Who Am I ?

Who Am I ?
Kencan dengan Nenek



Chapter 42


~Kencan Dengan Nenek~


Seperti nya percuma mencari disini. Mama tidak menaruh di sembarang tempat. Atau mungkin ada di kamar nya yah. Di tempat persembunyian. Tapi di sebelah mana?


"Emm.. Ken, kita keluar dari sini"


Aku memberani kan diri untuk menatapnya dan mengajaknya bicara duluan setelah saling canggung dan mencari tak tahu ujungnya.


"Loh, kenapa? Kau lelah. Kau bisa istirahat dan bersandar di pahaku"


Dia menepuk-nepuk pahanya sambil mengedipkan matanya. Dasar otak mesum.


"Dasar Gila. Bukan, maksudku disini sepertinya tidak ada. Mama tidak menaruh nya disini. Mungkin di kamar"


Aku beranjak berdiri.


"APAAA?! KAMAR! Kau sudah tidak tahan Key? Jangan Key, aku masih polos"


Dia memundurkan langkahnya dari ku. Seperti menjaga jarak dari terkaman wanita buas. Gila apa!


"Iiihh, kau ini benar-benar berotak mesum yah! "


Aku tidak tahan dan mencubit paha nya.


"Hahaha. Bercanda... Lagian mana berani kamu mengajak ku begituan. Di kamar pula. Uhhhh Ooohhh Aaahh... "


Ken mendesah. Gila dia


"Keeeen.... Ih kau gilaaaaaa. Ayo keluar"


Aku menyeretnya yang masih terduduk di depan lemari.


......................


Aku melihat sekitar sudah aman, karena Nenek ternyata di halaman belakang merawat bunga-bunga nya. Kegiatan Nenek banyak sekali, dia tidak suka berdiam diri. Yaah... Nenek yang tidak bisa diam.


Aku mendorong Ken keluar dari ruangan kerja Mama. Dan membawanya ke halaman belakang.


"Hey... Hey... Bukankah kita ke kamar. Kok ke belakang? "


Memang dasar otak mesum. Aku mendorongnya dari belakang dan dia sedikit memberontak. Karena dia pikir pergi ke kamar bersamaku dan mencari bersama. Gila, tidak akan terjadi. Nanti kalau ketahuan Nenek bisa di nikahkan hari ini aku.


Biar dia memberontak sedikit aku ada ide cemerlang.


"Diamlah sebentar. Kau belum menyapa Nenekku. Biarkan dia tahu kalau ada tamuku disini.


Karena Nenek juga belum menjumpai tamu disini. Mana mungkin Ken tidak menyapa Nenekku.


"Baiklah baiklaaah, lalu kita pergi ke kamar berdua"


Dia sedikit menghindari dorongan tanganku.


"Tidak! "


Jawabku singkat dan tetap mendorongnya sambil berjalan.


"Lalu apa rencanamu?"


Ken pantas bertanya, dan ini waktu yang tepat sebelum sampai di tempat Nenek.


"Kau kelabuhi Nenek. Ajk dia berbincang. Tunggu sampai aku datang. Ketemu atau tidak aku pasti datang kesini"


"Heeey, bagaimana bisa aku malah kencan dengan Nenek mu? "


Ken memberontak. Hahaha... Setidaknya Nenek kan juga seorang wanita.


"Naah itu Nenek... Heeey Neeek.... Selamat siang"


Ucapku sambil melambaikan tanganku. Ken memutar kepalanya dan sedikit bingung menoleh kesana kemari. Tangannya Ken ku angkat dan ku lambaikan kepada Nenek.


"Ucap salam juga"


Bisikku sedikit sengit.


"Selamat siang Neneek... Hari ini cuaca nya bagus sekali"


Ken ku dorong kedepan agar lebih dekat dengan Nenek yang sedang menggunting beberapa daun mawar.


"Hay Nak. Temannya Key yah. Tampan sekali"


Nenek meletakkan guntingnya dan menghampiri Ken.


"Hehe, iya Nek. Aku temannya Key. Teman sekolahnya sekaligus teman dekatnya. Hehe"


Bicara apaaa dia. Awas ya kalau bicara aneh-aneh.


"Eh apa Key? ada yang salah"


Ken mengangkat bahunya.


"Kau mau bantu Nenek nak. Nenek sedang memotong beberapa daun. Dan belum memberi pupuk juga"


Nenek menyodorkan gunting pada Ken. Semoga Ken mau menerima. Ku mohon..


"Tentu Nek. Tapi aku tidak sehebat Nenek. Hahehe, bisakah Nenek mengajariku"


Wajah Ken berubah jadi jinak. Aneh sekali... Dia jadi lembut dan persis anak kecil yang manja.


"Nek, aku ke depan dulu ya. Aku bikinin cemilan sama. minuman. Daaa"


Aku pergi meninggalkan mereka berdua yang sedsng asik dan tidak melihatku sama sekali... Ha! tidak melihatku sama sekali? Benar-benar mereka berdua ini yaaa.. Bisa-bisa nya mereka tidak menengokku dan menjawabku. Eh, setidaknya jawab Iya gitu... Oke gitu..


Ah bodoh amat.


......................


Aku berlari ke kamar Mama yang pastinya di kunci. Dan aku bingung, kemana aku cari kunci nya. Aku ingat Mama punya kunci duplikat. Dia bilang untuk berjaga-jaga saat Mama sakit atau tidak berdaya di dalam kamar dan terkunci. A-ha... aku ingat.


Aku mengambil beberapa kunci duplikat di rak lemari atas. Banyak sekali kunci nya. Jadi harus sabar dan mencari kunci kamar Mama satu persatu.


Setelah sekian kunci aku coba, akhirnya aku menemukan kunci kamar Mama.


Cklek.


Aku masuk ya Ma.. Permisi


Ini kali pertama aku masuk kamar Mama dengan permisi lewat telepati. Begitu deg deg an rasanya. Biasanya masuk juga gak begini-begini amat.


Aku mencari brankas Mama yang seperti nya tidak sembarang tempat dia menaruh. Menurut Internet yang aku baca artikel-artikel tentang brankas. Biasanya di letakkan di belajang pigora foto, atau lukisan. Tapi Mama tidak ada lukisan di kamar. Skip...


Dan aku sempat membaca, katanya brankas itu di taruh di dalam lemari dengan tertutup kayu pelapis.


Aku buka lemari Mama yang terkunci juga. Ha! lagi-lagi terkunci. Oke, kunci duplikat..


Akhirnya aku menemukan kunci yang cocok untuk lemari Mama. Setelah aku membuka lemari Mama, aku meraba alas hingga dinding lemari. Dan benar sekali.. Aku menemukan lapisan yang aneh.


Tuk tuk tuk.. Bergeming


Sepertinya belakang lemari ini bukan dinding. Melainkan ada benda yang lain. Mama hebat sekali dalam menyimpan rahasia.


Mungkin Mama berfikir apabila ada musuh bisnis Mama tau apalah itu. Sehingga dia menyimpan di tempat yang aman begini.


Aku mencari cara membuka lapisan aneh itu. Aku menyalakan senter led ke arah lapisan itu dan aku menemukan lubang kunci yang amat kecil. Setelah ku cari di kunci duplikat ternyata ketemu juga.


Setelah terbuka, ku dapati brankas dengan kode. Nah ini yang tidak bisa ku buka dengan kunci-kunci duplikat ini.


Oke saatnya menggunakan kecerdasanku.


Aku berfikir keras untuk menemukan kode dari brankas ini. Jika di pikir kembali, kode yang Mama tidak akan pernah lupa adalah hari ulangtahun. Tapi jika itu ulang tahun Mama, musuh-musuh dalam selimut Mama juga pasti tahu. Ulang tahunku mungkin bukan ide yang buruk. Boleh deh di coba dulu.


Aku memasukkan kode ulang tahunku ke dalam. brankas iku.


Cklik..


Membuka!


MEMBUKAAAAAA...


Yes!


Tidak sabar aku melihat isinya. Semoga bukan uang ya Maa...


Disana terdapat lembaran kertas-kertas yang tidak ku kenali. Apaaa ini? Pasti Ken tahu ini kertas apa. Tapi itu bukan kertas yang aku butuhkan. Katanya Ken kartu keluarga. Yah...


Aku mencari dengan sangat teliti. Mataku sampai sakit. Ku buka lembaran demi lembaran. Lalu aku menemukan akte lahirku. Eh!


Telah lahir anak bernama Keysha Hasashi pada tanggal 15 Januari 2002 pada jam 17:50 di Tateyama - Jepang.


Nama orang tua :


Ibu : Amenda Yoi


Ayah : Doun Hasashi


Semua ini di tulis menggunakan hiragana. Karena aku bisa membacanya jadi mudah untuk ke telisik. Meskipun tidak semua bisa ku baca dengan baik. Hanya beberapa saja. Seperti tulisan angka dan nama.


Akhirnya sudah ketemu. Ini akan ku simpan dan ku tunjukkan besok pada Ken. Tidak sekarang!