Who Am I ?

Who Am I ?
Mencari pelaku sebenarnya



Chapter 67


~Mencari pelaku sebenarnya~


Akhirnya setelah menyiapkan segala macam persiapan dan mengurusi beberapa dokumen yang akan aku tinggal beberapa hari kedepan. Aku mengambil cuti dan ku alihkan perusahaanku kepada wakil kepercayaanku. Ku harap semua berjalan lancar dan tidak membuat kebangkrutan pada perusahaan yang aku tinggal sementara. Keluarga Sanc tidak punya keluarga maupun saudara. Bagaimana bisa aku mempercayakan pada orang-orang terdekat?! Terpaksa aku mempercayakan pada orang asing yaitu wakil ku atau tangan kananku. Yah, mempercayakan pada orang asing namun dia sangat setia padaku itu jauh lebih baik daripada mempercayakan pada keluarga sendiri seperti Paman dan Bibi ku yang justru mereka ingin mengambil alih seluruh aset harta keluargaku.


Saat hari dimana Key masuk sekolah, disitulah aku dan keluarga Sanc pergi ke Jepang untuk misi penting ini. Aku berangkat dan Key dengan senang hati menyetujui keberangkatan bersama. Nenek juga sudah rindu bertemu Hasashi yang bahkan ia tidak tahu bahwa rindu ku jauh lebih besar daripada Nenek. Key sangat gembira karena dia bolos sekolah dan juga liburan lagi. Astagaaa.. Semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk keluarga kecilku. Usaha ini semoga tidak menjadi sia-sia.


Key mengontak teman-temannya, untuk berpamitan ke Jepang lagi. Mereka mendoakan dan menyemangati anakku. Aku bersyukur Key memiliki teman-teman yang begitu baik, termasuk kekasih nya Ken. Yaaa, ku harap pria tampan itu tidak main-main dengan anakku.


"Baiklah semua, kita naik ke pesawat sekarang"


Aku menunjuk pintu pesawat yang telah di buka oleh pramugari nya.


"Berangkaaaaatttt...... Yeeeeey"


Key dan Nenek Sanc serempak menjawab dan berjalan cepat menuju pintu pesawat. Astaga, mereka menganggap ini sebuah liburan yah.. Bukan misi! Yah tidak masalah. Mereka tidak berhak berfikir terlalu banyak tentang masalah ini. Biarkan aku yang menyelesaikan. Tugas mereka ikut hanya untuk menemaniku saja.


...----------------...


Setelah pesawat landing, jantungku mulai berdebar. Entahlah.. Seperti aku takut dan juga senang akan bertemu pria ku, suami ku, Papa nya Key. Tapi perasaan takut akan di tampar oleh kenyataan bahwa dia sudah tidak menganggap ku lagi sebagai istri tercinta nya dulu. Apakah dia menikah lagi? Apakah dia sudah punya anak lagi? Key bahkan tidak tahu akan hal itu. Aku harus bersiap dengan kemungkinan yang kejam yang akan menampar hatiku. Aku juga harus bersiap, bahwa ini bukan semata-mata untuk memperbaiki hubungan lamaku. Melainkan untuk mencari bukti bahwa Bibi ku adalah dalang pembunuhan Orangtua ku.


"Maaa.. Kenapa Mama melamun? "


Key menyadarkan ku saat kami sudah berjalan agak jauh dari bandara. Aku terlalu memikirkan hal-hal buruk yang akan menimpa ku disini.


"Eh, sudah jalan sejauh ini. Mama tidak terasa.. Hehe.. Naik taxi yuk.. "


Aku bergegas mencari kan taxi untuk kita pergi lebih dekat dengan kota Tetayama. Mencari hotel terbaik dan ternyaman untuk anakku dan juga Nenek.


Mereka butuh istirahat dan menikmati liburan mereka.


Aku juga butuh persiapan untuk kembali ke perusahaan Ayahku. Apa saja yang harus ku persiapkan? Yang terpenting sekarang, aku tidak boleh sampai bertemu Nobi, Zeus, dan juga Paman serta Bibi. Itu yang paling penting sekarang.


Apa aku mencari adik Hasashi saja yah? Mungkin dia bisa membantu ku. Tapi, apa itu juga tidak terlalu beresiko. Astagaa, pikiranku buntu sekarang. Aku harus kemana dulu?


"Mamaaa... "


Key meletakkan tangannya pada jemariku.


"Mama ada aku, Mama bisa meminta bantuanku. Mama membawa ku kesini bukan untuk liburan. Aku akan menolong Mama untuk bertemu Papa"


Key tersenyum padaku. Astagaaa, putriku sudah dewasa ternyata. Dia begitu manis dan polos.


"Baik Key, tapi Mama tidak ingin membebankan mu sayang"


Aku menatap mata nya yang begitu tulus ingin membantu ku.


"Tidak Mama... Aku disini sudah melalui rintangan bersama Ken. Aku di culik dan Ken tertembak. Itu bukanlah kejadian anak-anak. Aku sudah dewasa Ma. Aku harap Mama mempercayakan ini padaku"


Key? Key di culik...


Maafkan Mama nak, Mama terlalu egois mementingkan harga diri Mama sebagai seorang istri dan wanita nya Hasashi. Sekarang aku sadar, aku telah memutuskan hubungan Ayah dan Anak. Tapi Hasashi? apakah dia menghargai kedatangan anakku?


Meskipun dia membenci ku, ku harap dia tetap menyayangi putri nya.


"Baiklah Key, sekarang Mama punya rencana baru karena cuma kamu yang bisa melakukannya. Tapi ingat, menyamarlah jadi orang lain. Mama tidak mau ada yang mengenalimu. Mama mencurigai seseorang yang dekat dengan Papa mu? "


Key mendengarkan ku dengan baik.


"Siapaaa Ma? "


Tanya Key antusias kepadaku.


"Nobi... kepercayaan Hasashi"


"Baik Ma, aku mengerti "


Anakku bukanlah gadis lemah, dia gadis kuat seperti ayahnya. Dia juga bukan gadis bodoh sekalipun dia masih polos. Dia adalah gadis yang cerdas seperti Mamanya. Akuuu...!


Setelah berbisik-bisik merencanakan sedemikian rupa. Aku menyuruh Key bersama Nenek untuk pergi berkunjung. Tak mungkin ku biarkan putriku sendirian. Pasti berjalan-jalan dengan seorang Nenek tidak akan menyebabkan pusat perhatian orang.


Sekarang biarkan istirahat, biar besok bisa menjalankan rencana dengan baik dan sempurna.


...----------------...


"Ma... Semua sudah siap kan. Aku berangkat yaa"


Key melambaikan tangannya saat akan pergi untuk naik kereta menuju desa dimana Nenek nya berada.


Aku membiarkan dia menjalankan misi ini, aku akan pergi ke perusahaan Ayah dengan menyamar. Ku harap aku bisa bertemu dengan beberapa karyawan yang ku pekerjakan dulu yang dimana mereka begitu setia bersamaku.


Aku menaiki taxi dan pergi ke perusahaan dimana tempat ku memimpin dulu. Jantungku berdegup kencang. Aku rasa Hasashi tidak akan berada disini. Dia tidak akan suka berdiam diri dan hanya menjadi bos untuk memimpin perusahaan.


Wah, aku bertemu Paman yang wajahnya sudah sangat menua. Dulu ia sangat tampan dan tubuhnya begitu ideal sebagai pria idaman banyak gadis. Sayangnya dia agak bodoh. Pekerjaan apa yang paman lakukan disini yah? Apa dia tetap menjadi bagian atasan di kantor ku ini?


Astagaaa, dia melihatku... Tidak jangan kemari kumohon.


"Halo Nona, sedang mencari siapa? Biar saya bantu"


Paman bertanya padaku. Dari baju yang ia pakai tidak terlalu rapi. Seperti nya dia sudah tidak berada di atas kantor lagi.


"Maaf, saya ingin melamar pekerjaan. Tapi sebagai OG (Office Girl) Apa ada lowongan pak? "


Aku sempat kebingungan harus berkata apa?


"Tentu saja Nak. Masuklah.. Disini tidak mencari orang yang muda. Umur seperti ku pun masih mereka pekerjakan. Kurasa kau ini masih muda dan cantik"


Dia menunjukkan jalan untuk masuk. Seperti nya dia tidak sadar bahwa aku adalah keponakannya. Dimana Bibi sekarang? Apa dia masih suka berfoya-foya dengan uang perusahaan Ayahku? Dasar tidak tahu diri. Ugrh, tahaaan.. Aku kesini hanya ingin mencari beberapa karyawan yang dulu setia padaku.