Who Am I ?

Who Am I ?
Nenek Rindu Ken?



Chapter 44


~ Nenek Rindu Ken? ~


Kenapa Keysha lama sekali. Astagaa! Lama-lama aku bisa jadi tukang kebun di rumah Key.


"Ken.. Jangan melamun memotong bonsai nya. Nanti jadi tidak terbentuk"


Nenek melihatku dari jauh. Aku di suruh memangkas beberapa daun yang tak beraturan. Ini tanaman bonsai yang sangat bagus, tapi yang biasanya membentuk juga tukang kebun professional kalau di rumah. Eh ini Nenek Key sendiri yang memangkas. Tapi indah sekali jujur..



Di rumah kaca ini, aku di ajak Nenek untuk benar-benar menjadi tukang kebun. Memangkas daun, mengurai tanah, memasukkan pupuk, dan menyiram. Sampai badanku penuh dengan kotoran pupuk kandang.


"Keeen... kamu capek nak? "


Nenek menghampiri ku dengan sedikit tergesa-gesa. Mungkin karena aku melamun barusan jadi nenek mengira ku sedang lelah.


"Neneek.. Jangan berlari.. Aku tidak lelah. Sungguh.. Aku hanya kepikiran Keysha. Kenapa dia lama sekali? "


Aku menghampiri Nenek yang setengah jalan menuju padaku.


"Oh kau benar nak. Hahaha, Selama ini aku terlalu menikmati karena ada kamu yang menemani. Biar Nenek ke dalam yah! "


Nenek bergegas meninggalkan ku, Oh tidak. Jangan!


"Neneeeeekkk... Jangaan.. "


Nenek langsung menoleh ke arahku.


"Eh, kenapa Nak? Kau tidak akan merindukanku. Lanjutkan saja kegiatanmu"


Nenek berjalan lagi dengan pelan-pelan. Aku bergegas menghampiri nya.


"Neeekk... "


Ketika aku mendapati punggung Nenek. Sekejap ak menghentikan langkah Nenek dan memeluk nya dari belakang.


"Kau kan lelah, biarkan aku saja. Nenek duduklah sebentar di bangku taman ini yah.. Aku akan mempercepat langkahku. Oke Nek.. "


Nenek tersipu. Seperti nya memang disini tidak ada seorang Pria. Jadi semua begitu mudah terpesona oleh perilaku yang memberikan perhatian pada mereka. Terutama seorang perhatian dari lawan jenis.


......................


Aku bergegas meninggalkan Nenek dan mencari Keysha. Tapi aku tidak berani ke atas. Aku juga tidak tahu dimana kamar Mama nya Key.


Ah tidak peduli, naik saja. Pasti bakalan ketahuan kamar anak gadis dengan seorang Janda. Eh! aduh... Mulutkuuuu ini.


Setiba di lantai atas, ku dapati tiga ruangan yang bentuk pintu nya sama semua. Oh tidak, yang mana sih kamar Mama nya...


Aduh malas ah, aku turun lagi aja. Lebih baik aku ambik sendiri cemilannya daripada Nenek curiga kenapa dua anak tidak kembali-kembali.


Lebih baik aku menunggu Key saja, seperti nya dia sedang serius mencari. Mau dia menemukan petunjuknya atau tidak, dia pasti datang! dia sudah berjanji.


"Neneeeekk... "


Teriakku sambil membawa nampan pada Nenek yang ber isi biskuit kering dengan minuman segar.


"Apa kau menungguku terlalu Lama"


Aku duduk di samping Nenek.


"Tidak anak muda.. Kau baik sekalii... "


Nenek mengusap-usap rambutku seperti mengusap bulu anjing. Oh my God!


"Hehe... Terimakasih Nek. Ini juga karena kau telah baik mengajari ku"


Aku tersenyum manis pada Nenek.


"Uuhh, aku semakin gemas. Setelah selesai makan cemilan..."


Nenek terbatuk


"Eh, setelah selesai makan cemilan? duh. Nek pelan-pelan. Minum dulu ya.. "


Apa? setelah selesai makan cemilan, melanjutkan berkebun.... Oh tidaaakk.. Keeyy.... Tolong cepatlah keluar.


"Ehhmm.. "


Nenek berdehem.


"Maksud nenek, kita bereskan alat-alat yang ber serakan tadi ya. Nenek terlalu tua untuk membereskan sendiri"


Nenek berbicara sambil menepuk-nepuk dada nya.


"Oh Siaaaap Komandanku"


Aku berdiri tegak sambil mengangkat tangaku hormat padanya.


Yah.. Inilah yang aku mau. Membereskan semua nya dan lekas pergi meninggalkan Nenek. Aku lelah harus berkencan dengan Nenek. Huftt...


......................


Key datang dengan senyum bodohnya. Dia lama sekali Tuhaaaaan...


"Hay cantik.. kemarilah, makan beberapa cemilan"


Senyum lelah ku yang ku buat-buat.


"Seperti nya kau sangat lelah Ken. Nek, apa yang kau lakukan pada Ken? "


Key tampat mengkhawatirkan wajah lesu ku.


"Nak, kau lelah bersama Nenek"


Nenek menyahuti Keysha.


"Ooohh, tentu tidaaak... Nenek telah mengajariku begitu banyak merawat bunga. Hahahaha"


Aku merangkul Nenek dan Keysha sekaligus.


"Ken, sebaiknya kau pulang. Besok kita beraksi"


Key berbisik di telingaku. Aduh geli nya..


"Aduh GELII.. "


Spontan aku berjingkit.


"Kenapa Nak? "


Nenek tampak bingung.


Duk..


Key menginjak kaki ku.. Duh, dia yang menjilat telingaku, dia juga yang menginjak kaki ku.. Aku harus sabar menghadapi para wanita ini. Sabaaar, sabar..


"Baik-baik... Saatnya pulang Key, Nek.. Seperti nya Kakak akan memarahi ku jika bermain terlalu lama"


Aku berpamitan pada mereka.


"Yaaaa... Sampai jumpaaaa besookkk"


Ucap Key begitu keras. Hei, jelas-jelas aku masih berjatak dekat dengan dia. Keras sekali!! Seperti kode benar-benar mengusirku. Lagian aku juga lelah sekali, jadi tukang kebun seharian. Tidak masalah...


Asalkan bisa dapat ciuman gadis polos itu. Heheheheee..


Wajahku tersenyum mesum begini, kalau Key tahu pasti dia sudah menimpukku dengan sepatunya yang berat itu.


Aku bergegas kembali ke mobil dan pergi meninggalkan kediaman rumah Key.


Beep


Pesan masuk.


Keysha :


Besok persiapkan untuk ke Jepang. Tujuan kota Tateyama. Tapi aku tidak tahu Tateyama itu sebelah mana. Ku mohon carilah sesuatu tentang kota itu di Jepang. Aku tunggu kabarmu!


Hem.. Jadi Key langsung mengajak berangkat besok. Seperti nya usahanya tidak sia-sia saat mencari Surat keterangan tentang keluarga dia.


Ke Jepaaang!


Liburan panjang bersama Key tanpa Nenek.


Akhirnyaaa... Yang ku tunggu-tunggu. Heheheee


Sewa hotel tidak yah? Apa Motel saja?


Cukup-cukup! Tancap gas mobil bergegas pulang.


Brmmmmm


......................


Huft... Kamarku... Baru kali ini aku merindukan rumah. Biasanya aku benci pulang ke rumah. Apalagi Mama sama Papa saat di rumah membuatku semakin benci ke rumah.


Sebaiknya aku tidak mengabari Shin kalau besok aku ke Jepang. Nanti dia minta ikut. Aahh, tidak tidak.. Nanti Shin bakal mengganggu ku. Dia pasti mengajak Eiry. Malah mereka yang bermesraan nanti.


TIDAK!


Itu tidak akan terjadi.


Oh ya, bukannya Tateyama itu kota budaya di Jepanh. Bahkan Key tidak tahu tentang hal itu. Dia gunakan apa uang nya selama ini? Kok bisa tidak tahu kota-kota di luar negeri. Apa dia sungguh menetap di negara ini tanpa pergi ke negara lain?


Dia itu... Tidak tahu cara menghabiskan uang apa memang pelit yah?


Ah gak tahu ah... Bukan urusanku juga. Setidaknya aku tahu sedikit tentang kota-kota terkenal di Jepang. Yaa, meskipun Tateyama bukan kota yang terkenal, tapi kebudayaan nya disana sangat alami. Jadi rindu pergi ke Jepang.


Saat-saat bertemu dengan gadis Jepang yang cantik ituuu, aaah... Aku jadi teringat dadanya yang besar dan menjulang.


Aduh, tidak tidak tidak... Aku berfikiran apa siihh?! Jelas-jelas ada Keysha. Kenapa tiba-tiba teringat gadis Jepang waktu itu?


Aku akan kabari Key setelah semua persiapan selesai. Penginapan, tiket, dan lain-lain. Semangattt