Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Hari baru



Mama Melly keluar dari sana tanpa memberikan jawaban yang di inginkan oleh putrinya itu.


Sementara papa San hanya menatap sendu pada putri nya yang mengingatkan nya pada saat masa sulit mereka berdua lalui dulu.


"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya papa San sambil menutup pintu kamar putra nya itu.


"Akuu"


"Maafkan papa yang dulu tidak pernah ada waktu sekedar bermain dengan kalian, papa sibuk membangun apa yang kalian nikmati saat ini"


"Papa terlalu sibuk dengan pekerjaan papa hingga melewatkan banyak waktu bersama kalian, bahkan papa pergi di saat kalian belum bangun dan pulang saat kalian sudah kembali tidur"


"Jadi tidak banyak kenangan kalian bersama papa, tapi papa bahagia melihat kalian tumbuh dengan baik dan menjadi orang sukses saat ini"


"Jessica juga minta maaf sama papa yang selama ini tidak menuruti perintah papa"


"Yang penting kamu bahagia dan sehat itu saja sudah bisa membuat papa merasa berhasil menjadi orang tua"


Jesicca langsung memeluk papa nya yang entah mengapa suasananya menjadi hati seperti ini, dia yang tadi nya ingin mencair suasana malah terhanyut suasana bersama papa nya.


"Tidurlah, ini sudah malam kasihan suami mu"


"Papa juga cepat tidur, jaga kesehatan papa aku sayang Papa"


"Iya sekarang pergi tidur, jangan lupa gosok gigi dan pakai cream malam mu"


"iiihhh, aku bukan anak kecil yang harus di ingat gosok gigi"


"Kamu tetap baby girl nya Papa"


"Paaaaa"


"Iya papa tidak akan menggoda mu lagi, sekarang tidur lah"


"Selamat malam pa"


...****************...


Naomi bangun di pagi hari dengan kesunyian yang dia rasakan, dia yang biasa nya akan di sibukkan dengan kegiatan mengurus rumah besar itu kini dia hanya duduk seorang diri di dapur minimalis nya.


Tidak ada sapaan atau pertanyaan-pertanyaan yang biasa dia dengar saat baru saja keluar dari ruangan pribadinya, juga setiap pagi biasa nya dia akan menatap wajah pria yang masih mengarungi mimpi nya.


Tapi sekali lagi kesakitan itu kembali hadir saat mendengar bahwa suaminya itu memiliki anak dari wanita yang selama ini menjadi selingkuhan nya.


Wajah kedua putranya juga terus menari di pelupuk mata nya, mereka seakan terus bermain di sana menciptakan rasa rindu yang menggebu dalam jiwa nya.


Tapi perpisahan adalah jalan dari semua yang ada, dia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan rasa sakit yang setiap hari dia dapatkan dari suaminya itu.


Bukan dia tidak mau memberikan kesempatan pada suami nya itu tapi setiap kali nya dia memberikan kesempatan, setiap kali itu juga dia di khianati dan di campakkan begitu saja oleh Henry.


Dia kini bukan hanya lelah raga tapi jiwa nya juga sudah tidak lagi bisa menahan lagi rasa yang menggerus pertahanan hati nya.


Naomi bangkit dari tempat nya, dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia harus menata kembali kehidupan nya yang semua sia-sia akibat dari apa yang di lakukan suaminya itu.


Sebuah pernikahan yang pada awalnya sudah tahu akan seperti apa hasil akhirnya.


Naomi yang sudah bersiap itu kini berdiri di depan pintu rumah nya, menunggu taksi yang dia pesan.


Lama dia berdiri di sana sampai dia melihat sebuah mobil yang di hafal betul siapa pemiliknya, dia pun secara sembunyi-sembunyi mendekati mobil tersebut.


Alhasil orang yang ada di sana kebingungan mencari kemana perginya Naomi.


Tok


Tok


Kaca mobil langsung di buka saat mendengar suara ketukan dari luar.


"Apa yang kalian lakukan di sini?"


"Saya hanya menjalankan perintah dari Tuan besar, Nyonya" Naomi yang mendengar itu memutar bola mata nya saat para pengawal mantan papa mertua nya eeehh tunggu bukan mantan tapi calon mantan mertua, itu masih saja mengikuti nya.


"Aku bukan Nyonya muda kalian lagi, jadi pergilah ke tempat calon Nyonya kalian yang baru"


"Perintah dari Tuan besar kami harus menjaga Nyonya apa pun yang terjadi nanti nya"


"Iya Nyonya, bagi kamu Nyonya muda tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun"


"Pulang lah, tidak perlu mengawal ku, aku tidak punya uang untuk membayar jasa kalian"


"Kami masih berada di dalam naungan Tuan besar Nyonya jadi anda jangan masalah gaji"


Tin


Tin.


Mereka menoleh pada sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah Naomi.


Zayn tanpa berkata apa langsung menghampiri nya sopir itu lalu membayar nya, setelah itu dia meminta driver itu agar pergi dari sana.


"Kenapa malah menyuruh nya pergi"


"Anda pergi bersama saya Nyonya"


"Tidak aku tidak mau, aku mau hidup normal seperti wanita pada umum nya"


"Tolong kerja sama Nyonya, jika anda tidak menurut kamu semua akan di pecat oleh Tuan besar"


Naomi menarik nafas marah nya, saat papa mertua nya itu masih saja membatasi ruang gerak nya.


"Sudah lah cepat antar aku ke suatu tempat" kata Naomi yang kehabisan akal untuk meladeni Zayn yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia katakan.


"Baik Nyonya"


Mereka pun pergi dari sana menuju tempat yang telah di sebutkan oleh Naomi.


Lain dengan apa yang di lakukan oleh Naomi kini Henry terbangun karena suara tangisan dari kedua putra nya yang mencari mama nya.


Ya setiap pagi mereka akan di bangun kan oleh mamanya lalu mendapat kan kecupan manis di seluruh wajah nya, membantu mereka menggosok gigi kemudian memandikan mereka berdua.


Pagi hari adalah jadwal rutin Naomi mengurus kedua putra nya, setelah urusan di dapur selesai dia akan bermain sebentar dengan mereka, karena tugas nya yang kadang membuat nya pulang cukup larut dan tidak bisa menemani putra nya bermain di waktu malam.


Dan malam adalah jadwal kedua putranya itu bersama dengan papa nya.


"Kenapa menangis Boy"


"Mama"


"Mama"


"Mama mu ada di bawa, ayo kita mandi bersama"


"No papa, Mama, mama"


Henry pun menggendong putra nya ku sedang menangis karena merindukan mamanya, apa yang harus dia lakukan saat ini, meminta Naomi untuk pulang dia tidak punya keberanian sebesar itu, apa lagi Papa nya menentang keras keinginan nya untuk kembali bersama istri yang selama ini dia rasakan.


Jika Semesta berbaik hati memberikan nya kesempatan untuk memiliki Naomi kembali dia tidak akan melakukan kesalahan nya lagi, selama beberapa bulan ini dia sudah berusaha menjadi suami yang baik untuk istri nya itu.


Tapi badai itu kembali datang menghantam saat Erika datang membawa kabar yang mungkin sangat membahagiakan untuk nya dulu sebelum dia jatuh kedalam pesona istri yang selama ini dia abaikan.


Dia terlambat menyadari cinta nya, dia juga terlambat menghentikan perkembangan janin yang dia sebar di rahim selingkuhan.


'Maafkan aku istriku maafkan aku'