Who Am I ?

Who Am I ?
Aku cemburu, memalukan!



Chapter 13


~Aku cemburu, memalukan!


Lebih baik aku meninggalkan mereka yang sedang berbicara dan pergi ke kantin. Yah, itu adalah pilihan yang paling tepat bukan.


"Hay, kau Lama menunggu"


"Tentu saja tidak ry, santai saja. Aku baru mendaratkan bokongku disini"


"Kau selalu konyol. Hahaha"


"Pesanlah... Aku traktir"


Hemmm, sepertinya tidak ada aba-aba untuk memberitahuku bahwa mereka baru saja bertemu di ruang guru. Apa memang mereka tidak sedang membicarakn hal penting. Tapi, aneh sekali dia tidak menceritakannya padaku. Bukankah aku sudah menceritakan semuanya semalam. Dan kali ini dia yang sedang menyembunyikan hal penting ini.


Rasanya mood makanku berkurang, aku sangat tidak selera untuk makan. Aku terlalu banyak memikirkan rasa sakit hati ini. Yah, harus ku akui. Jatuh cinta memang tidak selalu menyenangkan. Dan kadang rasanya perih sekali yah. Mungkin aku terlalu polos, atau memang aku bodoh. Aku tidak tahu bahwa sahabatku sebenarnya telah membohongi ku.


Ahhh, jangan percaya dengan pikiranku.. Itu terlalu kejam untuk mengatai bahwa sahabatku sendiri adalah pembohong.


"Key, kau baik-baik saja"


"Yah, mereka sedang berperang dengan isi pikiranku"


"Siapa? "


"Eh. hahaha.. jangan percayakan kehaluanku Ry. Lanjut makan yuk"


Beep


"Pulang sekolah tunggu di taman belakang yah"


hah! Apa-apaan pesan dari Shin buaya itu. Mana mau aku menemui dia. Dia benar-benar tidak bisa di andalkan. Bagaimana bisa kemarin malam. bersamaku, lalu tadi bersama Eiry sahabatku sendiri. Seharusnya kalaupun dia mau, kenapa tidak dengan oranglain saja. Yah, benar sekali. Karena Shin mendekati sahabatku, itulah inti dari permasalahan kenapa hatiku begitu sakit.


...----------------...


Pulang sekolah...


Tentu saja aku tak mau menemui dia. Membalas pesannya saja aku tak mau. Menyebalkan sekali.


Apa aku harus menemui dia dan bertanya tentang di ruang guru tadi.


Tapi, kalau tidak tahu aku kan tidak bisa tidur nanti.


"Key, kau kenapa jalan mondar mandir begitu"


Aduh kagetttt.. Kenapa tiba-tiba ada Eiry disini. Bukannya tadi dia ke ruang guru. Cepat sekali dia menyusul kesini.


"Eh, aku mau menyusulmu. Hehe"


Aduh, maaf Ry. Aku jadi sering berbohong sekarang. Maaf yah...


"Sungguh... Kau sahabat terbaikku. Ayo pulang bersama dan menunggu jemputan"


Emm, tidak nyaman sekali rasanya Eiry merangkulku seperti ini. Rasanya dia seperti sedang memasang dua muka di depanku. Tapi, dia kan sahabatku. Yah, sahabat sejatiku selama ini.


Oh tidak, bukankah itu gerombolan Ken.


"Aaaauhhh... Ganteng kuuu...


Aaaauhh, ada pangeraaaaaan...


kyaaa........ "


Suara berisik ini jelas dari para penggemar mereka. Memang jarang sekali Ken dan kawan-kawannya keluar sekolah pada jam pulang yang sama. Biasanya mereka lebih suka berada di sekolah sampai malam hari. Mungkin ini adalah hal terindah yang mereka lihat.


Aku dan Eiry membiarkan orang-orang berebut mendatangi Ken dan kawan-kawannya. Dan lebih memilih menjauhi kerumunan yang berisik itu.


Seketika aku sadar, ternyata Eiry menghilang. Hah!!! kemana dia?


Perasaan tadi aku bersama nya, apa dia terserobot para siswa gila itu. Aku harus mencarinya sampai ketemu. Nanti gadis lemah itu akan terluka. Tidak jangan, aku sangat mengkhawatirkan dia.


"Ry, kau dimanaaaaa? Eiry... Jawab sahutanku Ry"


Uhh, nihil. Gerombolan sebanyak ini juga tak menampakkan batang hidung nya sama sekali. Sebenarnya kemana dia pergi. Apa aku pantas meninggalkannya begitu saja. Ah tidak, lebih baik ku hubungi dia melalui ponsel....


Beberapa menit setelah tidak mendapat jawaban apapun...


Sungguh, Eiry pergi kemana. Oh, aku kirim sms saja lalu pulang. Aku tunggu di rumah nanti. Semoga dia baik-baik saja