
Mobil melaju pelan meninggalkan pantai dan juga dua orang yang sedang bersitegang itu, mereka tidak menyadari kalau yang mereka ributkan tidak lagi ada di sana.
Sampai beberapa saat, mereka menyadari kalau Naomi tidak ada di sana, Henry yang tengah kebingungan itu pun di datang di salah satu pengawal nya, dan memberi tahukan kalau istrinya itu sudah pergi menggunakan mobil yang di kendarai oleh Zayn.
Henry mengeram kesal saat tahu, istrinya itu tidak lagi ada di sana, tanpa membuang waktu lagi dia naik ke dalam mobil milik nya dan melaju kencang meninggal pantai.
Di dalam mobil nya dia pun menghubungi Zayn, dia menanyakan di mana keberadaan mereka, yang ternyata sedang menuju ke rumah orang tua Naomi.
Rayden yang melihat Henry meninggalkan pantai pun langsung menyusul nya, meski dia tidak tahu kemana arah tujuan Henry, dia tetap mengikuti nya.
Henry yang melihat itu pun menaikkan kecepatan nya, mengejar mobil yang di kendarai istrinya, terjadi kejar-kejaran di jalanan menuju rumah Naomi, untung saja jalanan tidak terlalu ramai jadi mereka tidak menganggu pengguna jalan lain.
Mobil yang di tumpangi naomi telah sampai di rumah orangtuanya, dia pun turun dari sana bersama dengan Siska yang setia mengantar nya.
"Terima kasih sudah mengantar ku pulang" ucap Naomi saat mereka berada di teras rumah nya.
"Jangan berlebihan, kita ini sahabat jadi tidak ada salah nya kita saling tolong menolong bukan?"
Naomi mengangguk, dia membawa Siska masuk ke dalam rumah nya, mereka duduk di sofa yang ada di sana, sambil membicarakan apa saja yang terjadi, tentunya menurut ingatan Naomi.
Henry sampai lebih dulu dari Rayden yang sengaja di tahan oleh pengawal Henry, Henry masuk kedalam rumah mertua nya itu begitu saja, yang langsung mendapat sindiran sinis dari istri nya.
"Apa anda tidak punya sopan santu Tuan, bertamu ke rumah orang tanpa permisi" ucap Naomi tanpa menatap sedikit pada Henry yang sudah duduk di sofa.
Papa Frank yang mengetahui putri nya itu sudah sampai di rumah pun dia turun dari lantai dua, menghampiri putri nya.
"Kenapa Naomi?" tanya papa Frank saat melihat wajah tak bersahabat putri nya.
"Papa coba lihat, ada seseorang yang sejak nya saja langsung masuk ke dalam rumah kita" adu nya pada sang Papa.
Mendengar itu papa Frank menatap menantu nya itu yang duduk di sofa berhadapan dengan putri nya, Papa Frank pun tidak menjawab dia diam, seolah tidak ada yang salah dia sana, dan itu membuat Naomi kesal.
"Papa kenapa diam saja, siapa dia?"
"Dia suamimu"
"Pa, sudah berapa kali aku katakan kalau aku ini belum menikah" ujar nya marah sambil memegangi kepalanya.
"Aaaauuu, sakit"
"Sayang kamu tidak apa?" panik Henry yang langsung mendekati istrinya.
"Lepaskan, lancang sekali kamu menyentuhku" marah naomi yang langsung mengambil tissue basah yang ada di meja untuk menghapus bekas tangan Henry yang ada di tangan nya.
Henry yang melihat itu, melotot kan mata tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh istrinya, sebegitu kotor nya kah dia hingga istri nya itu membersihkan bekas tangan nya di tubuh nya.
"Sekotor itu kah aku untuk mu, sampai-sampai kamu membersihkan tangan mu" ucap Henry yang di sertai senyum getir di bibir nya.
Sedang naomi yang mendengar itu sama sekali tidak peduli, dia malah beranjak dari duduk nya, dia ingin membersihkan dirinya yang merasa tidak nyaman itu.
"Bella" panggil Rayden yang berdiri di depan pintu.
"Kenapa buru-buru sekali?" tanya Rayden yang mendekat ke arah nya, tapi Naomi malah berjalan mundur, seakan dia tidak ingin di dekati
"Jangan mendekat kak, aku kotor, aku akan mandi terlebih dahulu, baru nanti aku akan menemui mu lagi"
Rayden yang tidak tahu apa pun itu mengangguk, sebelum dia melanjutkan perkataannya.
"Mandi dan istirahat lah, tidak udah turun lagi, aku kemari hanya ingin memastikan kalau kamu sampai di rumah dengan selamat"
"Tapi kak"
"No tapi, ini sudah malam istirahat lah, besok aku akan datang kesini, aku akan membawa mu jalan-jalan" ucap Rayden bahkan dengan berani nya dia mengelus pipi Naomi di depan suami nya sendiri.
Sedangkan Naomi dia tersipu mendapatkan perlakuan seperti itu, dia tersenyum malu-malu di sana, tanpa dia tahu sejak tadi ada seseorang yang menahan cemburu nya di sana.
Henry sudah merah padam di sana, dia yang ingin mendekat pun, urung, saat ponsel milik nya berbunyi dan itu panggilan dari pengasuh kedua anak nya.
"Hallo"
"Ya aku akan pulang"
Henry yang tadi nya ingin memberi pelajaran pada Rayden pun, langsung berpamitan pada mertuanya di sana, tak lupa dia juga meninggalkan pesan pada istri nya yang masih ada di sana.
"Pa, aku harus pulang, kedua putraku menangis mencari ku, karena mereka tidak akan tidur jika aku tidak ada di rumah" pamitnya pada mertua nya.
Papa Frank mengangguk, karena dia tahu kebiasaan tidur kedua cucu nya itu yang mengharuskan Papa nya yang menidurkan mereka.
Henry pun mendekati istrinya, yang mundur dari tempat nya dan itu Henry semakin kesal.
"Aku tidak akan mendekati mu lagi, aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan pulang, kedua putra kita sedang mencari ku, kamu ingat kalau setiap malam mereka akan menangis mencari ku, baru mereka akan tidur saat aku ada di samping nya, dan itu selalu membuat mu kesal pada ku"
"Mungkin saat ini kamu tidak mengingat kami, tapi aku yakin kamu akan kembali mengingat kamu semua, dan jangan juga bahwa pagi hari mereka selalu mencari mama nya"
"Mereka akan merindukan mandi bersama mama nya dan juga bubur nasi merah buatan mama nya yang membuat mereka selalu berebut dengan Delysa yang juga selalu mencari perhatian dari Anthy nya"
"Itu saja yang ingin aku katakan, aku pamit, maaf jika kehadiran ku membuat mu tidak nyaman"
"Aku pulang, jaga dirimu baik-baik"
Henry pun berjalan menuju pintu yang tak jauh dari tempat nya berdiri saat ini, tapi sebelum dia benar-benar pergi, dia berhenti di pesan pintu, dia berucap tanpa membalikkan tubuhnya.
"Aku mencintaimu istriku, maafkan aku yang selalu mengecewakan mu"
"I love you, sayang"
Setelah mengatakan itu Henry menghilang dari pandangan Naomi yang kini mematung di tempatnya, seakan ada kilasan yang memenuhi isi kepala nya yang membuat kepala nya berdenyut hebat.
"Papa, sakit"
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
selamat tahun baru akak semua, jangan lupa mampir juga di novel teman ku judul nya "Bukan manusia"