertinggi mereka.
"Kamu akan mendapatkan nya lagi nanti, sekarang biarkan suami mu ini bekerja dulu"
"Pikiran mu tidak pernah jauh dari pendakian"
"Dan kamu juga menyukai nya"
"Tidak akan ada habisnya jika membahas tentang itu dengan mu, berikan berkas yah ingin aku bantu"
"Kamu yakin bisa?" tanya Henry yang sedikit ragu.
"Jangan banyak bicara atau aku akan menutup jalan kesenangan mu itu"
Henry mengangkat kedua tangan nya tanda dia menyerah dengan ancaman itu, dia sebenarnya heran kenapa mereka semua suka sekali mengancam nya.
Kini mereka sama-sama mengerjakan tumpukan dokumen itu satu per satu, sampai sebagian dari karyawan nya itu meninggalkan kantor, mereka masih di sana dengan wajah lesu.
Bahkan bulan sudah menggantikan tugas matahari untuk menemani bumi menjalankan tugas nya.
Mereka sama-sama larut dalam pekerjaan yang sedikit lagi akan selesai.
Namun rupanya semesta tidak merestui mereka, saat perhatian mereka tertuju pada dering ponsel dari ponsel milik Naomi.
"Hallo" jawab Naomi saat panggilan itu sudah terhubung, dan apa yang dia khawatir benar-benar terjadi, kedua putranya itu tidak mau tidur saat papa nya itu belum pulang, setidak nya sebelum mereka melihat Papa nya itu ada di rumah mereka tidak akan memejamkan matanya.
Entah Naomi harus bahagia atau justru kesal pada suaminya itu yang selalu menjadi rebutan kedua anak nya, dia pun menutup panggilan itu, letak ponsel nya dengan kesal.
Apa yang di lakukan oleh nya itu menarik perhatian suami yang kini mengerutkan dahi nya heran pada istri nya itu, apa dia hamil jadi emosi nya naik turun seperti itu.
"Kamu kenapa, tidak sedang hamil kan?" tanya Henry yang langsung mendapat pukulan di tangan nya.
"Kenapa memukul ku"
"Kamu menyebalkan, aku yang mengandung anak itu tapi kenapa malah Papa nya yang hanya menitipkan benih nya saja yang mereka rindu kan"
Henry yang mendengar kekesalan istrinya itu hanya bisa tersenyum saja, dia juga heran sebenarnya pada kedua putranya yang tidak bisa tidur jika dia belum pulang.
Atau mungkin kedua anak nya itu tengah menjaga nya agar tidak lagi salah jalan atau bahkan lupa jalan pulang, maka dari itu mereka selalu mengingat nya untuk kembali pada mereka buah cintanya.
"Ya sudah ayo kita pulang, tinggal sedikit lagi besok pagi aku akan menyelesaikan nya"
"Baiklah ayo, aku juga sudah mengantuk"
Henry mengenakan kembali jas yang tadi tersampir di kursi kerja nya, lalu menghampiri istrinya yang sudah menunggu nya.
Mereka berjalan keluar dari sana menuju basecamp mobil yang terparkir di sana, mereka pergi tanpa membangunkan pengawal pribadi Naomi yang tengah tertidur saat menunggu majikan nya.
Henry yang merasa istri nya itu melambat cara berjalan nya pun langsung mengangkat nya dalam satu tarikan ke dalam gendongan nya.
"Aaaahhh, apa yang kamu lakukan turun kan aku"
"Diam lah, kamu sudah mengantuk jadi tidur lah"