
Chapter 61
~Kencan yang di Tunggu~
Ini adalah waktu yang tepat untuk berkencaaaaann.. Akhirnyaaa, aku bisa menikmati hari ku bersama gadis kecilku. Setelah aku terbaring di rumah sakit berhari-hari sampai punggung ku capek sekali. Sakit semua rasanya badanku. Lebih baik, aku bermanja-manja ajaaaa. Mumpung Key sedang memanja kan diriku yang telah menjadi pahlawan untuknya. Hehe
"Keeeeyy, gadiskuu.. "
Aku meneriaki nya saat aku sedang terbaring di dalam kamar.
"Iyaaaa, sedang berjalan. Tunggu.. "
Terdengar suara lirih Key dari luar.
Hihihi... Coba saja kalau aku tidak sakit. Mana mau dia ngelakuin beginian untuk aku.
Hossshh... Hosshh.. Nafas Key tersenggal saat sampai di depan kamarku.
"Bernafaslah dulu. Jangan terburu-buru. Aku tidak akan mati dalam beberapa menit sebelum kau sampai"
Aku menggoda nya.
"Heeey, kau gilaaa ya.. Ahhh, dadaku sesak sekali"
Key menepuk-nepuk dadanya dengan tangan secara perlahan.
"Tolong bantu aku berdiri"
"Iyaa, kau mau kemana? "
Key mengangkat tanganku sebelah, dan mengajakku berdiri.
"Aku ingin berendam. Tubuhku gatal semua. Selama ini aku tidak boleh mandi. Aku sudah tidak tahan"
Aku memang bersungguh-sungguh ingin mandi, tapi apalah daya bekas operasi ku cukup di seka saja. Kalau ku rendam bisa infeksi, apalagi dengan air panas.
"Kau gilaaa yah"
Aduuhhhc.. Key menjitak kepalaku.
"Mana boleh kau berendam. Dasar bodoh. Tunggu sati bulan. Kau mandi air biasa saja"
Key cemberut. Dia tampaknya khawatir. Ahhh, senangnyaaa....
"Baiklah, tapi kau yang memandikan aku! "
Hehe, inilah alasankuuuu.. Asikkk. Di mandiin gadisku..
Uugh.. Wajah Key memerah. Dia tampak kesal. dan tidak berani melawan. Dia juga membantuku membuka kancing baju. Melepaskan baju. Sehelai Demi sehelai. Lalu celana!
"Kau buka sendiri! tanganmu kan baik-baik saja. Aku hanya membantu membuka baju karena takut punggung mu tergores kain baju"
Ucap Key sambil menghadap ke lawan arah.
Aku membuka celanaku., tapi masih tersisa celana pendek ku. Aku tidak akan melepasnya. Nanti ada sesuatu yang tegak dan dia melihatnya bisa gawaaatttt.
"Sudaaah, aku masih memakai celana pendek kok. Jangan sungkan untuk melihatku"
Aku menyuruhnya berbalik menghadapku.
"Ayo lekas ke kamar mandi. Aku akan menyeka badanmu"
Key mendorong ku ke dalam kamar mandi tanpa menghadap ke arahku. Dia fokus melihat kedepan. Hahaha, Gadisku memang benar-benar berbeda. Coba aku menyuruh orang lain. Pasti mereka sudah menyantapku sebelum menyuruh mereka membuka kan kancing baju ku.
Pelan-pelan Key menggosok punggungku. Dia teramat telaten dalam hal merawat seseorang. Mungkin dia cocok jika jadi ibu dari anak-anakku kelak. Hehehee...
"Kau jangan berfikiran mesum"
Aduuhh.. Lagi-lagi Key menjitak kepalaku.
"Hey, Kau tidak lihat. Sudah ada ratusan benjolan di atas kepalaku"
"Hahahahahaha... "
Key menertawa kan ku. Memang apa nya yang lucu? Dasar aneh!
Setelah selesai mandi, aku dan Key bersiap untuk jalan-jalan. Karena itulah permintaanku kemarin saat keluar dari sini.
"Kau mau kemana? Sepagi ini... "
Tanya Key padaku.
"Tentu saja melihat bunga sakura dengan jelas"
"Bukannya bunga ini sudah mekar beberapa hari yang lalu"
Key melawan.
"Selama aku tidak bersamamu, saat itulah yang kulihat cuma wajamuuuuuu terus. Aku sampai tidak bisa melihat apa-apa"
Key menjitak kepalaku lagi yang entahlah sudah ke berapa kali.
Key tertawa lebar.. Dia begitu riang dan ceria saat ini. Sesuai dengan cuaca pagi ini. Cerah dan indah.
Dia berlari menjauh dariku dengan tertawa.
"Heiiiii kauuu gadis nakaaall... "
Key menjulurkan lidahnya seolah dia sedang menggodaku. Dan dia ingin aku kejar.
Tidak tidak, aku kan sedang berpura-pura masih lemas. Nanti kalau aku terlihat sehat, bisa-bisa dia tidak memanjakan aku lagi.
"Jangan berlariii.. Aku tidak bisa mengejarmu Bodohh... "
Aku melambaikan tanganku. Dan dia berbalik ke arahku.
"Maaf, lupa.. Hehe"
Key nyengir dengan wajah polos nya itu. Astaga, cantik sekali gadis ini.
"Ayo, jalan pelan-pelan. Gandeng tanganku"
Paksa ku. Dan dia mau. Langsung dia gandeng tanganku saat ini.
"Iya"
Dia mengandengku bukan seperti orang pacaran. Tapi seperti dia mengandeng Kakek-kakek yang akan pergi menyebrang jalan.
Aku melepaskan tangannya yang memegangi pergelangan tanganku. Dan membalikkannya menjadi jari jemari kami yang saling bersentuhan dan menggenggam erat satu sama lain.
Dia kaget, dan melirikku dengan wajah memerah. Dia sekarang sering menunjukkan wajah merahnya. Seperti nya aku berhasil membuat dia jatuh cinta padaku.
Kami berjalan ke depan dengan tangan tergenggam. Canggung! Itulah yang sedang kami rasakan. Perasaan gugup yang terus menjalar dari kaki hingga kepalaku. Aku terdiam dan serasa sedang menjadi orang lain. Tidak biasanya aku yang begitu jahil menjadi diam seribu bahasa.
Aku harus memulai percakapan.
"Key, kau tahu festival Hanami. Kita kesana ya Sore nanti"
Setelah melihat-lihat brosur di jalan, aku membaca beberapa yang tertempel. Yaitu festival Hanami. Itu seperti festival mekarnya bunga sakura yang di kunjungi oleh banyak masyarakat untuk menikmati makan bersama di bawah pohon sakura.
"Sekarang juga ada Ken"
Key menjawab.
"Jadi kau juga tahu"
Aku bertanya heran.
"Tentu saja, sebelum kita kesini aku sudah merencanakan ke festival itu bersama mu. Tapi apalah daya kita telah mengalami beberapa kecelakaan"
Key menundukkan kepalanya.
"Sudah sudah. Jangan bersedih. Kenapa kau bersedih setelah bertemu Papa mu? "
Aku menghiburnya. Key tersenyum dan dia memelukku. Pelukan yang begitu erat sampai-sampai punggungku sakit sekali. Astagaaa...
"Keeeyyyy.. Astagaa, punggungku sakit"
Key langsung melepaskan pelukannya.
"Eh. Maafkan aku Ken. Aku lupa lagi"
Heeeh...
"Kenapa kau selalu melupakan hal yang penting begitu Aku pria mu sedang sakit"
Aku sedikit kesal. Bagaimana dia bisa lupa? Setelah aku menjadi pahlawannya.
Dia hanya membalasku dengan nyengir dan menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal itu.
Kami berdua hanya berjalan-jalan dekat perkampungan Nenek. Segar sekali melihat sawah-sawah yang masih hijau dan air yang begitu jernih. Setelah lelah berjalan, kami kembali ke kediaman Nenek dan mengajak Nenek serta Papanya Key untuk ke festival Hanami nanti malam.
......................
Malam pun tiba.
Kami bergegas naik ke dalam mobil setelah menggunakan pakaian bersih kami menuju festival Hanami. Kata Papa nya Key, ada Festival yang mengharuskan kami berpakaian kimono / Baju adat jepang. Yaitu festival kembang api musim panas. Tapi kami sudah terlewat dengan jadwalnya. Tidak masalah, yang di inginkan Key adalah Festival Hanami. Jadi, festival inilah yang tidak boleh sampai terlewati.
Suasana malam hari, tidak terlalu dingin karena memang sudah memasuki musim panas. Benerapa orang sudah mendapat kursinya. Dan yah, tentu saja kami tidak mendapat kursi kosong. Key tampak sedih, dia menundukkan kepala nya. Saat itu Papa mengandeng Key dan aku menggandeng Nenek. Yaaaah, tidak masalah... Papa maju ke depan dan berbicara kepada beberapa staf pelayanan di tempat.
Mereka langsung membebaskan satu tempat dengan 4 kursi. Untukku, Nenek, Papa dan Key. Papa nya Key benar-benar berkuasa yah. Hehe... Menyenangkan.
Beberapa orang melihat kami dengan heran. Mungkin karena mereka pikir aku berkencan dengan Nenek-nenek. Dan Key berkencan dengan Om-om. Hahahahaha...
Terseralah. Netijen kan Maha Benar...