
Back to School 2
...Kantin Sekolah...
"Hey, apa benar mereka sudah berpacaran? "
Luis bertanya penasaran pada kami.
"Tentu saja, kau tidak lihat mata mereka saat saling memandang"
Jawabku sedikit menggoda. Aku tahu, Luis akan cemburu.
"Eiry... Kau jangan coba-coba membuatku panas hati ya"
Luis menjawab dengan nada tinggi. Hahaha.. Dia benar-benar cemburu.
"Mungkin mereka sekarang sedang Uuhh Aaahh Uuhh Aahh.. "
Gon menjawab dengan lepas kendali. Dia memang tukang pemanas api.
"Aaaaauuuuuw... Eiry, bisakah kita melakukannya nanti setelah Ken"
Shin menggoda ku.
"Hey, kalian harus tahu. Ada beberapa manusia jomblo disini. Hormati lah... "
Harith mengerutkan dahi nya. Kan dia sendiri yang memutuskan untuk tidak menerima gadis manapun.
"Kenapa juga kamu harus menolak gadis-gadis cantik disini? bukankah mereka mengejarmu.. Dan kau tetap saja menolak mereka"
Aku bertanya karena sesungguhnya sangat penasaran dengan para aktor tampan yang menjomblo ini.
"Aku merasa, tidak ada tantangan sama sekali"
Jawaban Harith begitu singkat.
"Aku sama sekali tidak paham Harith"
Jawabku untuk meminta jawaban lebih.
"Sayang, semua laki-laki itu lebih suka mendapatkan wanita nya dengan usaha nya sendiri. Coba lihat aku dan Ken. Bukankah sudah jelas, kami begitu berusaha ingin mendapatkan gadis yang kami sukai"
Shin membantu Harith menjelaskan.
"Yaaa,begitulaah.. Aku tidak mau menerima perasaan gadis-gadis bodoh itu hanya demi popularitas. Aku tidak menyukai mereka, untuk apa kami bersama?"
Harith menjawab dengan suara lugas dan mantab.
"Yuhu, benar sekali..."
Gon menambahi.
Jadi, para pria tampan ini benar-benar mencari gadis yang mereka cintai. Tidak hanya sekedar memandang fisik dan popularitas para gadisnya.
Benar saja, aku juga tidak populer. Dan Key, juga tidak se anggun Shevy yang di puja banyak pria di sekolah. Tapi Ken memilih Key, gadis biasa dan tidak populer.
"Sudah berfikirnya.."
Shin mengagetkan ku.
"Lekas makan makanan mu itu, nanti basi.."
Shin mengingatkan ku untuk lekas menghabiskan makan siang ku di piring yang ku letakkan di meja.
Kami begitu riang dan senang berkumpul bersama di meja kotak panjang dan makan bersama sambil berbincang.
Tiba-tiba datanglah seekor ular.
"Wah, sekarang sekolah ini benar-benar tidak ada perbedaan kasta yah"
Shevy datang dan mencoba memanaskan keadaan yang hangat.
"Ada gadis yang tidak tahu diri"
Teman Shevy menimpali.
Aku sama sekali tidak peduli, dan aku juga tidak merasa sakit hati. Semua ini memang benar, aku gadis yang tidak tahu diri, memacari Pria kasta 1 yang bahkan nanti nya juga akan di suruh berpisah oleh orang tua nya Shin.
Selagi aku bisa bahagia, aku akan menikmati masa-masa bahagia ini. Walaupun aku tahu, nanti aku akan berpisah dengan Shin.
"Jaga mulutmu !"
Shin berdiri dan menggebrak meja.
Shevy semakin membuat panas Shin. Aku harus bergegas membuat Shin menyingkir dari sini.
"Cukup sayang. Kita pergi..."
Aku merangkul Shin untuk menenangkan perasaan nya.
"Tapi dia mengatai gadisku, dia menghina gadisku. Aku tidak terima sayang.."
Shin mengeraskan suara nya pada Shevy yang membuat para siswa mengalihkan pandangannya pada kami.
"Shin cukup, aku mencintaimu. Aku tahu ini semua demi aku. Tapi sungguh, tidak ada perasaan sakit hati atau terluka dalam diriku sekarang. Percayalah sayang. I'm Fine now. Okee..."
Aku mencoba menenangkan emosi kekasihku. Dia sangat mudah tersinggung, apalagi mengenai diriku. Dia sudah berjanji, jika sudah menghina orang yang aku sayangi aku tidak akan terima.
"Hah. Basi.. Cinta monyet! Kau akan merasakan nanti saat kau sudah keluar dari sekolah ini"
Shevy mengataiku dan pergi meninggalkan kami yang sedari tadi tidak nyaman makan siang.
Beberapa menit setelah Shevy pergi, pasangan baru pun telah datang menghampiri meja makan kami.
"Wahai pengantin baru, kenapa kau lama sekali? Kalian jadi ketinggalan drama barusan"
Harith menyapa Key dan Ken yang berjalan menghampiri kami.
"Oh yaaa... Drama apa? "
Key tanya pada kami.
"Yah, biasa lah ular berbisa.. "
Jawabku enteng dan malas.
"Aku tidak tahu, kenapa setiap kali melihat Shevy seperti itu membuatku ingin melindunginya"
Harith tiba-tiba berbicara seperti dia sedang tidak berada di pihak kami.
Kami semua terpana dengan omongan Harith yang seperti nya keluar dengan cara tidak sengaja. Dia sedikit melamun dan memandangi Shevy dari jauh yang sedang bergurau dengan teman-teman cantiknya.
"Kau kenapa? Gilaaa ya. Wanita ular seperti itu untuk apa kau lindungi. Bisa-bisa, kau yang kena racun nya "
Jawab Luis sedikit lugas. Mungkin karena ia takut akan kehilangan pria tampan nya lagi. Hahaha...
"Eh!.. Oh!.. Tidaaak. Maksudku, dia seperti cemburu melihat kebahagiaan kita. Dan saat aku melihatnya, dia sedang berpura-pura bahagia. Jadi, itulah alasanku kenapa ingin melindungi gadis rapuh itu"
Harith yang jahil nya minta ampun, sepertinya tertarik dengan shevy. Secara tidak sadar, dia telah memperhatikan Shevy dengan sedetail itu. Jelas-jelas, aku dan kawan-kawan pun tidak memperdulikan mau seperti apa keadaan dia sekarang.
Harith tetap memandangi Shevy dari jauh. Kalau menurutku, Harith sudah menyukai gadis ular itu. Ini gawat sekali. Kebahagiaan yang sudah terjalin bersama-sama ini akan hancur oleh gadis ular yang masuk dalam bagian kelompok ini.
Yang jelas, akulah yang jadi bahan bullyan nanti.
Lantas, sebaiknya apa yang harus kulakukan?
Memberi nasehat pada Harith? atau berunding dengan kawan-kawan.
Tapi, jika bertanya pada Harith, pria yang sudah menjatuhkan hatinya pada wanita pasti susah untuk berubah sebelum tahu hasilnya.
Dari pengamatanku, memang benar Shevy sangat ingin bergabung pada bagian dari kelompok kami. Tapi dia malu karena kami juga tidak menawari nya untuk. bergabung meskipun hanya sekedar makan siang bersama.
"Heeeey.... Kau melamun apaa sih? Dari tadi aku liatin terus tapi kamu seperti berada di alam yang berbeda"
Ken menggertakku. Aku sampai kaget.
"Eeeeh.... Hahahahaha.. Tidaaaaak tidaaak"
Jawabku sedikit gelagapan.
"Yuk lekas kembali ke ruangan kelas masing-masing setelah menghabiskan makan siang ini"
Jawab Shin dan menggandeng tangan ku untuk segera angkat kaki dari kantin.
"Let's go... "
Jawab kami serentak.
Dan aku melirik Shevy, dia juga sedang melirik kami. Dugaanku benar bukan. Dia memang sedang iri dan cemburu pada perlakuan manis kami.
...----------------...
Cerita who am I? telah usai. Author akan menulis karya baru yang menceritakan tentang kisah selanjutnya dengan karakter yang sama. Dengan kisah yang sedikit berbeda dari kisah Who am I? Dan menceritakan kisah baru dari karakter karakter lain nya.
Salam dari author lelet.. hehehe