Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
No, l want mama



Kini mereka sudah berada di rumah besar keluarga Keith, Henry langsung mengabulkan keinginan Naomi untuk bertemu dengan kedua putranya, dia berharap istrinya itu bisa mengingat tentang dirinya sendiri yang dia lupakan.


Henry mengajak Naomi naik ke lantai dua, menuju kamar putra keduanya, yang sedikit memiliki kemiripan dengan istri nya, dia membuka pelan pintu kamar itu, dan perlahan masuk ke dalam sana, di ikuti oleh Naomi tentu nya.


"Boy"


"Lihat papa pulang bersama siapa?" tanya Henry dengan penuh semangat, sedangkan dua putra nya yang tengah bermain itu, kini mengalihkan pandangan nya pada sosok wanita yang sudah lama tidak dia temui.


Sontak saja mereka langsung menghampiri mama nya dengan merentangkan kedua tangannya, entah itu refleks atau mungkin Naomi menemukan ingatan nya, dia berjongkok di sana menyambut pelukan dari kedua putra nya.


Ada setetes air mata yang keluar dari sudut mata istri nya, mungkin saja alam bawah sadar nya mulai mengingat kembali apa yang dia lupakan satu bulan ini.


Selama satu bulan ini, Naomi merasa bahwa hidup nya terasa ada yang hilang di sana, tapi dia tidak menyadari apa yang membuat nya merasa kesepian, bahkan saat bersama dengan Siska sekalipun.


Tapi saat ini, jiwa nya yang kosong sekaan terisi penuh dengan pelukan dari kedua anak laki-laki memeluknya dengan erat, dan juga usapan lembut dari tangan besar Henry membuat nya merasa nyaman di sana.


Cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya Nathan melepaskan pelukannya, tapi tidak dengan Nicholas yang masih sangat erat memeluk Mama nya, mungkin rasa rindu yang selama ini dia tahan tercurah begitu saja saat ini.


Dia yang belum mengerti tentang apa yang terjadi pun tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan perasaan nya, yang dia sendiri tidak bisa memahami nya.


Naomi pun berdiri sambil menggendong Nick dalam pelukan, dia mencium pipi balita berusia dua tahun itu, yang tampak sangat senang mendapatkan ciuman dari nya, sampai-sampai Naomi terus mencium nya dan membuat Nicholas tertawa kegelian.


Suara gelak tawa mereka mengundang perhatian dari orang yang ada di luar kamar tersebut, tidak biasa nya Nicholas maupun Nathan tertawa sampai terdengar ke luar kamar mereka.


Papa San, Mama Melly dan juga Jessica pun masuk kedalam sana, dan langsung saling menatap satu sama lain, mereka menatap tidak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini.


Bahwa menantu keluarga Keith telah kembali ke rumah ini, bahkan tengah bermain dengan putra nya.


"Naomi" panggil Mama Melly yang langsung mengalihkan atensi mereka yang ada di sana, gelak tawa pun tidak terdengar lagi saat itu, hanya keheningan yang ada di sana.


"Nyonya besar" jawab Naomi yang langsung berdiri sambil menundukkan kepalanya.


'Nyonya besar'


Henry mengangguk saat tatapan semua orang mengarah pada nya, dia tahu bahwa semua orang yang ada di sana menuntut penjelasan dari nya, tentang keadaan Naomi saat ini.


Helaan nafas kecewa keluar dari mulut Jessica di sana, dia merindukan kakak ipar nya itu, bahkan saking sayangnya dia pada Naomi, sampai saat ini dia sama sekali tidak mau berbicara pada kakak nya itu, dia beranggapan bahwa semua itu ada campur tangan dari kakak nya sendiri, dan itu membuat Henry juga kesal setengah mati pada adik perempuan nya.


Adik nya itu bukan nya mau membantu nya malah mengibarkan bendera perang pada nya, adik nya itu sama sekali tidak berpihak pada nya, begitu juga Mama dan Papa nya meski tidak seperti Jesicca yang mendiamkan nya.


"Dia adik perempuan ku, yang artinya dia adalah adik ipar mu, dan mereka adalah Papa dan Mama mertua mu" ucap Henry memperkenalkan keluarga nya.


"Dan aku adalah pria paling tampan di sini, aku anak bungsu dari Papa dan Mama, tapi aku bukan adik nya, kau tahu dia itu menyebalkan" ucap Daniel yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


Semua orang tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Daniel, sedangkan Naomi dia hanya tersenyum saja, mendengar apa yang di ucapkan pria yang tadi dia temui di kantor.


Tapi tidak dengan Henry yang menatap kesal pada adik nya itu, bahkan dia ingin memukul wajah Daniel yang menatap jahil pada nya, andai saja dia tidak di hentikan oleh Naomi di sana.


"Jangan berantem di depan anak kecil Tuan" peringat Naomi yang membuat Henry tidak bisa melakukan apa pun di sana, dan itu membuat semua orang menahan tawa nya, saat melihat ekspresi wajah Henry yang tidak berkutik di depan Naomi.


"Dia sudah berpawang ternyata, jadi biar tidak kita saja, benar begitu Morgan?" kata Papa San pada menantu nya yang baru saja sampai dari kantor.


"Tentu Pa, biar dia tahu rasa nya meringkuk di depan pintu kamar, hahahaha" tawa kedua laki-laki beda usia itu menuju kamar mereka masing-masing, tentu saja menyelamatkan diri dari amukan dua wanita yang pura-pura tidak mendengar apa yang mereka berdua katakan, tapi gerakan mata nya membuat Daniel merinding di sana.


"Aku akan mandi terlebih dahulu, badan ku lengket sekali" ucap nya canggung saat melihat keadaan yang tidak baik-baik saja, dia lebih memilih menghindar dari pada menjadi bulan-bulanan kedua orang yang kini berubah menyeramkan itu.


Setelah Daniel pergi dari sana, ibu dan anak itu pergi begitu saja dari kamar Nicholas menuju kamar mereka masing-masing, entah apa yang akan mereka lakukan pada suami-suami mereka yang pasti baik Henry, Naomi dan juga Daniel mereka tidak ingin tahu dan terlibat di sana.


Kini tinggal empat orang yang ada di dalam kamar tersebut, karena para pengasuh di minta keluar oleh Henry saat dia masuk kedalam kamar tersebut.


"Ma, mandi" punya Nathan dengan penuh harap pada Naomi yang dia tidak tahu kalau ibu nya itu, tidak mengingat nya sama sekali, begitu juga dengan Nick yang menganggukkan menyetujui permintaan kakak nya.


Sedangkan Naomi dia menatap ragu pada kedua anak laki-laki berusaha membuka baju nya situ, dia bingung apa yang harus dia lakukan, dia sama sekali tidak tahu bagaimana cara memandikan anak, karena ingatan nya dia masih gadis dan belum pernah melakukan itu semua.


Henry yang menyadari apa yang di rasakan istri nya pun mencoba menengahi nya, dia tidak tega melihat wajah bingung istri nya.


"Mandi bersama papa saja bagaimana? kita mandi di bathtub milik papa"


"No, l want Mama"


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


mampir ke karya teman ku juga ya 👇👇👇👇🥳