Who Am I ?

Who Am I ?
Si Ken



Chapter 54


~Si Ken~


Aku menunggu detik-detik kedatangan gadis yang ku rindukan. Selama ini aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang. Mama, Papa sangat membenciku. Kakak yang selalu di sayang orang tuaku justru orang yang peduli padaku. Justru itu membuat ku menjadi semakin menggila.


Kakak seperti sedang menguji ku. Dimana aku yang tidak bisa apa-apa, dan Kakak yang selalu di unggulkan oleh keluarga ku. Kakak selalu bersikap baik padaku. Dan itu membuat Kakak semakin di sayang. Aku sangat membenci orang-orang yang bermuka dua. Tapi aku berharap Kakak ku bukanlah orang yang mencari perhatian orang sekitar demi mendapatkan simpati.


Begitu kuat perasaan membenci, begitu enggan pula mempunyai rasa kasih sayang yang tulus. Semua orang menyukai ku karena aku punya sesuatu yang berlebih. Termasuk uang dan popularitas. Gadis-gadis yang mendekatiku, teman-teman yang ingin berteman denganku.


Namun, gadis polos ini sudah memiliki apa yang dia punya. Hanya saja, dia sangat butuh kasih sayang seorang Ayah. Seorang perhatian yang berbeda dari kasih sayang Nenek atau Ibu. Karena semua perempuan mempunyai cara yang sama dalam memberikan kasih sayangnya.


Tok tok tok


Ahhh.. Itu ketukan pintu rumah Nenek Key berbunyi. Seperti nya mereka datang. Astaga, aku sangat tidak sabar...


Tuan Hasashi masuk lebih dulu. Shin benar, orang nya sangat jantan dan terlihat begitu karismatik. Pria yang cocok dijadikan seorang pemimpin.


Lalu kemudian, masuklah gadis cantik yang aku tunggu. Keyshaaaa..


Mata ku berbinar saat melihat dia datang berjalan menuju kemari. Aku sampai tidak sadar aku berdiri dengan sigapnya dan berlari menghampiri gadis cantikku.


Bruk.


Aduhhh...


Tangan siapa yang mendorongku untuk menghalangi memeluk Key.


Saat ku dongakkan kepalaku, aku melihat wajah Tuan Hasashi dengan tatapan yang mengerikan. Astagaaa, aku lupaaa!


Kalau ayahnya Key seorang pemimpin Mafia.


"Siapa kamu? Bukankah dia putri ku? "


Tuan Hasashi berbicara sambil menatapku dengan garang. Astaga, aku bahkan tidak mencuri apapun dari Keysha. Bayangkan jika aku sudah meniduri anaknya, aduh jadi apa aku nanti.


Aku lekas berdiri dan kembali duduk sambil tersenyum kecut pada Key. Karena aku merasa sedikit malu dan sedikit sakit.


Tuan Hasashi langsung meminta bukti untuk membuktikan Key itu putrinya atau bukan. Shin berdiri dan menghadap pada Tuan Hasashi. Aku yang sejak tadi memperhatikan bodygurad dan juga orang-orang paman.


Ada gerak gerik aneh yang terlihat Salah satu dari mereka. Jika dilihat secara seksama dari jauh, mereka semua berpakain sama. Tidak ada yang berbeda.


"Hey, berhenti melototoi mereka. Kau homo ya"


Sikut Eiry menancap di pinggangku. Astaga, rasanya seperti di setrum. Seperti nya Eiry tahu dimana letak sarafku.


Aku menoleh ke arahnya meringis kesakitan.


"Bodoh, sakit tahu! "


Balasku menatap tajam Eiry.


"Salah sendiri kau melihat mereka sejak tadi"


Eiry tidak mau kalah. Ah, aku tidak mau meladeni dia saat ini. Aku harus mencari orang yang tadi aku curigai adalah musuh. Aku tidak boleh lengah ketika semua orang sedang lengah.


Aku kehilangan jejak ketika Eiry mengajakku berbicara tadi. Jelas-jelas aku hanya meninggalkan pandanganku beberapa detik saja. Sepertinya dia sudah menyadari sesuatu bahwa ada yang menyadari kejanggalan tentang dia.


Yang ku ingat, dia memakai kacamata yang berbeda. Orang-orang Paman menggunakan kacamata dengan desain mereka. Yang di suguhkan dengan tombol mata-mata dan lain lain. Tapi, dia berbeda. Karena jelas saja. Tuan yang berbeda akan memberikan fasilitas yang berbeda pula.


Aku mencari dan mencari dengan jeli, dimana dia?


Ketika aku menemukan dia yang berdiri sedikit jauh dari para bodyguard. Aku melihat dia mengacungkan pistol dan di arahkan kepada punggung Key.


PUNGGUNG KEEEYYYY...


Aaarghhhh, tidak tidaaaak.. Aku harus berdiri dan menutupi gadis polos itu.


Aku langsung sigap dan reflek berdiri tanpa tahu apakah dia sudah menembak atau belum. Yang penting Key tidak boleh sampai tertembak.


Beberapa detik setelah aku tiba dan menutupi punggung Keysha, tembakan itu telah meluncur dan mengenai punggungku.


Seketika kaki ku langsung lemas dan mataku berkunang-kunang. Astagaaa, apakah aku pria yang selemah ini ? Harusnya aku tetap berdiri dan menunjukkan kejantananku. Kenapa malah terhuyung begini?


Aku tidak kuat menahan kaki ku yang semakin melemas. Aku langsung jatuh tersungkur kedepan. Aku melihat Key yang menoleh dan berlari ke arahku. Dengan menangis. Iyaaa, dia menangisiku. Mungkin aku adalah orang yang dia kasihi juga. Aku bersyukur jika gadisku juga menyukai diriku yang banyak keburukannya ini.


Key, jangan menangis... Aku tidak bisa mengusap air mata mu. Lihatlah tubuhku ini, yang lemas dan tak berdaya. Hanya sekedar berbicara saja aku tidak bjsa membuka mulutku. Hanya mataku yang sedikit sayup-sayup akan memejamkan dan beristirahat sebentar.


Ahhh, jika memang ini akhir dari hidupku. Aku sama sekali tidak menyesal telah melakukannya. Karena Gadis yang kulindungi terselamatkan oleh diriku. oLeh nyawaku.


Keysha...


Tetaplah hidup dengan baik dan selalu tersenyum ceria. Kau gadis pintar yang bisa menyembunyikan masalah mu dengan senyuman kuat di wajahmu.


Keysha...


Aku sudah tahu sekarang. Kau mencintaiku kan!


Kau mencintai pria brengsek seperti ku kan!


Aku bahagia sekali melihat kenyataan bahwa gadisku telah meneteskan air mata berharga nya kepadaku.


Aku sudah tidak kuat lagi. Air mataku menetes dengan tiba-tiba dan mataku mulai terpejam. Aku sangat lemas....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seketika Ken pingsan dan meneteskan airmata nya saat berbaring di tubuh Keysha.


Beberapa ambulance telah datang dan membawa Ken dan Key serta Tuan Hasashi untuk segera menyelamatkan Pria yang telah membiarkan nyawanya untuk melindungi putrinya.


Tuan Hasashi sangat tertegun melihat bagaimana sikap Pria yang begitu jantan dan berani seperti Ken. Membuat dia begitu bersemangat dan juga mengingat hal-hal gila yang pernah dia lakukan semasa muda dulu.


Benar, tuan Hasashi mulai mengingat Mama Keysha seketika ia melirik Keysha.


Rambutnya yang hitam panjang dan lurus membuat dia terlihat anggun. Persis seperti Mama nya.


Yoi....


Apa kabarmu?