Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Mandi bersama



Hari ini Nick sudah di perbolehkan, pulang dengan catatan dia tetap harus kontrol ke dokter satu bulan sekali, juga harus meminum obat yang di resep kan dokter.


Sejak malam itu Henry sama sekali tidak mau menatap ke arah istrinya bahkan saat Naomi mengajak nya berbicara pun dia hanya menjawab seperlunya, bahkan juga tidak menjawab pertanyaan istrinya.


Mereka sampai di rumah di sambut oleh keluarga inti mereka, di sana Nathan dan juga Nick mereka saling bergelayut di lengan kekar Papa mereka, sungguh jika Henry tidak memiliki wanita lain pasti mereka akan menjadi pasangan idaman semua orang.


Henry yang tampan dan juga mapan, dia juga sosok ayah yang baik untuk kedua putranya, tapi itu manusia mereka tidak akan ada yang sempurna, meski sudah memiliki istri yang cantik, tidak membuat henry berpaling pada nya.


"Cucu grandma sudah sembuh rupanya!" kata Mama Melly yang kini berada di depan mereka semua, dia yang rindu pada cucu nya itu mengambil nya dari gendongan papa nya.


Tapi hanya penolakan yang di dapatkan, cucu nya itu malah semakin erat memeluk papanya, begitu juga dengan Nathan yang juga tidak ingin turun dari gendongan papa nya.


"Boy turun lah papa kalian pasti lelah" ucap Naomi pada kedua anak nya.


"Tidak mau, aku masih mau Papa!"


"Tapi----"


"Sudahlah biarkan saja mereka bersama ku, nanti kalau aku sudah kembali ke kantor pasti hanya malam hari saja"


Tidak ada yang menjawab apa yang di katakan Henry karena itu benar ada nya, Henry membawa mereka duduk di salah satu sofa yang ada di sana.


pandangan nya teralihkan pada sosok cantik yang duduk di sofa berlumuran krim di wajah nya.


"Siapa dia Ma?"


"Aku tidak tahu siapa dia datang tiba-tiba makan makanan ku di meja!"


"Daddy, uncle jahat" Morgan hanya tersenyum saja saat mendengar putrinya yang mengadu saat di goda kakak ipar nya itu.


"Jangan ganggu putri ku, kalau kakak tidak ingin aku menganggu Nick sampai dia menangis"


Semua orang duduk di sana sekedar mengakrabkan diri dengan anggota keluarganya.


Meski hanya keluarga inti saja, karena saudara Papa San dan Mama Melly mereka juga orang yang cukup berpengaruh jadi tidak banyak waktu yang bisa mereka habis kan untuk sekedar berkumpul bersama.


Hanya saling berkabar lewat jejaring sosial masing-masing.


Makan malam telah siap, Naomi di bantu oleh Jessica menata makanan yang baru saja di olah oleh chef yang mereka pekerjaan di sana, Naomi hanya mengawasi dan membantu menyajikan nya saja.


Sudah bukan hal yang aneh lagi jika saat makan bersama seperti ini duo N tidak mau makan di suapi oleh baby sitter nya, maka Henry lah yang mengambil alih pekerjaan untuk menyuapi kedua anak nya itu.


Setelah makan malam selesai semua orang memilih kembali ke kamar nya masing-masing, mereka merasa lelah dengan segala aktivitas yang mereka lakukan.


Begitu juga dengan Naomi yang juga ingin segera beristirahat setelah satu Minggu lama nya dia tidak bisa tidur dengan nyaman, meski di ruang rawat putra nya itu di sediakan tempat tidur tambahan untuk nya tidur.


Tapi senyaman apa pun itu tetap saja tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, apa lagi setiap beberapa jam sekali pasti ada dokter yang masuk ke ruangan untuk melakukan pengecekkan pada Nick.


Namun dia kembali harus bersabar saat putra nya itu tidak mau di mandikan oleh baby sitter nya, bukan nya menurut Nathan justru berlarian ke sana kemari menghindari baby sitter nya.


Naomi masuk ke dalam sana sambil menekan hidung nya, dia lelah tapi lihat lah putra nya itu justru membuat ulah, mau tidak mau dia harus membantu memandikan nya.


"Maaf Nona, Tuan kecil tidak mau saya mandikan"


"Nathan mandi dulu, setelah itu kamu bisa bermain lagi"


"No Mama, aku tidak ingin mandi!"


Nathan terus saja berlarian di sana, Naomi sebenarnya heran tidak biasa nya putra nya itu bersikap demikian, Nathan yang selalu menurut dan tidak pernah membantah apa pun yang di perintahkan pada nya.


Tubuh lelah Naomi mungkin juga mempengaruhi emosi nya di secara tidak sengaja membentak Nathan.


"Nathan, mandi sekarang juga" ucap nya dengan suara yang meninggi.


Sedangkan Nathan yang pertama kali nya di bentak oleh Mama nya hanya terdiam, sambil menundukkan kepalanya.


Dia tidak menangis hanya diam di sana tanpa bergerak sedikitpun, Naomi yang menyadari nya langsung mendekat ke arah putra nya lalu memeluk nya.


"Ada apa ini"


"Papa"


"Kenapa Boy"


Nathan mendekat ke arah Henry yang berdiri di depan pintu, dia memeluk kedua kaki putra nya itu, melihat itu Henry langsung menggendong nya dan masuk ke dalam kamar putra nya itu.


"Kenapa membentaknya?" tanya Henry yang berdiri di samping istri nya tentu saja dengan tatapan tajam, jangan lupa kan Sura dingin yang yang bisa membuat kopi panas menjadi ice kopi saking dingin nya.


"Aku hanya menyuruh nya mandi tapi dia tidak mau malah berlarian ke sana kemari" adu nya pada suami nya.


"Benar itu Boy" Nathan tidak menjawab nya dia malah menyembunyikan wajah nya di leher Henry.


Henry yang melihat itu pun tahu kalau putranya itu tidak mau menuruti apa yang di katakan ibu nya, tapi ini sudah malam dan dia harus mandi dan segera tidur, karena besok pagi dia harus pergi sekolah.


"Mau mandi sama Papa?" tanya Henry sambil mengelus tubuh putra nya itu dan Nathan pun mengangguk kan kepala.


"Ayo kita mandi bersama, tolong siap kan baju untuk kami berdua" pinta Henry pada Naomi.


Dengan cepat Naomi menyiapkan pakaian ganti untuk dua pria nya itu, dia menyiapkan baju untuk Nathan terlebih dahulu,lalu dia mengambil baju tidur milik suaminya di dalam kamar mereka.


Sementara itu Henry juga meminta baby sitter nya itu untuk tidak perlu membantunya mengurus putra pertamanya dia akan melakukan we time dadakan bersama putranya itu.


Kini keduanya sudah masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa Henry juga mengunci pintunya dari dalam setelah menerima handuk yang di berikan oleh baby sitter nya itu.


Mereka berdua mandi bersama berada dalam satu bathtub saling menyabuni satu sama lain sampai Henry merasakan bahwa putranya itu sudah tidak sanggup lagi menahan kantuk nya.


Bahkan saat dia membilas tubuh putra nya itu dia sudah terlelap di sana, di panggul nya Nathan yang sudah terlelap sementara dia mengenakan handuk nya untuk menutupi area terlarang nya.


Ceklek


"Dia kenapa"