Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Hari pertama



Henry membawa Naomi pergi ke salah satu restoran yang berada tidak jauh dari kantor nya, sifat bossy nya di keluarkan saat Naomi ingin menolak keinginan nya.


Sementara Naomi yang membutuhkan pekerjaan pun tidak bisa menolak keinginan atasan nya, apa lagi saat ancaman yang di berikan Henry membuat nyali nya menciut, dia berpikir sudah bersusah payah mencari pekerjaan di sana sini tapi tidak ada satu pun yang membalas surat lamaran.


Sebenarnya dia cukup heran, perusahaan-perusahaan kecil selalu menolak nya, tapi perusahaan raksasa seperti the Alesandro group itu malah menerima nya,bukan kah itu sesuatu yang perlu dia banggakan.


Ya Naomi memang berbangga hati karena di terima di perusahaan ini, tanpa dia tahu bahwa semua hanya akal-akalan suaminya yang ingin menjerat nya kembali, pelan-pelan dia akan menarik kembali istri nya itu dalam jeratan nya.


Naomi tampak malu-malu saat makan berdua dengan atasan nya tersebut, apa lagi mereka hanya makan berdua di private room dengan hidangan yang tak kalah mewah dan juga mahal, Henry yang menyadari itu pun tersenyum saat melihat wajah istri nya.


"Makan lah, aku memesankan ini untuk mu" ucap Henry yang menaruh udang yang telah dia kupas itu di piring istrinya.


"Kenapa anda melakukan ini semua Tuan, saya tidak ingin ada yang salah paham nanti nya"


"Jangan pikirkan apapun, sekarang makan atau aku akan memecat mu dan kamu tidak punya lagi pekerjaan"


Mendengar ancaman itu Naomi langsung masuk satu spaghetti bolognese yang ada di piringnya, tak lupa juga dia menggigit kecil udang yang sudah terbebas dari cangkang nya itu.


"Bagaimana enak?"


"Ini enak sekali Tuan"


"Makan lah, nanti aku akan mengajak mu makan siang lagi di sini, jika aku sedang tidak sibuk"


"Janji"


"Iya, tapi kamu harus jadi anak baik, maka aku akan mengajakmu makan di sini setiap aku ada waktu"


Naomi pun mengangguk, dia merasa sangat senang saat mendengar akan kembali makan di sini, tanpa dia sadari bahwa laki-laki yang ada di depan nya itu tengah merasa dada nya tercubit saat mendengar permintaan istrinya itu.


Sesederhana itu kah keinginan istrinya yang selama istrinya sehat tidak pernah dia lakukan, dia malah asyik memanjakan wanita yang sama sekali tidak menghargai pengorbanannya.


"Tuan, kenapa anda tidak makan juga"


"Makan lah, aku akan makan setelah kamu selesai nanti" ucap nya.


Naomi yang mendengar itu pun menaruh sendok nya, dia bertopang dagu di sana, memperhatikan Henry sampai dia salah tingkah di sana.


Dia mengalihkan perhatian nya, agar tidak menatap istrinya itu, tidak sampai di situ Naomi mengikuti kemana arah pandang Henry di sana, sampai Henry menyerah dia pun memasukan makanan ke dalam mulut saat dia tidak tahu lagi harus bagaimana menghindari sifat iseng istrinya itu.


Melihat bos nya itu makan, Naomi pun melakukan hal yang sama dengan nya, kini mereka tengah sama-sama menikmati makanan yang ada di atas meja tersebut.


Setelah selesai Henry, tidak kembali ke kantor tapi dia membawa istri nya itu pergi ke salah satu pusat perbelanjaan, dia ingin membelikan apa pun yang dia inginkan oleh istri nya.


Tapi bukan Naomi nama nya jika tidak berdebat terlebih dahulu dengan suami nya itu, apa lagi menurut Naomi harga di sana sangat mahal, tentu tidak cukup dengan gaji yang di terima nya setiap bulan nanti nya.


"Untuk apa anda membawa saya ke sini, saya tidak ingin di anggap yang tidak-tidak oleh karyawan Tuan yang lain, apa lagi saya anak baru, pasti mereka akan membicarakan sesuatu yang tidak saya lakukan"


"Sebenarnya apa tujuan anda, apa anda ingin saya di cal sebagai wanita murahan yang mengobral diri pada atasan nya supaya di terima bekerja di perusahaan anda Tuan" kata Naomi menumpahkan kekesalan nya.


Henry yang mendengar itu hanya bisa memejamkan mata nya, bagaimana mungkin orang akan beranggapan seperti itu, kalau dia sendiri lah istri dari pria yang dia anggap atasan nya itu.


Dia pun membawa Naomi kembali ke kantor, dan meminta Pedro yang sedang menggantikannya rapat itu untuk menjelaskan tugas-tugas yang harus Naomi kerjakan, tentunya semua itu sudah mendapatkan izin dari ke dua atasan nya itu.


Pedro pun langsung keluar dari ruang meeting tersebut yang kini di ganti oleh Henry yang memimpin rapat kali ini, Naomi di giring Pedro keluar dari sana menuju ruangan suami nya yang sudah dia sulap agar Nyonya muda nya itu tetap dalam pengawasan Tuan muda nya.


Ceklek,


Dua orang yang ada di sana pun terkejut saat mendengar pintu di buka, dan seorang pria tampan masuk ke dalam sana.


"Kak, apa akuuu------" ucap Daniel yang masuk begitu saja tanpa melihat siapa yang ada di ruangan kerja kakak nya.


"Kakak ipar ada di sini, kemana suami mu? tanya Daniel yang mencoba akrab dengan istri kakak nya itu.


"Kamu siapa?" tanya Naomi yang heran saat orang yang baru masuk itu memanggil nya dengan sebutan kakak ipar.


Sedangkan Pedro yang melihat itu, mendekati adik dari tuannya itu, dia membisikkan sesuatu yang membuat Daniel mengangguk.


"Kenal kan aku Daniel Jason Keith dari atasan mu" ucap Daniel menyodorkan tangan nya yang di sambut gerakan kaku oleh Naomi, tapi sebelum itu terjadi Henry menerobos masuk kedalam, lalu menarik tangan istrinya itu.


Daniel yang melihat itu hanya bisa mencebik kesal dengan sikap posesif kakak nya itu, jangan lupakan tatapan tajam dari kakak nya itu membuat nyali nya menciut meski dia adalah seorang anggota militer yang cukup di takuti banyak musuh nya.


Tapi tanpa mereka tahu bahwa orang yang mereka takuti itu, akan menunduk kepalanya hanya menatap tatapan tajam dari kakak sulung nya itu.


"Aku hanya ingin mengenal kakak ipar ku saja, jadi salah ku di mana?" tanya Daniel seakan dia tengah di aniaya oleh kakak nya itu.


"Pergi dari sini, aku tidak ingin membahas apa pun dengan mu"


"Tapi kak ini sangat penting"


"Bicarakan di rumah, sekarang keluar dari sini" usirnya pada dua orang itu.


"Di rumah kamu sibuk dengan kedua anak mu itu"


"Jangan membantah ku, cepat keluar atau kau tidak akan bisa berjalan lagi"


"Dasar menyebalkan" umpat nya lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut tak lupa dia juga menarik Pedro dari sana.


"Ayo kita keluar sebelum singa itu mengamuk"


Mendengar itu Naomi pun ikut keluar dari sana bersama kedua orang tersebut dsn itu membuat Henry kesal setengah mati pada adik nya itu.


"DANIEL JASON KEITH"


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Mampu ke karya teman ku juga 👇👇👇👇👇