Who Am I ?

Who Am I ?
Berani Bermain Api



Chapter 6


~Berani Bermain Api 💥


Bodoh, Bodoh, Bodooohhh.....


Aku sudah menyulut apiku sendiri, kenapa pula mesti ku tulis kata kunci. Dia akan segera tahu bahwa itu adalah aku. Aku berniat untuk membuat dia tersadarkan oleh perlakuan kasarnya terhadapku. Dan biar dia meresapi nya saat membuka kadonya di kamar nanti. Kenapa malah di buka di depan umum, dan kenapa harus kado milikku yang dia buka.


Oh tidaaaaaakkkkkkk.....


Aku mulai gila dengan kecemasan yang sudah ku perbuat sendiri. Aku bingung, cemas, gelisah. Kenapa keringat ini mulai deras yah.. Tidak, tidak... Semoga tidak ada yang tahu. Bahkan Eiry pun tidak tahu, jika ia tahu pasti dia sudah marah-marah dan tidak memperbolehkan ku menaruh kado nya disana.


"Apakah isinya Tuan ken. Mohon di pertunjukkan kado yang sudah anda pilih" Suara MC meneruskan setelah kado dari ku di bacakan oleh Ken.


"Sebuah boneka chucky " ucap wajah masam Kenborg. Memperlihatkan dia sedikit kesal dan malu, membuka kado pemberontakan di depan umum dan di tonton wanita-wanita pujaannya. Dia sudah yakin bahwa semua orang disini menyukai dia, memberikan kado-kado terbaik dan istimewa untuk orang yang paling di idamkan. Namun nyatanya, dia mendapatkan kado Zonk dari ku. iyah, akuu...


"Oh my God. Ternyata tuan Kenborg memiliki haters yah. Semoga, dengan adanya haters. Tuan ken bisa lebih rendah hati dan menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita doakan bersama, agar tuan Ken segera bertemu dengan haters dan menyelesaikan masalah menuju kebaikan".


Ucap MC dengan bijak, membuat si Ken menjadi lebih rendah hati. MC benar-benar bisa mengubah suasana yang buruk menjadi lebih baik lagi.


"Baiklah para tamu Tuan Ken. Silahkan menikmati pesta ini dan menghabiskan malam kalian... " suara MC membuat para tamu bersorak ria saat musik DJ mulai di putar.


Beberapa minuman Wine mahal, jus, dan minuman bersoda lainnya di sebar oleh beberapa pelayan. Para pemusik benar-benar membawa suasana begitu menyenangkan. Seperti berada di dunia kesenangan. Makanan tertata rapi dan begitu banyak cemilan mahal yang tidak bisa di beli dengan kantong murahan.


Saat semua sudah bersenang-senang, aku juga ingin bersenang-senang. Sayangnya ini kan pesta si gila itu. Aku seperti tak sudi merasa senang dengan pesta yang dia sajikan. Seharusnya kan pesta ini harus berantakan. Yah, karena MC nya yang begitu professional mana mungkin bisa membuat acara pesta menjadi berantakan hanya karena hadiah yang ku kirimkan itu.


Eiry menepuk bahuku.


"Key, kau mau berdansa denganku... "


Eiry bukan mengajakku berdansa, lebih tepatnya menari dengan gila di tengah-tengah keramaian.


"Tidak Ry, aku sedang bad mood gila ini"


Tapi kakiku seperti sedikit menikmati musik yang disajikan.


"Hey, tapi kakimu mengajak menari Key. Ayolaaah, kita menari"


Eiry menarik tanganku, tapi aku harus benar-benar mempertahankan harga diriku ini. Aku kan seorang haters, mana bisa aku menghentakkan kakiku dengan senang hati disini.


"Gak ah, aku lagi lapar. Aku cari cemilan aja. Kau berdansalah. Sekarang sudah aman, karena semua orang sudah fokus bersenang-senang "


Aku melihat dia sedikit mencicipi Wine mahal yang di sajikan oleh pelayanan. Wine disini bukan seperti Wine orang dewasa. Lebih tepatnya terasa seperti minum soda manis, tapi juga terkandung sedikit sekali alkohol.


Yah... Aku mengambil jarak dari Eiry dan memilih duduk di meja makan. Aku menyantap makanan berat. Sedikit mie pasta dengan kerang segar, itu kesukaanku. Sebenarnya tidak serasi, selera makan ku benar-benar aneh dan tidak bisa di tiru orang lain. Aku membiarkannya menikmati pesta sampai 1 jam. Entahlah dia pergi kemana saja, asal dia tidak dalam bahaya aku tidak khawatir. Yang penting aku sudah siaga 1 membawa ponselku untuk berjaga-jaga saat Eiry nanti menelpon ku secara tiba-tiba. Tapi selama itu tidak ada telfon berbunyi.


"KÄ«... "


aku mendengar seseorang memanggilku dengan sebutan kī. Siapa dia?? Aku mencari-cari seseorang yang memanggilku dengan sebutan Kī bukan Key.


"Aku sudah tahu itu kau, tenanglah. Aku tidak akan membocorkannya kepada siapun. Termasuk Ken! biarkan dia mencari jawabannya sendiri".


ucap Shin yang sudah duduk sedikit lebih jauh dariku.


"yah, aku tahu karena keluargamu adalah keturunan Asia. Tentu saja kamu tahu kosakata seperti ini" ucapku sedikit enggan menatapnya sekalipun dia sangat tampan bagaikan artis idola semesta.


"Kamu cantik hari ini, tidak biasanya kamu berdandan seperti ini. Kamu lebih baik seperti ini setiap hari, mungkin Ken akan membiarkanmu". ucap Shin dengan menatapku lebih dekat.


"Maksud kamu? " aku bertanya kembali.


"Karena aku akan melindungi Putri Es se anggun ini" ucapan Shin seperti karangan sastra miliknya. Terlalu melebih-lebihkan diriku yang biasa saja.


Tapi, kenapa dia tiba-tiba mendekatiku. Selama ini saat aku di perlakukan iseng oleh teman-temannya, dia hanya menonton dan sedikit tersenyum menertawakanku. Ken begitu cuek, hingga aku tahu aku seperti bukan mainan yang seru baginya. Tapi Shin tersenyum? dan sekarang dia tiba-tiba mendekatiku.


"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? "


Aku harus berani menolak dan bertanya. Setidaknya aku harus meyakinkan dia, apakah aku bisa mempercayainya atau tidak?


"Aku tidak akan memberimu alasan apapun, karena sesama Asia tidak perlu alasan untuk berteman bukan? "


Yah, Shin benar. Salah satu kepercayan yang bisa kupegang karena kita sama-sama memiliki garis keturunan Asia. Bahkan aku, sepertinya memang asli orang Asia. Hanya saja Mama membawaku kabur ke negara orang lain.


......................


Sepertinya pesta malam ini tidak terlalu buruk bagiku. Dan juga menyenangkan bagi Eiry. Sayangnya dia sepertinya terlalu lelah, sehingga aku harus memapahnya untuk bisa berjalan menaiki mobil yang sudah menjemputku. Dia terlalu bersemangat menari malam ini. Dan yaaahh, makanan yang di sajikan benar-benar enak. Sejujurnya, aku mencicipi semua makanan di meja. Itu kesempatan emas untuk diriku yang suka jajan kuliner.


Eiry tidak akan pernah tahu, jika aku sudah bertukar Id dengan Shin untuk berkontek di handphone. Sejujurnya, hatiku saaaaangat gembira. Aku mendapatkan seorang pendukung yang kuat. Seperti ada seorang pelindung dari belakang. Dia juga tampan, karena dia keturunan Asia. Dia benar-benar tipe pria ku.


Cukup.. jangan berharap berlebihan. Biar ku simpan dulu, sampai nanti aku akan menceritakan kepada Eiry. Semoga dia tidak membesar-besarkan kesenangannya karena aku mendekati salah satu teman Ken. Semoga dia tidak meledekku, iyah.. Semogaa