Who Am I ?

Who Am I ?
Mencari Petunjuk



Chapter 40


~ Mencari Petunjuk ~


Setelah liburan ku dan teman-teman Ken kemarin, aku jadi lebih riang dari biasanya. Aku merasakan hilangnya beberapa bebanku dan ku alihkan bersama dengan Ken. Ini pertama kali aku bertemu teman sebaik Ken.


Jelas-jelas dia dulu membully ku seperti itu. Tapi itu membuat ku dan dia terhubung satu sama lain. Memang benar pepatah bilang "tak kenal maka tak sayang". Aku juga bersyukur karena hubunganku dengan Eiry semakin membaik. Aku sudah menerima mereka dengan senang hati. Mana ada cemburu, lagian itu cuma cinta monyet. Ya kan...


Beep


Pesan masuk di jam pagi begini.


Saat ini masih pukul 07.00 am. Terlalu pagi untuk bangun di liburan musim panas ini. Lebih enak kalau tidur sampai siang nanti.


"Key, kau jadi cari Papamu? "


Pesan masuk dari Ken. Tumben dia semangat sekali mencari papaku. Hahaha.. Itu kan Papaku bukan Papanya dia.


"Tentu, tapi ini masih terlalu pagi untuk berfikir Ken"


Dia terlalu giat.


"Hey hey, ini kesempatan bagus untuk membahas nya Sebelum liburan selesai"


Ken memberi ide. Yah, baiklah aku akan mandi dan siap-siap.


"Oke, kemarilah saat aku selesai. Aku siap-siap dulu"


"Siap. Jangan buru-buru. Hehe, dandan yang cantik yah.. "


Emangnya kita mau kemana coba?! Berfikir gak harus keluar rumah kan.


...----------------...


Baju casual apa yah yang cocok di pakai hari ini.


Laaalalalaaa...


Seperti nya pakai baju kuning dengan rok jeans ini bagus deh. Eh! kok seperti aku nya mau di apelin cowok yah. Ah, itu cuman Ken. Ngapain aku repot-repot cari baju casual. Pake piyama juga gak masalah kan.


Beberapa menit setelah selesai berdandan, aku menghubungi Ken untuk datang kerumah. Ternyata dia sudah di depan gerbang. Menungguku untuk di hubungi saja. Dasar gila...


"Heeeei, kenapa tidak masuk saja dari tadi. Gila.. "


Aku meneriaki Ken yang sejak tadi menunggu di depan gerbang.


Brmmm...


Mobilnya pun masuk kedalam gerbang yang sudah terbuka.


Dia memparkir mobilnya di sebelah kanan pohon cemara. Yah, tidak masalah sih.


"Masuklaaah"


Aku membuka kan pintu depan rumahku.


"Belum juga turun dari mobil. Sebentar"


Ken membuka pintu mobilnya, dan keluar membuntuti ku.


"Heii, kau lucu juga pakai baju kuning begini.. "


Kwn menggodaku.


"Memang begini biasanya aku di rumah"


Aku berbohong. Padahal biasanya di rumah cuma pakai piyama. Tadi mau ganti piyama lagi tapi malas. Jadi pakai ini saja. Lagian apa salahnya menyambut tamu dengan berpakaian rapi. Ya kaaan!


......................


Aku membiarkan Ken duduk di sofa. Karena nenek sedang ke pasar, dan Mama juga gak mungkin di rumah hari kerja begini.


"Rumahmu sepi sekali. Kemana semua orang? "


Ken bertanya sambil celinguk-celinguk.


"Tidak ada"


Jawabku singkat sambil memberikan dia beberapa cemilan di meja.


"Kesempatan bagus nih... "


Ken menyeringai.


"Apanya yang kesempatan?"


Aku menelisik mukanya yang mesum itu.


"Bercanda Key.. hehehe.., Oh iya mumpung rumah mu sepi. Ayo kita cari biodata ayah kamu"


Ken berdiri dari kursi nya.


"Eh kemanaaa? Mama aja gak pernah nyeritain tentang Papa. Seperti nya gak bakalan ada deh"


Aku masih tetap duduk di kursi.


"Ayooo, kau belum check kan pastinya"


Ken menarik tanganku dan mengajaknya menelisik ke dalam rumahku.


"Eh tunggu-tunggu, kita ke ruangan mana? "


"Ruangan kerja Mama mu, dan kamar Mama mu. Itu yang paling penting sekarang"


Ken masih menariku dan mengajakku berjalan lurus.


"Keeeeen... Ini kita bukan mau ke ruangan kerja Mama. Ini mah ke dapuurrr..! "


Ken belum Tanya jalan udah main maju aja.


"Oh iya dimana ruangan kerja Mama kamu. Maaf terlalu semangat"


Ken memutar balik arahnya dan aku menunjukkan ruangan itu berada di bawah tangga. Sedikit kecil tapi ruangan dalamnya luas sekali untuk di buat ruangan kerja semata.


Kami masuk ke dalam ruangan kerja Mama.


Disana banyak lemari-lemari yang tak pernah aku sentuh sama sekali. Karena aku enggan untuk masuk. Lagian Mama juga sering berada di ruangan kerjanya. Aku tidak mau Mama marah atau mengusirku keluar dari ruangannya. Karena yang pasti aku akan mengganggu dia bekerja.


"Sstt...Sini, Key.. "


Ken sedikit berbisik. Eh, kenapaa? kan gak ada orang juga di rumah.


"Apaaaaa? kenapa kau berbisik sih?! "


Aku mendekati Ken.


"Ini yang mana lemarinya, Hahaha.. Banyak sekali coba"


Ken tertawa sambil memandang sekeliling. Benar, lemari nya ada 3 dan masing-masing ada tingkatan rak nya. Banyak dokumen-dokumen Mama yang entah itu penting atau tidak.


"Mungkin ini akan memakan waktu yang lama Ken. Karena aku juga tidak tahu sama sekali"


Aku mengangkat bahuku dan menggelengkan kepala.


Ken menepuk dahi nya.


"Astagaaaa.. benar-benar kau Key"


Aku dan Ken akhirnya membagi tugas. Karena Ken juga tidak tahu Papaku, aku juga tidak tahu. Sekarang tugas kita mencari kartu keluargaku. Yah, itu yang terpenting sekarang. Pasti Mama masih menyimpannya. Itu sih ide nya Ken, bahkan aku belum terfikirkan dari dulu.


"Kau dapat ide darimana? "


Bisikku kepada Ken.


"Ada deh, udah yah. Lagi fokus jangan menggangguku"


Jawab Ken tanpa menoleh ke arahku.


Kok sebel yah. Dia belum pernah menampakkan wajahnya yang begitu serius begini. Dilihat dari jauh, ternyata dia tampan sekali. Tidak kalah dengan wajah Shin. Hanya saja, mimik wajahnya sedikit garang dan cuek. Kalau Shin lembut dan manis.


"Kau jangan diam-diam memandangiku yah! cepat kau bantu cari juga"


Ken memergoki ku. Jelas-jelas dia tidak menatapku kemari.


Aku langsung menghadap ke rak dokumen Mama karena malu.


"Siapa juga yang memandangimu, kau GR "


ucapku tanpa melihat dia dan enggan menoleh.


sret..


"Kau sudah mulai suka ya denganku"


Ken...


Ken tiba-tiba berada tepat di belakangku dan berkata sambil berbisik di telingaku. Geli sekali rasanya. Pipiku langsung memerah.


Aku tetap fokus dan tidak mau menolehkan wajahku padanya. Malu...


"Okey, kalau kau sudah fokus. Aku juga bisa fokus. Jangan alihkan pandangan padaku. Nanti aku akan menerkammu"


Ken mengancamku! Untuk apaa? Bodoh ah.


......................


Beberapa jam telah berlalu...


Aku dan Ken masih sibuk juga mencari Kartu keluarga ku. Tapi belum ketemu juga. Keringat telah membasahi dahiku dan Ken juga mulai lelah matanya.


2 rak lemari sudah selesai kami cari. Tinggal 1 lemari dengan beberapa rak yang bertingkat. Astagaa..


Aku dan Ken mencari di tempat yang sama.


"Key, nenekmu kemana? "


Seperti nya Ken penasaran karena sudah berjam-jam kami belum juga keluar.


"Nenek pasti sudah pulang. Tapi dia jarang mencariku. Mungkin mengiraku sedang di kamar"


Jawabku enteng.


"Lantas nanti kita bagaimana keluarnya?"


Ken terlihat khawatir.


"Tenang saja, aku sudah ada ide untuk itu. Jadi kita lanjutkan saja sampai titik darah penghabisan. Oke! "


Aku tetap terfokus untuk mencari meskipun tanganku sudah mulai kesemutan. Dengan secarik kertas yang kita cari di tumpukkan rak-'rak begini. Oh my God!