
Epilog
Back to school
Sekolah memang hal yang paling menyenangkan menurutku. Dimana aku bisa mengembangkan jati diriku menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya.
"Hey... "
Gadis cantik putri raja menyapa ku.
"Hey juga.. Kau senang liburan kali ini Eiry"
Tanya ku dengan wajah yang riang.
"Tentu saja gadis polos. Liburanku jauh lebih panas dan penuh cinta daripada liburanmu yang penuh aksi laga itu"
Aku kembali ke sekolah karena aku tidak mau pindah sekolah dan tidak menuntaskan sekolahku disini. Meskipun aku punya masalalu yang buruk dari sekolah ini, tapi dari sini aku telah bertemu dengan lelaki terkasih dan teman-teman baik.
...Saat di Jepang...
Mama pulih dari koma dan keluar dari rumah sakit. Mama kembali ke rumah Nenek Sanc hanya untuk beres-beres. Mama sangat ingin meneruskan perusahaan Kakek, yaitu perusahan Ayahnya Mamaku. Jadi, dia melepaskan perusahaan kosmetik dengan atas namaku. Astaga, bayangkan aku sudah jadi presdir di usia muda ku begini. Tapi, tentu saja Mama masih memegang kendali penuh. Hanya saja aku harus sering pergi ke kantor untuk mengecek beberapa orang Mama, patut di percayai atau tidak.
"Aku bersiap untuk membangun reputasi ku kembali di sini Ma"
Mama berbicara pada Nenek Hasashi.
"Tentu saja aku akan mendukungmu Yoi. Selama ini aku telah salah paham sama kamu. Telah melukai hati kamu. Mama begitu malu untuk mengakui, bahwa Mama salah"
Nenek sering menangis sekarang. Dulu, Nenek begitu angkuh dan sedikit jutek. Sekarang Nenek begitu lembut, memperlakukan Mama apalagi memperlakukan aku. Cucu yang selama ini di buang.
"Akankah kalian menikah lagi? "
Tanya ku dengan wajah polos.
"Tentu saja! "
Jawab Nenek mantab. Aku tersenyum lebar.
"Tunggu dulu. Kalian belum bertanya kepadaku"
Jawab Mama iseng.
"Sampai kapanpun, aku akan tetap mencinta orang yang sama. Menyayangi orang yang sama. Itulah kelemahanku"
Jawab Papa sambil menutupi wajah nya dengan koran yang ia baca. Ternyata sedari tadi ia juga fokus dengan perbincangan kami.
"Apa kau perlu dilamar lagi, Yoi... "
Papa menurunkan koran nya, dan menatap mata Mama.
Astagaa, yang kudapati adalah wajah merah Mama dan tingkah Mama yang tiba-tiba berubah aneh dan lucu.
"Aduuuduh.. Aku bukan anak muda lagi Hasashi. Aku sudah menjadi wanita tua begini"
Jawab Mama malu-malu.
"Sekarang atau 50 tahun lagi, kamu masih tetap Yoi muda dan cantik"
Mama semakin malu malu kucing.
"Astaga, kalau kalian ingin saling merayu, jangan disini. Ada wanita tua sepertiku dan gadis kecil Keysha. Dasar Abg tua kasmaran"
Jawab Nenek sambil tertawa geli meninggalkan kami.
"Neneeek. tunggu aku... "
Aku berlari menghampiri Nenek yang pergi dengan berjalan lebih cepat. Aku juga ingin meninggalkan mereka untuk memiliki ruang berbincang mesra berdua.
...----------------...
"Bagaimama kondisi orangtua mu Key"
Tanya Shin kepadaku, saat kami berkumpul di basecamp sekolah.
"Orangtua ku begitu manis, setelah sekian lama tidak mendapat kemesraan"
Jawabku dengan wajah memanas.
"Aku sangat ingin memiliki hubungan seperti mereka"
Eiry menjawab dengan mata melirik Shin dan tangan di tekuk seperti sedang berharap.
"Sungguh, kau ingin hubungan kita kandas di tengah perjalanan seperti orangtua Key"
Shin menjawab dengan candaan.
"Tentu saja bukan sebelah itu yang aku mau, lihatlah.. Mereka memendam rasa haus bercinta selama. bertahun-tahun demi menjaga kehormatan masing-masing"
Eiry begitu berharap akan pasangannya akan setia kepadanya.
Ken memutus perbincangan seru antara aku dan teman-temannya.
Astaga... Aku malu sekali dia panggil sayang begitu di depan orang banyak. Memang nya kita sudah berpacaran? sejak kapan yah? Aku tidak ingat dia mengajakku berpacaran.
"Hey, kok bengong... "
Ken mendapati diriku yang sedang melamun.
"Baiklah baiklah.. Kami tunggu di kantin yah. Nanti lekaslah kesana sebelum makan siang kalian habis di ambil para predator kelas 3. Hahahaha"
Harith tertawa dan meninggalkan kami.
"Jangan melakukan hal yang tidak senonoh disini, sewalah Hotel"
Gon selalu berbicara lepas kendali. Astagaa, siapa juga yang melakukan hal dewasa di sekolah. Memalukan.
"Padahal aku masih penasaran dengan cerita orangtua Key"
Luis berjalan pergi dengan perasaan enggan dan sebal.
"Maaf ya pangeran, kita bisa lanjut cerita nanti. "
Jawab Ken sambil mengusap-usap rambut Luis. Luis terseyum dan pergi dengan perasaan tidak menyesal. Astagaaa, mereka Homo? (laki-laki berpasangan dengan laki-laki)
Akhirnya tinggallah aku dengan Ken di dalam ruangan kecil dan rapi ini. Ken menatapku dengan mata yang begitu lembut. Dia mendekat padaku dan duduk di meja sambil mengapit kaki ku.
"Ken... "
"Sstt... "
Ken meletakkan jemari nya tepat di bibirku, dia membiarkan aku yang terduduk di sofa di apit oleh kedua kaki panjangnya. Sempit sekaliiii... Tidak bisa bergerak.
Aku membiarkan dia yang menatapku lamat-lamat dengan mata nya yang begitu menawan. Astaga jantungku.... Tidak terkendali. Aku seperti baru kali ini mendapat tatapan yang begitu panas.
"Aku begitu merindukanmu... Selama kau di Jepang, aku sangat takut kau tidak akan kembali kesini. Aku tahu, kau akan berhasil mendapatkan kebahagiaan keluargamu. Tapi sungguh, aku sangat berharap kau kembali kesini"
Ken meneteskan airmata nya. Hanya demi gadis jelek sepertiku?
"Kau.. "
"Ssttt... "
Lagi-lagi Ken tidak membiarkan ku untuk berbicara.
"Key, aku memang pria brengsek. Aku bukan pria baik yang pantas menjadi kekasihmu. Aku juga bukan pria romantis yang sangat kamu dambakan seperti Shin. Tapi, tapi aku.. Aku ingin kamu menganggapku pria terbaik dalam dirimu selama ini. Apa permintaan ini terlalu berlebihan Key? "
Genggaman tangan Ken semakin erat dan kaki nya yang mengapit kedua kaki ku juga semakin erat.
"Aku..."
"Sssttt.. "
Ken menutup mulutku lagi dengan jemari nya. Astagaaaa, lalu bagaimana bisa aku menjawab segudang pertanyaan nya itu? Dia mulai tidak waras yah...
"Ijinkan aku mencintai mu Key, dan ijinkan aku untuk menjadi pria terbaik dan melebihi si kunyil Shin itu. Aku tidak mau dia lebih baik dari ku di mata mu. Aku mau nya, hanya aku yang terbaik. Jika memang Shin masuk nominasi terbaik, ku harap akulah pemenangnya Key"
Hem... Baiklaah, dia memang pria yang brengsek. Tapi saat dia jadi Bucin(budakcinta) seperti ini lucu juga. Hahahaha...
Dia pria yang pencemburu seperti nya, dan itulah yang aku mau. Karena selama ini aku sangat tidak di perhatikan oleh orang-orang sekitar dan keluargaku. Di perhatikan pria tampan seperti dia adalah idaman semua wanita di sekolah ini.
"Hey, jawablah.. Kenapa diam? "
Ken mengoyak tubuhku yang sedari tadi memang sedang berbicara dalam hati.
"Ken, kau dari tadi membungkam bibirku dengan jari jemari mu. Lantas bagaimana bisa aku menjawabnya"
Ken langsung mendekat kan bibirnya dan memonyongkan bibirnya pada bibirku.
Dia mencium ku.
Dia memeluk tubuhku dengan begitu hangat, dada bidang nya begitu terasa. Dia memelukku begitu erat. Rasanya tubuhku dan tubuhnya menempel begitu erat. Kakinya yang mengapit kakiku, tangannya yang memeluk erat tubuhku, bibirnya yang ******* bibirku.
Aku tidak mendorongnya. Aku pun tidak memaksanya untuk berhenti. Aku membiarkan pria tampan ini mencium bibirku dengan sedikit ganas.
Ken...
I LOVE YOU..
...****************...
Haloo readers..
Syukur Alhamdulillah Author sudah melahirkan Baby Boy 😊👶
Sekarang Author sudah masa pemulihan dan bisa menulis kembali.
Beberapa cerita akan di update dan di sambung kembali. Silahkan tinggalkan komentar dan like nya yah 🥰🥰😍