
Pandangan Papa San kini teralihkan pada sosok menantu nya yang kini duduk memangku cucu nya, Nicholas.
Dia menatap lekat wajah menantu nya itu, mencari setitik harapan yang bisa dia gunakan untuk menjerat wanita itu agar tetap berada dalam keluarga nya, wanita yang memenuhi standar calon pendamping putra sulung nya, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Tapi dia tidak mendapatkan itu semua, yang dia lihat hanya raut kecewa yang terlihat di sana, dia menghembuskan nafas frustasi nya saat harapan nya saat ini benar-benar sia-sia untuk mempertahankan hubungan anak dan menantunya.
Papa San pun mengkode Ferry yang berdiri tidak jauh dari tempat nya berdiri, dia mendekati Tuan besar nya itu lalu memberikan berkas yang sudah dia terima satu bulan yang lalu.
"Tanda tangani ini, dan semua akan berakhir" ucap nya pada Henry sambil menaruh dengan kasar berkas tersebut di atas meja.
"Apa ini?" tanya Henry yang kesulitan meraih nya karena Nathan yang berada di pangkuan nya, melihat kakaknya kesulitan, Daniel pun membantu nya mengambil berkas tersebut dan memberikan nya pada Henry.
Kini berkas tersebut sudah berada di tangan Henry yang mengerutkan keningnya saat melihat logo yang ada di map tersebut, dia menoleh pada Naomi yang sama sekali tidak melihat ke arah nya.
Brak...
"Aku tidak mau"
Ucap Henry tanpa membuka map tersebut.
Entah kenapa hati nya terasa sakit saat tahu istrinya itu mengajukan gugatan cerai, dia tidak ingin berpisah dengan istri nya, dia akan melakukan apapun, asal istri nya itu memberikan nya kesempatan kedua, dia akan menunjukan betapa berharganya dia untuk nya saat ini.
"Kamu jangan egois Henry, kamu tidak bisa memaksa orang untuk tetap bersama mu, saat dia tidak menginginkan nya lagi" ucap Mama Melly memberikan pengertian pasa putra nya.
"Apa aku pernah menolak nya, saat aku juga tidak menginginkan nya, apa aku pernah pergi dari sisi nya meski aku tidak mencintai nya?"
"Lalu saat ini saat aku menginginkannya, saat aku mencintainya dia ingin pergi begitu saja, setelah semua yang terjadi"
"Lalu, lalu buat apa dia ada di sini, jika dia hanya menambah luka, untuk apa dia hadir jika pergi, untuk apa?"
"Dan kalian semua menganggap ku egois, tidak sadarkan kalian kalau kalian lah yang egois di sini, kalian meminta nya untuk membuat ku jatuh cinta, dengan apa yang dia miliki, lalu saat aku tidak ingin kehilangan nya, kalian justru memintanya untuk pergi"
"Apa, apa yang sebenarnya kalian inginkan, apa kalian semua ingin aku hancur, iya?"
"Diam kamu Henry, jangan melimpahkan kesalahan mu pada orang lain, ini semau jelas salah mu, jika kau tidak bermain apa maka kamu tidak akan pernah terbakar" hardik Papa San yang marah mendengar ucapan putra nya.
"Apa papa bisa semudah itu jatuh cinta pada orang lain yang sama sekali tidak papa kenal, apa papa bisa mencintai orang yang baru datang sedangkan sudah ada seseorang yang sejak lama bertahta di hati, terlepas apa pun itu, apa Papa bisa?" ucap nya marah pada Papa San.
"Bisa saja, kau saja yang selama ini buta"
"Baik kalau begitu, sekarang juga nikahkan Daniel dengan Siska, apa dia bisa secepat itu jatuh cinta atau tidak"
"Jangan bicara omong kosong, pernikahan bukan sebuah permainan bodoh" teriak papa San di sana, saat melihat ke tiga putra nya itu di bawah ke atas oleh ke tiga baby sitter nya masing-masing.
"Kenapa tidak bisa, kalian bisa melakukan itu pada ku, tapi kenapa tidak bisa pada Daniel"
"Sudah aku duga, kalian tidak akan mau melakukan itu semua, karena aku cukup tahu kalau kalian memang lebih menyayangi nya" ucap Henry sambil menyahut berkas yang tadi dia lempar itu, tanpa aba-aba dia langsung menandatangani surat perceraian tersebut.
Tanpa mengatakan apa pun, Henry keluar dari rumah, setelah menanggalkan semua yang di dapatkan dari papa nya, sementara Jessica yang melihat itu pun mengejar kakak nya yang berjalan keluar dari rumah nya.
"Kak, kakak tunggu kak"
"Kak" teriak Jessica yang terus berlari mengejar kakak nya yang bersiap masuk ke dalam sebuah taksi yang melintas.
Jessica yang memakai high heels pun terjatuh saat dia terburu buru, dia tidak melihat ada lobang yang ada di sana.
"Aaauuuhhh, Kak berhenti"
Henry yang melihat adik nya terjatuh pun berniat membantu nya, namun urung saat dia melihat adik ipar dan juga adik kandungnya sendiri itu mengejar mereka, dia pun masuk ke dalam taksi dan taksi itu melaju kencang meninggalkan perumahan mewah tersebut.
"Kaaaakkkk" teriak Jessica saat melihat kakak nya itu masuk ke dalam taksi itu, tanpa memperdulikan nya sama sekali.
"My queen, kamu tidak apa?" tanya Morgan dengan paniknya, sedangkan Daniel dia mencoba mengejar kakak nya, yang sudah tidak terlihat lagi, dia pun kembali menghampiri kakak perempuan yang sudah berada dalam gendongan suami nya.
Mereka bertiga kembali ke rumah besar itu, tanpa berhasil membawa kakak nya, Morgan mendudukkan istri nya, di sana lalu memijit kedua tangan nya yang keseleo akibat menahan beban tubuh nya yang terjatuh tadi.
Jessica tidak berhenti menangis di sana, dia tidak ingin di tinggalkan oleh kakak nya, biar bagaimanapun dia sangat menyayangi kakak nya itu, kakak yang tidak pernah marah dan selalu menuruti apapun keinginan nya, meski dia sudah bersuami.
Mendengar putrinya yang menangis Papa San dan Mama Melly pun mendatangi begitu juga dengan Naomi di sana.
"Apa yang terjadi Jessica, kenapa tangan mu berdarah?" panik mama Melly yang langsung meneriaki pelayan yang ada di sana untuk membersihkan nya obat dan juga air yang sudah di campur cairan antiseptik.
"Kemana kakak mu?" tanya Papa San meski dia tahu kemana perginya putra sulung nya.
"Aku tidak tahu, kenapa Papa egois sekali, kita tidak pernah tahu apa yang di rasakan kakak ku, tapi kenapa kalian selalu menjadi seperti apa yang papa ingin kan, bahkan menikah saja dia tidak bisa memilih dengan siapa dia menikah" marah Jessica pada Papa nya dia kecewa dengan apa yang selama ini di lakukan papa nya itu, dia merasa kalau kakak nya itu di jadikan boneka mainan untuk keperluan bisnis nya.
"Kenapa diam, kenapa kalian diam semua, apa yang aku katakan benar kan, kalian semua egois"
"My king, bawa aku juga keluar dari sini"
"Jaga batasan mu Jessica"
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan lupa mampir ke karya teman ku juga ya