
Chapter 14
~Kemana pergi nya Eiry?
Setelah menunggu berjam-jam dengan panggilan 20 kali dia tidak menganggkat telfonku. Aku benar-benar cemas, kemana dia pergi tadi.
Beep
"Maaf Ry, kakakku menelpon ada keadaan mendesak. Aku baru bisa menghubungi mu. Jangan cemaskan aku, dan maaf aku belum bisa menceritakan tentang kondisi keluargaku sekarang. Yang terpenting aku baik-baik saja"
Pantas saja tadi aku tidak melihat mobil kakaknya. Ternyata dia sudah lebih dulu meninggalkanku. Mungkin saat para siswa gila berlari menghampiri gerombolan Ken, lalu Eiriy tidak sempat untuk memberitahuku. Tentu saja, itu terlalu berisik menurutnya
Yah, setidaknya aku legah akan hal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku Eiry!
Kalian penasaran pasti tentang aku, dan keluargaku. Sejujurnya aku berbohong tentang hal itu. Dan aku tahu, aku bukan sahabat yang baik untuk Keysha. Tapi, aku tak bisa membohongi perasaanku.
Saat gerombolan itu tiba, Shin menarikku ke tempat yang sepi. Dan dia mendorongku ke dinding, dia mendekatkan bibirnya. Dan dia menciumku.
"Emm.. Shin! "
Dia tidak mau melepaskannya, dia tetap menjiat dan memintaku untuk menuruti kemauan dia saat ini.
"Aku harus jujur pada Key, aku tidak ada perasaan padanya. Kamu menyuruhku untuk menemaninya beberapa hari ini. Tapi itu tidak semenyenangkan bersama mu".
"Shin, aku bukan kasta 1. Dan aku tidak mau keluargamu tahu tentang aku. Itu akan menjadi beban dalam hidupmu. Lebih baik keysha kan, dia gadis cantik dan dia kasta 1".
emm.. Dia mengecup bibirku sekali lagi. Sepertinya dia tidak memperbolehkanku untuk mengutarakan pendapat ini.
"Sekarang, apalagi yang kau mau. Kau ingin aku mencium Keysha seperti ini"
"Ya"
"Kauuu... keterlaluan sekali. Kau anggap aku ini apa? Kau tidak mencintaiku. Lantas kenapa kamu dulu menerimaku, dan menjalin hubungan tanpa memikirkan konsekuensi nya"
Aku terdiam.
Yah, aku sadar ternyata aku hanya benalu bagi Keysha. Aku hanya mampu menempel dan meminta bantuannya agar bisa bertemu Shin di pesta itu.
"Aku malu, karena jadi benalu pada sahabatku"
"Maka kamu harus jujur Ry, katakan saja yang sebenarnya. Cukuplah kita Backstreet seperti ini. Ayolah sayang"
"Aku takut, aku jadi bahan pembullyan. Aku tidak akan sekuat Keysha Shin. Aku sangat takut"
Shin memelukku dengan erat. Sepertinya dia mulai mengerti apa yang kurasakan selama ini. Mencintai pria idaman banyak orang dengan statusku yang hanya kasta 3. Sekalipun wajahku lebih baik dari mereka, tapi tidak dengan keuangan dan masa depanku.
"Maaf Shin, telah menyuruhmu untuk mencintai Keysha. Sejujurnya, aku cemburu"
Shin langsung sergap dan menciumku sekali lagi. Dia benar-benar seperti sedang panas-panasnya.
"Terimakasih, karena kamu sudah mengucapkan itu. Aku menantikannya. Selama ini, kamu tidak pernah merasa cemburu dan takut kehilangan aku. Bukankah itu berarti kau mencintai ku"
Aku mengangguk.
Shin menarikku dan mengajakku berlari lewat gerbang belakang. Dia memasukkanku dalam mobil nya dan mengajakku pergi menonton bioskop yang jauh dari kota ini. Tentu saja untuk menghindari bertemu dengan teman-temannya.
"Shin, apa kau menyukai gaunku saat di pesta Ken"
"Tentu saja Ry, kau wanita tercantik yang pernah aku temui. Lihatlah bibirmu itu. Rasanya ingin aku menggigitmu lagi dan lagi"
Pipiku memerah. Shin selalu mengatakan hal yang mesum begitu. Aku jadi sedikit malu dan salah tingkah. Ehm, aku membenarkan dudukku dan memegang tangan Shin, dan berkata...
"Aku mencintaimu".
Cciiiittt.....
Mobil tiba-tiba di hentikan di samping jalan. Dia menatapku dan menciumku sekali lagi. Ahh, Shin...
"Jangan begitu Shin, itu berbahaya".
"Ucapanmu lebih berbahaya sayang. Jangan sekali-kali mengatakan hal itu saat-saat begini".
Aku mengangguk. Dan kami meninggalkan kota untuk pergi ke kota berikutnya hanya untuk menonton bioskop dan berjalan-jalan biasa.