Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Terang-terangan



Jika di dalam sebuah apartemen mewah tengah terjadi pergulatan hebat yang seakan tidak ada hari esok untuk mengulang nya.


Justru berbanding terbalik dengan apa yang di alami oleh wanita yang merupakan istri dari pria yang sedang melakukan perbuatan terlarang bersama kekasih nya.


Dia saat ini tengah berada di salah satu yayasan pendidikan yang di khususkan bagi masyarakat yang kurang mampu, terik matahari hari tidak menghalanginya untuk tetap melakukan tugas untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di sekitar nya.


Pipi putih kini berubah kemerahan akibat sengatan matahari yang masih belum tegak lurus di atas kepala, masih sedikit mencondong ke sebelah timur.


Zayn yang melihat itu sebenarnya kasihan pada Nona muda nya itu, tapi itu sudah menjadi tugas nya sebagai menantu tertua di keluarga Keith.


Sebenarnya tidak perlu turun kelapangan seperti itu, dia hanya perlu datang dan masuk kedalam ruang kerja milik nya yang pasti nay berada di setiap tempat yang dia kunjungi.


Namun dia sendiri yang memiliki melihat langsung kondisi yang terjadi, di sana banyak anak-anak yang sedang melakukan berbagai kegiatan, senyum bahagia mereka memberikan kebahagiaan tersendiri untuk nya.


Apa lagi dia tidak selalu hadir ke satu tempat saja, dia harus membagi waktunya untuk mengunjungi banyak tempat yang sudah terjadwal persis seperti apa yang di lakukan oleh ibu mertuanya.


Dia hanya pergi tiga kali dalam satu minggu, sisa empat hati nya dia berada di rumah merawat kedua putranya.


Setelah puas berkeliling dia meminta pada pengawal pribadi nya untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran yang mereka lewati.


......................


Waktu berjalan begitu cepat terhitung sudah hampir enam bulan lama nya Henry dan Naomi pisah ranjang tanpa di ketahui oleh siapapun di sana.


Dan lagi sikap mereka tetap sama meskipun hubungan mereka bisa di katakan sudah di ujung tanduk, mereka masih tetap mengumbar kemesraan di hadapan seluruh anggota keluarga, bahkan di depan kedua anak nya pun mereka terlihat baik-baik saja.


Hubungan rumah tangga mereka tidak bisa di katakan harmonis lagi, apa lagi saat ini Henry sudah semakin terang-terangan mengumbar kata-kata manis nya saat berbicara melalui sambungan telepon.


Tidak lagi di kamar mandi tapi di kamar utama mereka saat dia sedang berganti baju atau bersiap pergi ke kantor.


Henry seakan menunjukkan pada Naomi siapa pemilik hati nya, siapa yang dia cintai oleh nya, sedangkan Naomi yang merasa bahwa Henry semakin berani menunjukkan perselingkuhan nya itu pun hanya diam.


Bukan tanpa alasan atas apa yang dia lakukan, dia berfikir bahwa apapun yang dia lakukan akan sia-sia di hadapan suaminya.


Seberapa besar pengorbanan dan kasih sayang nya tidak akan membuka hati suaminya yang masih di miliki oleh mantan kekasih nya.


Seperti pagi ini saat Naomi masih mempersiapkan sarapan pagi nya, tanpa berkata apa-apa Henry keluar rumah dengan terburu-buru entah apa yang terjadi, Naomi yang mengetahui itu pun segera menyusul suaminya itu tapi saat dia sampai di depan rumah, mobil yang di kendarai suami nya itu sudah melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah.


Dia yang panik segera pergi ke kamar nya mencari ponsel milik nya, dengan cepat dia menghubungi suaminya itu, tapi suaminya itu sama sekali tidak menghiraukan panggilan nya, ada sesuatu yang lebih penting dari sekedar menerima panggilan dari istri nya itu.


Henry turun di depan rumah seseorang dengan wajah panik, tanpa berkata apapun dia langsung masuk kedalam rumah bahkan saat pelayan menahan diri nya pun tidak dia hiraukan.


Dia melanjutkan langkahnya menuju salah satu kamar yang dia yakini bahwa orang yang dia cari ada di dalam sana.


Pintu terbuka dengan kasar, Henry langsung memeluk tubuh wanita yang sedang merintih kesakitan di atas ranjang tersebut.


"Kamu kenapa me Amore?" tanya Henry lirih tepat di telinga Erika, tidak akan ada apa pun di dunia ini selain Erika yang bisa memutar balikan dunia seorang calon pewaris tahta keluarga Keith.


"Katakan pada ku, kamu kenapa?" tanya Henry lagi.


"Perut ku sakit sekali"


"Kita ke dokter sekarang ya?"


Erika menggeleng dia tidak ingin ke dokter dia hanya ingin di temani oleh kekasih hati nya itu.


"Aku akan menemani sampai sembuh di rumah sakit aku janji!"


"Tidak hanya tetap lah di sini, itu sudah menjadi obat untuk rasa sakit ku"


Ucap Erika sambil tersenyum pada Henry yang menatap nya dengan wajah panik, dia tahu seberapa cinta Henry pada nya bahkan laki-laki itu pasti akan melakukan apa pun agar bisa melihatnya baik-baik saja.


"Jangan seperti itu kalau sakit nya bertambah bagaimana, aku tidak mau melihat kamu kesakitan seperti ini!"


"Kita ke rumah sakit ya?" bujuk nya lagi.


Plak


"Kenapa memukul ku"


Aku hanya sedang kedatangan tamu bulanan ku, dan ini sakit sekali jangan bilang kalau kamu lupa jika aku selalu seperti ini jika dia datang"


Henry melepaskan seluruh rasa yang terasa menyiksa batin nya, dia benar-benar takut akan terjadi sesuatu pada kekasih nya itu, dan kini setelah mendengar jawaban itu dia pun bisa bernafas lega tanpa ada yang harus dia khawatir lagi.


"Bantu aku meredakan rasa sakit nya, usap perutku dengan tangan hangatmu itu sampai aku tertidur, setelah itu kamu boleh pergi ke kantor lagi"


"Tidak aku tidak akan ke kantor aku akan menemani mu"


"Jangan keras kepala, bagaimana nanti kalau suamiku tiba-tiba pulang!"


"Tapi percuma saja aku ke kantor me Amore, aku tidak akan bisa bekerja dengan baik saat kamu seperti ini, pikiran ku hanya bertujuan pada mu saja" ucap henry sambil mengelus perut wanita kecintaan nya itu.


Tidak hanya elusan tangan tapi sesekali Henry juga menciumi perut rata Erika, apa yang mereka lakukan itu di lihat langsung oleh pelayan yang berkerja di rumah Erika, tapi mereka lebih memilih diam dari pada melaporkan tentang perselingkuhan Nyonya mereka pada Tuan nya.


Tentu ancaman dari Erika lah yang membuat mereka tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, belum lagi siapa yang tidak mengenal Henry, pewaris tahta dari gurita bisnis yang di miliki oleh nya.


Tentu bukan sesuatu yang sulit untuk menghilangkan siapapun yang menghalangi jalan mereka.


Tanpa henry tahu kalau di samping mobil nya itu ada sebuah mobil yang bahkan mirip dengan mobil milik nya terparkir di sana, seseorang yang tadi mengejar nya, karena takut terjadi sesuatu pada nya, kini menatap sinis pada rumah yang dia tahu siapa pemiliknya.


"Dasar Pelakor"------