Who Am I ?

Who Am I ?
Aku gadis pemberontak?



Chapter 9


~Aku gadis pemberontak? ~


Hahaha...


Sepertinya keren juga dapat sebutan gadis pemberontak. Memang sangat tidak pantas kalau dia panggil aku gadis anggun dan manis, meskipun aku sedikit manis sih. Tapi entahlah dimana letak anggun pada diriku. Seharusnya, Yang memiliki julukan gadis anggun si putri Sevhy. Wajahnya begitu tenang dan anggun. Untuk gadis sepertiku saja bisa begitu senang melihat dia, berjalan melintasi lorong dengan sedikit cepat. Wajahnya yang tenang dengan gaya berjalan yang juga tenang. Memang tidak salah teman-teman menjulukinya putri anggun. Eh, seharusnya aku juga berjalan cepat. Kenapa aku justru memandangi dia dari jauh.


Brak...


Akhirnya, bisa sampai juga di kelas. Berjalan menirukan si putri anggun memang sangat susah. Lebih-lebih aku berlari saja dari pada menirunya untuk menjadi anggun. Memangnya aku belajar anggun untuk menarik simpati siapa? hah! tidak ada kan.


"Kau dari mana saja, aku menunggu penjelasanmu sampai jam pelajaran ini selesai. Persiapkan cerita mu yang masuk akal". Aku mendengar bisik-bisik tetangga sekaligus ancaman yang mematikun. Uhhh, bulu kuduk ku merinding.


"Baiklah anakku semua, untuk jam berikutnya kalian persiapkan selagi saya keluar. Selamat siang". "Baik bu, Selamat siang... "


Bu Geyni meninggalkan ruang kelas dengan sedikit bersolek. Lihatlah, body nya sangat seksi dan berkelas. Tidak salah lagi kalau teman-teman menjuluki nya Bu seksi. Ahhh, sepertinya aku mengharapkan julukan juga. Lagian kenapa aku membahas julukan-julukan di sekolah ini. Bukankah julukanku sekarang gadis pemberontak. Bayangkan saja, aku memimpin pasukan ku untuk memberontak kan sebuah keadilan yang harus kami dapat dari bersekolah. Hahaha... Kedengarannya keren bukan.


"Key, kau senyam senyum sendiri... kenapa??" Eiry menyentakkanku ke luar dari alam bawah sadarku. "eh, sepertinya aku sedang melamun makanan-makanan enak di kantin nanti. Hehehe" aku mencari alasan yang tepat. "Perutmu memang tidak pernah kenyang ya Key".


Beep


Bunyi pesan dari ponselku, pasti ini Shin. Ku segerakan membuka ponselku.


"Key, apakau tak ingin melihat salju pertama turun. Semoga ia turun hari ini pada waktu malam". Shin selalu puitis, hanya ingin menanyaiku tentang salju pertama saja harus seperti menulis karangan sastrawan romantis.


"Tentu, kau mau aku menemani salju pertama bersama"


"Kau memang gadis pemberani dan cerdas. Ku tunggu nanti sore di taman dekat perumahanmu"


Aaahhhh, manis sekali... Tubuhku tiba-tiba hangat. Wajahku sedikit berseri dan memerah.


"Key, kau demam lagi yah? " Eiry memegangi dahiku yang katanya panas. Tapi katanya tidak panas. Gimana sih?


"Aku demam lagi? sepertinya hanya badanku yang terasa panas" dan lagi jantungku berdegup kencang seperti semalam. Duh, apa aku penyakitan yah.


......................


Aku berharap hari ini benar-benar salju akan turun untuk pertama kali. Berita tadi pagi memang sudah memprediksinya. Mungkin malam ini akan menjadi malam yang ramai diluar. Siapa yang tidak ingin menikmati salju pertama yang dingin bersama orang-orang yang membuat kita hangat. Dan banyak yang mempercayai, bahwa salju pertama bersama seseorang di percaya akan menjadi sepasang sejati. Jika itu pria, tentu saja kekasih sepanjang masa. Jika wanita sahabat yang tak terkalahkan oleh jarak.


Ups, sudah jamnya. Aku harus buru-buru mengganti baju hangat dengan mantelku yang hangat dan tebak. Uhhh, hangatnyaaa...


Aku keluar rumah dengan memakai sepeda keranjangku yang jarang ku pakai memang. Sepatu boot tak lupa untuk melindungi kakiku dari dinginnya jalanan.


Hossh... Hossh..


Dingin-dingin begini bersepeda ternyata bukan hal yang dapat direkomendasikan. Sungguh, nafasku jadi berat sekali. Wah, di dekat taman benar-benar ramai yah. Disini juga tidak ada tingkatan kasta. Semua orang bisa kesini dan membeli snack-snack enak yang tertata rapi di sepanjang jalanan. Aku harus beli satu makanan penghangat sambil menunggu Shin di sini.


Beep...


"Kau dimana Key? " Itu pesan Shin


"Aku beli cemilan gurita bakar di dekat lampu berwarna kuning. Tunggu yah, aku sedang mengantri"


"Oke, aku kesana. Pesankan satu untukku. Cumi-cumi saja"


"Dengan senang hati"


hemmm.. Sepertinya ini kencan. Hehehehe... Apa wajahku terlalu aneh untuk tersenyum di tempat umum begini yah. Hehehe, betapa menyenangkan sekali bisa merasakan kencan dengan pria idaman satu sekolah. Hehehee..


"Nonaa, permisi... Halo... "


"Oh my God. sorry Miss "


"Jangan tersenyum di sini sendirian nona, orang akan mengataimu psikopay berkeliaran"


"Maaf Bibi, aku hanya terlalu bahagia hari ini"


Aku melakukan jarak sedikit dengan kedai tempat makan itu. Malu kalau aku ada disana sambil menunggu Shin. Lebih baik aku berdiri saja, pasti Shin sebentar lagi.


Oouch.. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat tetesan salju yang pelan dan tidak begitu lebat. Memang benar, hari ini salju pertama ku tahun ini. Tapi dimana Shin, kuharap ia lekas datang dan menepuk bahuku dari belakang.