Who Am I ?

Who Am I ?
Aku Eiry



Chapter 6


~Aku Eiry 💋


Selama ini kalian benar-benar hanya tahu dari Keysha. Kalian pasti belum tahu bagaimana tentang pemikiranku. Aku sangat mencintai sahabatku, dia selalu melindungi ku. Namun, dia benar-benar tidak menyadari sesosok dirinya yang begitu anggun dan berkelas. Sejujurnya, para pria tampan di sekolah ini banyak yang memandanginya. Sayangnya, dia tidak pernah menyadari akan hal itu.


Dan kau tahu, aku bukan gadis bodoh yang buta akan hal cinta seperti nya. Dari melihat wajahnya saja, aku sudah tahu kalau Kenborg menyukai dia. Dia sering menggoda Keysha, dia juga sering mencari Keysha. Yah... tentu saja aku tahu itu. Hahaha...


Sayangnya, Keysha benar-benar gadis yang polos dan lugu. Pernahkah dia jatuh cinta? sepertinya tidak sama sekali. Selama ini ia belajar tentang arti kehidupan. Sehingga dia menjadi wanita yang bijaksana dan rendah hati. Seberapa pun kekayaan yang dia punya, dia tidak pernah menunjukkan kepada kasta ku. Dan yang dia pikir, mungkin itu akan membuat orang kasta ku merasa malu dan insecure.


Sebaiknya aku lekas bergegas berangkat, dan naik mobil Papa yang menurutku biasa saja untuk pergi ke sekolah Elite itu.


......................


Di depan gerbang sekolah Elite 🏫


Sudah menjadi hal lumrah aku berangkat sepagi ini, aku sedikit malu jika harus bebarengan dengan para kasta 1. Mereka benar-benar dilayani bak Ratu. Setiap mereka turun dari mobil, sudah ada sopir yang mengantar mereka dan membuka kan pintu untuk mereka. Sedangkan aku, hanya menebeng kakakku yang sedang bersiap untuk pergi kuliah.


Aku selalu rajin menunggui sahabatku di kursi taman dekat gerbang, dengan menikmati suasana senyaman ini. Angin berhembus mesra di pagi hari, dengan kehangatan sinar mentari. Ahhhh, aku mulai puitis seperti Shin saja.


Wah, gadis cantik berkulit putih sudah datang. Dia setiap hari membiarkan rambutnya terurai rapi. Tanpa hiasan apapun yang menempel di rambutnya, dia sudah terlihat wanita yang berkelas. Dengan tubuhnya yang menurutku sedikit mungil daripada aku, namun dia wanita pemberani dan tidak mau di tindas. Kalian belum tahu kan, seperti apa wajah Keysha.


Yah, dia memiliki wajah yang sangat mungil. Coba lihat, hidungnya mancung sekali. Bibirnya tipis dan seksi, seperti mengundang seseorang untuk menciumnya. Mata nya sedikit lebar, namun sudah jelas terlihat seperti keturunan Asia timur.


......................


"Kau selalu datang lebih awal dariku Ry, sungguh aku tak bisa mengalahkanmu dalam hal ini". Dia mengomel pagi dari jauh. Aku berdiri dan menghampiri nya. Kami berjalan bersama saling merangkul dan mengandeng. Bukankah itu hal lumrah bagi sesama wanita, hehee..


"Hy Kī.. " suara itu terdengar dari orang kasta 1. Lembut dan bijaksana. Saat aku mencari orang itu, dia ada di seberang lorong yang tak jauh dari aku dan Keysha. Itu kan Shin, dia panggil apa? Kī? Bukankah Kī adalah nama dari kado misterius yang diterima Kenborg saat pesta Ulangtahunnya. Siapa yang di maksud Kī, aku jadi penasaran.


Oh tidaaakkk, itu segerombolan Ken datang dari belakang Shin. Apa aku salah pilih jalan yah. Apa aku harus cari jalan pintas untuk menghindarkan Keysha dengan musuh bebuyutannya.


"Kau, terimakasih atas hadiahmu kemarin. Sungguh menarik perhatianku kali ini. Kau... tidak akan pernah lepas dari pandangan ku kali ini".


Dia menunjuk Keysha, dengan jari nya. Di depan mataku !! Apa aku tidak salah? Key? dia memancing Ken untuk berurusan dengannya lagi. Pandangan mereka, tatapan mereka benar-benar seperti tersulut api, iyaaaa.. Api asmara mereka eaaaa....


"Aku hanya ingin menyadarkan mu sebagai manusia, bukan penguasa!!"


Ucapan sengit itu memang sudah biasa ku dengar, namun kali ini ia mengucapkannya pada Ken. Selama ini dia tidak pernah menatap Ken, berbicara dengan Ken, dan kali ini. Apa yang terjadi, mereka saling menatap dan berbicara.


"Sungguuuhhhhh, romantisnyaaa.. manisss sekali"...


"Siapa yang kau sebut manis ha!"


Ken menunjukku dengan tangannya dan menatapku dengan begitu garang. Dia menakutkan sekali. Tidak ada kelembutan sedikitpun di wajahnya, apalagi saat marah begini.


"kauuu, kenapa Ry"


"eh eh, akuu.."


Aduh, mulut ku ini benar-benar tidak bisa jaga bicara dalam hati aja sih. Bodoh bodoh bodoh..


"He! jaga mulutmu. Jangan membentak sahabatku"


Key membentak Ken. Cuma demi membelaku!


"Apa pedulimu! Jangan sok jagoan yah kau"


"Aku hanya tidak mau kau membentaknya, minta maaf"


"Peduli apa aku, aku tidak salah!! Kenapa harus meminta maaf?!"


"Sudah sudah" Ucapku perlahan menghentikan mereka yang sedang ber adu mulut.


"Diam! " Serentak mereka berdua yang membentakku.


Haiyaa, kenapa jadi aku yang di marahin sekarang. Aku menatap Shin dan teman-temannya. Memohon belas kasihan untuk lekas melerai mereka. Dan kedipan mata Harith benar, mereka harus lekas di pisah.


"Oke bro 😎, Yowman. kita kembali ke basecamp. Yuhuu kawan-kawan" Harith menolongku, tidak... Dia menolong Keysha dan ken. Aku sedikit lega dan bisa bernafas kembali.


Harith melambaikan tangannya padaku dan meninggalkan kami yang sedang memanas. Ini baru pertama kalinya aku melihat Key melawan Ken. Dan aku juga baru pertama kali melihat Ken berbicara banyak dengan manusia-manusia seperti kami.


Biasanya dia sangat enggan berbicara, dia hanya meletakkan tangannya ke dalam saku celana. Dia seperti sedang mengawasi setiap pergerakan siswa. Persis pak satpam di depan. Tapi dia tidak pernah melakukan apapun, termasuk menjahili siswa-siswa rendahan.


Yah, dia memang keren. Tapi dia sama sekali bukan tipeku. Mana mungkin aku suka sama orang kasar seperti dia. Ih, amit-amit deh aku. Wajahnya saja garang begitu, membayangkan saja saat dia mau menciumku sepertinya aku bakalan lari duluan. Takut banget kan kalau sampai si cium preman jalanan.


Tapi dia bukan preman jalanan sih, hehe.. Hanya wajahnya saja yang sedikit garang. Justru yang lebih menakutkan yah si Gon. dia sekali bicara seperti sedang menghukum seseorang.


"Jangan buang sampah disini! "


"Jangan menaruh buku sembarangan! "


"Buka jendela kelas!"


Niatnya baik, tapi cara melakukannya sangat kaku. Kalau Ken kelakuannya buruk, segalanya buruk. Wajahnya aja yang tampan dan keren.


Karena permasalahan ini, Aku sedikit melirik mereka berdua. Karena ini kan pertama kali bagi Key melawan Ken. Dan aku melihat ke anehan yang sedang terjadi. Tatapan mereka!


Yah, aku yakin sekali. Tatapan Ken dan Keysha benar-benar tidak terputus sejak saat ini. Seperti memegang dendam kusumat saja. Padahal juga bukan masalah besar, perkelahian antar remaja saja sih menurutku.


Dan aku yakin, ini tidak akan berhenti sampai disini. Apalagi Key kan sudah berani melawan Ken. Pasti ini akan berlanjut sampai aku tua mungkin. Oh tidaaakkkkk!