
Chapter 50
~Kencan bertiga~
Aku sedikit lega saat mendengar Shin akan datang kemari. Entahlah dia berangkat sekarang atau nanti. Sekarang masih termasuk sore. Aku ingin sekali jalan-jalan begini bersama Key. Tapi apalah daya aku yang bodoh dan tidak berguna ini.
Aku ke cafe hotel di bawah saja. Mungkin Shin tiba besok pagi. Sekarang aku akan memikirkan beberapa cara untuk menemukan Key dan juga mencari tahu Papanya dia. Mungkin ada sangkut pautnya dengan hilangnya Key secara tiba-tiba.
Aku berjalan menuruni lift menuju ke cafe di lantai 3. Sajian yang indah dengan pemandang alam yang tidak ada duanya.
Hotel ini memang tidak lah mewah, tapi konsep alam nya membuatku betah berlama-lama walaupun sedang sendirian.
Aku memesan secangkir teh hijau khas Jepang dengan cemilan manis seperti cup cake. Hemmm, tampilan cake nya enak sekali... Membuat seleraku untuk mencicipi nya dengan segera begitu tinggi. Hem, yummy
Ini adalah cup cake dengan rasa Matcha, atau teh hijau. Aku baru tahu namanya ternyata Matcha. Hehehe...
Enak sekaliii.... Ini akan jadi rasa yang paling aku sukai selama ini sepanjang masa...
Aku tidak sabar mengajak Key untuk mencoba santapan kue rasa Matcha ini.
Aku menyantapnya sedikit demi sedikit. Karena aku tidak mau dia habis begitu saja. Tapi, aku mau nambah lagi aaaah.... Gak bakal gendut kan.
Taraaaa... Aku langsung beli satu roll besar kue Matcha. Ini tidak akan habis begitu saja kaaaaannn..
Aku memotong sepertiga demi sepertiga untuk menghemat cemilan ku yang nikmaaat ini.
Beberapa jam setelah merasakan nikmatnya cemilan ku ini, aku melihat wajah-wajah yang tidak asking untuk di lihat. Seperti nya aku kenal dengan pria itu. Bukankah dia seperti temanku Shin yah.
Eh, iyaaaaa Shin loh itu.
"OOOOYYYYY, AKU DISINI" aku reflek menggunakan bahasaku dan mengeraskan suaraku saking senangnya melihat seseorang ku kenali di negara orang.
Sampai-sampai beberapa orang kaget melihat ke arah suara yang aku timbulkan barusan. Hehe, jadi malu..
Shin bergegas menghampiriku.
"Hey, kau riang sekali saat melihatku. Kau kenapa nyasar disini bodoh. Kau kan bisa liburan ke negara lain" Shin baru datang sudah mengomel.
"Tunggu! kau cepat sekali. Bukankah seharusnya kau sampai disini pada esok hari"
Aku sedikit bingung, naik apa dia? Jet super kilat?
"Aku sedang di Jepang, berkunjung ke rumah Nenek. Membutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa menghampirimu. Syukurlah kau tidak di pusat kota Jepang. Itu akan membutuhkan setengah hari untuk sampai disana"
Shin menjelaskan panjang lebar padaku.
"Key seperti nya di culik. Aku khawatir sekali. Memang sedikit lebay, tapi sepertinya itu dugaanku"
Aku mencoba menceritakan sedikit demi sedikit yang aku alami bersama Key.
"Di culik? memangnya di kota budaya begini ada penculikan. Kalau di pusat kota aku masih percaya Ken"
Shin menggangkat bahunya.
"Yaaa, aku kesini untuk mencari Papa nya Key. Sebenarnya aku malu mengakui ini. Seperti aku sedang menjadi BUCIN. "budak cinta" nya Key. Tapi ini kulakukan karena kemauan ku sendiri. Dan maaf tidak memberi tahumu tentang liburan berduaku"
Aku menyesali dan menundukkan kepalaku.
Shin menyunggingkan senyumnya yang kalem itu. Dia kira aku Homo apa!
"Aku akan menceritakan detailnya dari aku pergi ke sauna kemarin"
Aku telah menceritakan bagaimana perjalananaku saat tiba di Jepang dan bagaimana saat Keysha menghilang? Shin mengangguk-angguk seakan-akan dia mengerti maksud dari cerita panjangku.
Karena hanya lah Shin sahabat terbaik yang selalu mengerti keadaanku. Aku sangat bersyukur sahabat masa kecilku sudah menemaniku sejak aku di usia kecil dulu.
"Tuan Hasashi? Ayah Key? Kau yakin Ken"
Wajah Shin tiba-tiba menegang.
"Sungguh, aku ada buktinya. Ini.. "
Ku tunjukkan bukti berupa foto di file ponselku. Karena kertasnya di bawa Key.
"Astaga... Ini masalah besar Ken. Aku bisa membantumu. Tapi tidak bisa banyak, kau yang menyelamatkan dia. Aku hanya memberi mu jalan"
Shin mengerutkan dahi nya.
"Hey, apa maksudmuu? Sungguh aku belum mengerti sepenuhnya"
Aku menatap Shin dengan serius dan memasang telinga dengan sangat tajam. Barangkali ada yang tertinggal atau tidak terdengar.
"Jadi, Tuan Hasashi adalah pebisnis besar di kota ini. Tapi musuhnya banyak. Salah satu musuhnya ada yang Mafia Genk Road. Aku tidak yakin, tapi Papa ku pernah bercerita sedikit"
Shin mengecilkan suaranya.
Shin mulai bercerita.
Jadi, sebelum tuan Hasashi sukses dia juga anggota Mafia Genk Road. Tapi tuan Hasashi sadar perbuatan bisnis yang mereka jalankan tidak benar. Sehingga tuan Hasashi memutuskan untuk keluar. KELUAR? tidak semudah itu keluar dari Mafia. Apalagi tuan Hasashi adalah orang penting di Mafia itu. Aku pernah dengar nama nya dan Hasashi memang memegang kota Tateyama ini.
Mafia itu adalah mafia besar dan luas. Dia berada di kota pusat, tapi Hasashi memegang kendali di kota ia di lahirkan. Dia tinggal bersama orang tua nya yang sakit-sakit an. Yang ku tahu, tuan Hasashi orang yang kuat dan cerdas. Dia begitu menyayangi orang tuanya. Karena dia adalah kakak dari 2 bersaudara. Dia punya seorang adik perempuan. Tapi aku tidak tahu menahu tentang keluarga nya.
Itu yang ku tahu tentang masa lalu tuan Hasashi. Untuk sekarang, tuan Hasashi sangat berjaya dan di akui oleh negara karena banyak berinvestasi begitu banyak di luar negeri. Bukankah dia juga ada partner saham dengan keluarga Kenborg.
"Hey hey, aku tidak pernah tahu tentang orang-orang yang menjadi partner Papa. Kau tahu sendiri aku anak kandung rasa anak pungut"
Shin tertawa.
Masih sempat-sempat nya dia tertawa, menertawai ku. Ini masih masalah Key, aku takut dia di culik Mafia besar itu.
Kumohon, Tuhan bantu aku. Aku akan pergi ke kuil lagi. Dan selamatkan Keysha. Jangan biarkan dia kenapa-kenapa.
...----------------...
Shin melanjutkan ceritanya.
Tapi ada juga saingan tuan Hasashi yang sekarang. Mereka tidak se berbahaya Mafia itu. Kurasa!
Mafia itu berbahaya tapi tidak terlalu menyerang. hanya mengharapkan tuan Hasashi memimpin kembali di kota Tateyama. Mungkin Ketua Mafia tidak cocok dengan pemimpin yang sekarang sedang memegang kendali di Tateyama.
Dan tuan sudah menolak berkali-kali untuk tidak kembali di Genk itu. Dia benar-benar takut mengulangi kesalahan yang sama. Masalahnya, aku juga tidak tahu kesalahan apa yang tuan Hasashi perbuat. Ku rasa semua Mafia tidak ada yang benar dalam melakukan pekerjaannya. Seperti pembunuh bayaran, tranksaksi illegal, penjualan senjata, dll.
...----------------...
Aku hanya manggut-manggut mendengarkan Shin menjelaskan tentang sisi dunia gelap perbisnis an di Negara ini. Aku bahkan tidak terlalu tahu tentang jalannya sebuah bisnis.
Lalu Shin membisikkan ku sesuatu. Yaitu cara untuk mencari Keysha dengan mudah. Shin akan membantu meskipun tidak banyak. Ku harap cara ini akan berhasil. Aku sungguh khawatir pada mu Key.