Who Am I ?

Who Am I ?
Permintaan Shin



Chapter 18


~Permintaan Shin ~


Aku Shin!


Setelah menyetujui permintaan Key, aku minggalkan tatapanku kepada kekasihku. Eiry benar-benar berwajah bangsawan. Dia sangat cantik dan elegan. Rambutnya menggangtung di kuncir kuda dengan pita. Manis sekali...


Memang Ken terlalu berani menjegal Key seperti itu. Bukankah Key seorang perempuan. Bagaimana dia bisa tega melakukan begitu. Sepertinya Ken berusaha menutupi perasaannya kepada Key. Kau pikir aku tak tahu Ken. Hahahaha... Menutupi perasaannya yang bodoh itu dengan menyakiti dia. Seolah-olah Ken menginginkan bukti bahwa ia tidak peduli dengan keadaan Key setelah ini.


Lihatlah wajah nya yang terlihat lebih cemas daripada wajah Harith yang justru menjegal kaki Keysha.


📲


Triiing.... triinngg.....


Panjang umur juga kau Ken, tiba-tiba menelfon.


"Halo Ken, ada apa" Suara yang ku timbulkan harus tenang.


"Kau kemana, si gila itu sudah mulai berani sekarang. Dia berani membuat ban mobilku rusak begini. Gila bgt ga sih dia". Suara Ken terdengar marah-marah.


"Kau masih disekolah".


Tentu saja Ken masih di sekolah, hahaha... Karena ini juga bagian dari rencanaku.


"Tentu saja, kemarilah. Jemput aku. Kalian sedang dimana haah! "


"Tunggu beberapa menit. mungkin 40 menit"


"Kau gila yaaa, lama sekaliiii dasar bodoh".


Ken sepertinya marah-marah. Tapi itulah yang diminta Key, dan Eiry menyetujui nya. Bagaimana bisa aku menolak permintaan Eiry. Biarkan saja dia menungguku. Lagian teman-teman pasti sudah berada di Villa ku yang dekat pantai.


30 menit kemudian...


Aku tidak tega jika dia menungguku sampai 1 jam. Aku persingkat saja 30 menit. Yah setidaknya itu lebih dari cukup untuk membuahkan emosi Ken nantinya.


"Yo bro, naiklah". Aku membukan kan kunci mobil. Dan Ken sudah menerjang masuk kedalam dan memasang wajah masam.


"Ceritakanlah!". Aku mencoba menenangkan dia. Yah, dia bercerita sepanjang jalan menuju Villa tempat kami berkumpul saat malam minggu begini.


Yang terlintas dalam pikiranku, Ken sepertinya sedang tertarik dengan Keysha. Yah, tentu saja aku tahu. Aku adalah sahabatnya yang paling dekat daripada yang lain. Orang tua kita sudah berpartner sejak kami masih kecil. Aku juga sering menemani Ken yang lebih di asingkan daripada kakak nya Ken yang super jenius itu.


Ahaaa, sepertinya aku punya rencana bagus. Daripada aku berlarut berhubungan dengan 2 gadis yang saling bersahabat itu. Lebih baik, kudekatkan saja dengan Ken. Lagian, Keysha sepertinya tidak benar-benar mencintai aku. Yah, karena Eiry bilang Keysha baru saja mendapatkan cinta pertama nya padaku. Sungguh gadis yang malang sekali.


Aku saja sejak SD sudah bisa membedakan perasaan suka dengan lawan jenis. Tidak dapat di perlambat lagi, aku sudah tidak kuat rasanya harus berpura-pura dengan Keysha. Justru aku kasihan padanya, dan Eiry tidak harus melakukan ini lagi. Karena prinsipku tidak bisa di samakan dengan prinsip Ken atau yang lainnya. Aku tetap menerima nya seperti apapun keluarganya, yang terpenting dia cantik dan mampu membuatku terpesona. Hehe


......................


"Ken, aku boleh minta bantuan mu tidak?" Aku berharap Ken mau menjalankan rencanaku ini.


"Hemph, tergantung dengan permintaan apa yang kamu minta".


"Kau tahu, aku sudah lama berpacaran dengan Eiry. Dia sahabat Keysha. Dan Eiry menyuruhku untuk menyukainya saja".


"Hey, apa kau gila. Dan kau mau melakukannya". Ken tiba-tiba memotong pembicaraanku yang belum tuntas.


"Tentu saja, apapun yang Eiry mau aku selalu mengiyakan. Dan kalaupun tidak berhasil setidaknya aku sudah mencoba keinginannya itu"


"Lalu, apa yang kau mau? ".


"Dia mencintaiku, itu yang Eiry katakan. Keysha menceritakan semuanya pada Eiry. Dan saat aku ingin memberhentikan semua ini, Eiry melarangku. Karena takut persahabatan mereka berakhir. Aku butuh kau, bisakah kau putuskan hubungan ku ini". Kali ini aku memasang wajah memelasku padanya.


Ken sepertinya diam dan berfikir. Mungkin dia sedang mencerna ceritaku yang persis seperti drama buatan. Tapi ini sungguhan, karena memang kehidupanku dan Eiry bisa dikatakan kurang setara. Dan aku yakin, Ken tahu tentang hal itu.


"Lantas, apa yang harus kulakukan Shin".


Yaaah, itu adalah jawaban Ken bahwa dia menyetujui permintaanku. Dan aku tidak boleh gegabah tentang hal ini. Eiry tidak seharusnya tahu sekarang. Aku takut dia akan membocorkannya pada Key. Setidaknya aku harus memikirkan rencana yang baik dan bersih.


"A-ha, aku punya ide bagus. Setidaknya ini bisa jadi ajang pembalasan dendamu Ken. Karena ban mobil mu itu"


"Ohyaaaaaaa, Apaaa itu Shin? cepatlah katakan idemu itu"


Yah, aku tahu Ken akan bersemangat jika itu mengenai pembalasan dendam. Bukan karena dia ingin menyakiti Key, tapi seperti nya dia ingin Key memperhatikan dirinya lebih dari yang lain.


Sejujurnya itu sudah berhasil, karena Key merespon Ken yang selama ini bahkan tidak di toleh apalagi mau berbicara. Kuharap ini awal yang bagus untuk mereka berdua. Aku kan pakar cinta, pakar romantisme. Bagaimana mungkin aku tidak tahu tentang perasaan mereka yang mulai sedikit tertarik untuk saling mengenal.


Kuharap rencanaku ini lancar.. Yah... Seharusnya begitu.


~


Happy Weekend guys!


Upload 2 Bab Khusus hari minggu yah 🎉