
Para pengawal yang di tugaskan oleh papa San segera pergi ketempat di mana Tuan muda nya itu berada, tentunya setelah mendapat informasi dari Zayn tadi yang melihat Tuan muda nya itu masuk kedalam salah satu club terbesar di kota nya.
Mereka masuk dan berpencar di sana, namun mereka sama sekali tidak menemukan Henry di sana, meski mereka tahu kalau mobil atasan nya itu ada di parkiran club tersebut.
Ada ketakutan tersendiri di hati mereka saat tidak menemukan tuan muda nya, kalau sampai Henry mabuk berat dan tidak sadar kan diri itu sangat menguntungkan bagi para musuh nya untuk memanfaatkan keadaan.
Bahkan mereka masuk ke setiap ruang VVIP yang ada di sana, memang siapa yang berani menghentikan mereka saat mereka menunjukkan kartu identitas mereka yang berada di naungan perusahaan milik keluarga Keith.
mereka tidak akan berani menghalangi apa yang ingin mereka lakukan jika tidak ingin tempat usaha nya berpindah tangan esok hari nya.
Mereka kini berada di depan ruangan yang mungkin saja Tuan muda nya ada di sana, karena semua tempat telah mereka geledah satu per satu.
Brak.
Pintu itu terbuka lebar saat salah satu dari pengawal yang di kirim papa Henry menendang pintu tersebut.
Dan benar saja Tuan muda nya ada di sana dengan bagian ata yang sudah tanpa penutup, sedangkan wanita yang berada di samping nya itu langsung menutupi tubuh nya dengan selimut yang ada di sana.
"Siapa kalian, berani-beraninya masuk tanpa mengetuk pintu"
Tanpa membuang waktu mereka langsung mengangkat Henry dan membawa nya pulang menghadap tuan besar nya, sementara wanita yang tadi bersama tuan nya itu juga mereka bawa ke salah satu tempat yang mana tuan besar nya itu sudah tentukan.
Sampai di rumah mereka kembali membopong tubuh Henry masuk ke dalam rumah, menuju kamar pribadi nya.
Melihat anak buah nya yang datang papa San langsung menghampiri mereka yang masih berada i lantai satu.
Ting.
Lift yang di tumpangi nya itu kini sudah sampai di lantai dasar rumah nya, Papa San menatap geram pada putranya, dia dulu juga pernah muda dan merasakan jatuh cinta tapi tidak sampai segila apa di lakukan oleh putranya itu.
"Bawa dia ke kamar nya" perintah papa San pada pengawal nya
Papa San lalu menyusul nya naik ke lantai atas dan berpapasan dengan Jesicca, dia berhenti tepat di hadapan putri nya, yang kini juga berhenti di tempat nya.
"Papa bisa minta tolong?"
"Minta tolong apa?"
"Bersihkan kakak mu dia mabuk karena di tinggal pergi istrinya"
"Hah Papa bercanda?" Tanya Jesicca yang tidak percaya bahwa kakak ipar nya itu akan benar-benar meninggalkan Kakak nya itu.
"Apa wajah Papa seperti sedang bercanda?" Tanya papa San lagi.
Jesicca terdiam saat menyadari bahwa Papa nya itu tengah serius dengan apa yang di katakan nya.
"Apa yang terjadi pa?"
"Jangan banyak tanya, lakukan saja"
"Pa gak asyik, aku gak mau"
"
"JESSICA VANIA KEITH"
"Ihhh iya iya aku akan lakukan" ucap Jessica sambil menghentakkan kaki kemudian berlalu dari sana menuju kamar kakak kandung nya.
"Beritahu papa kalau sudah selesai" kata papa San saat Jesicca membuka pintu kamar kakaknya itu
Sementara Papa San dia masuk kedalam kamar kedua cucunya yang masih saja menangis karena mencari papa nya, dia mendekati Nathan yang berada di gendongan istrinya itu.
"kenapa belum tidur, besok kamu sekolah" kata papa San pada Nathan.
"Papa mana Opa"
"Kamu dengar apa yang di katakan Opa kalau papa kalian sudah pulang , sekarang hapus air mata nya nanti papa akan marah pada kalian jika melihat kalian menangis"
Nathan melakukan apa yang di katakan oleh Oma nya itu, bahkan dia meminta untuk berganti baju agar papa nya itu tidak tahu kalau dia habis menangis karena merindukan nya, begitu juga Nick yang selalu mengikuti apa yang di lakukan oleh kakak nya itu.
"Jangan bilang kamu membohongi cucu ku" tuduh Mama Melly pada suaminya, saat Nathan sudah turun dari gendongan nya.
"Mana ada, dia sudah tapi dalam keadaan mabuk, bahkan putra mu itu tidak sadarkan diri"
"Aaaahh, sakit kenapa mencubit ku"
"Ini bukan waktu nya bercanda Alessandro"
"Aku juga tidak bercanda, aku sudah lelah dan ingin istirahat tapi lihat karena ulah putra mu itu aku harus terjaga sampai larut malam"
"Itu turunan asli mu, jadi jangan mengeluh"
"Bela saja terus, aku lelah dan aku ingin istirahat suruh mereka semua yang mengurus nya"
"Silakan saja tinggalkan aku sendirian di sini, tapi lihat saja apa yang bisa aku lakukan"
"Iya aku tidak akan kemana-mana, dasar anak tidak tahu diri bisa nya menyusahkan orang tua saja, bisa buat anak tiga tapi kelakuan nay masih seperti bayi kemarin sore" gerutu Papa San yang mendudukkan dirinya di sofa kecil yang ada di sana.
Ceklek.
"Papaaaaaa"
"kalian belum tidur?" tanya Jessica yang masuk kedalam kamar keponakan nya itu, dia mencari papa nya, tugas nya sudah selesai seperti perintah papa nya itu yang harus melapor pada nya saat sudah selesai.
Dia yang tadi nya ingin mengadu pada mama nya urung seketika saat tahu yang sebenarnya terjadi.
"Papa mana Tante?" tanya Nathan menatap Jessica yang masih berdiri di tengah pintu.
"Papa kalian mungkin sudah tidur"
"Yaaaa, kenapa papa tidak menemui kamu dulu, kami kan ingin di peluk papa" ucap Nathan yang kembali muram saat tahu papa nya sudah tidur.
Jessica menatap pada papa nya yang menyilangkan kaki nya sambil menatap ke arah nya, dia memberikan kode pada paap nya apa yang harus dia lakukan.
Tapi papa nya itu malah dengan sengaja mengangkat bahu nya tanda di tidak tahu apa pun.
"Iihh, paaaa"
"Kalian masih di sini, ayo kita temui Papa kalian"
"Papa sudah tidur Oma" jawab Nathan.
"Lalu kenapa, kalian bisa tidur bersama papa kalian"
"Benar Opa kita bisa tidur dengan Papa?" tanya Nathan yang kini terlihat sangat bersemangat saat menanyakan pada Opa nya.
"Iya kalian mulai malam ini tidur lah dengan papa kalian Ok"
Kedua anak itu pun keluar dari kamarnya menuju kamar papa nya, mereka langsung naik ke atas ranjang di mana papa nya itu sudah terlelap.
Kedua nya mencium pipi papa nya lalu masuk kedalam selimut yang sana, tanpa di suruh mereka langsung tidur dengan memeluk lengan papa nya satu persatu.
Mama Melly sampai meneteskan air mata nya saat melihat betapa besar kedua cucu nya itu menyayangi papa nya, bahkan meski tidak ada Mama nya mereka sama sekali tidak mencari nya, seakan bagi mereka papa nya saja sudah cukup untuk mereka berdua.
"Apa aku juga seperti itu dulu Ma?" tanya Jessica.
"Tanya kan saja pada yang bersangkutan apa dia dulu ada waktu untuk membantu ku merawat benih nya"
Eeehhh