
Chapter 69
~Mama Amenda~
Aku berjalan memasuki ruangan untuk lamaran kerja yang katanya aku akan menjadi seorang Office Girl di perusahaan ini. Jelas-jelas ini adalah perusahaanku, malah aku yang jadi jongos nya. Tidak masalah, selagi aku bisa menyelidiki di dalam dengan sangat mudah.
Aku memasuki ruangan dimana aku di wawancarai oleh HRD. Aku tidak kenal dengan pegawai ini, mungkin dia pegawai yang telah di rekrut ulang oleh Hasashi. Aku yakin, kenapa Paman yang tadi menanyaiku justru tidak mengingat ku? Pasti dia sudah pikun. Entahlah jika Bibi Yang bertemu denganku. Dia pasti ingat meskipun bentuk tubuh, wajah, rambut ku sudah berubah dari seseorang gadis polos menjadi wanita karir begini.
Aku di ijinikan bekerja bukan karena aku memiliki surat pengalaman atau yang lainnya. Melainkan aku cantik! yah.... Pegawai yang mewawancarai ku seperti nya tipe orang yang berotak mesum. Dia melihatku dari bawah sampai ke atas.
Aku tidak peduli dia mata keranjang atau tidak, aku masih bisa jaga sikap dan jaga diriku sendiri. Aku mulai di suruh untuk membersihkan beberapa ruangan. Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk menemukan berkas-berkas yang tersimpan di dalam perusahaanku.
Aku yakin, Hasashi tidak akan berada disini. Dan dia juga tidak akan mencari sesuatu yang bahkan dia tidak tahu. Aku belum menjelaskan apapun, dia sudah sangat membenciku dan enggan melihat wajahku.
Bagaimana aku bisa meminta pertolongan orang yang bahkan trauma saat melihatku?
"Gadis, kau bersihkan ruanganku juga ya. Aku akan makan siang terlebih dahulu"
Si pegawai itu menyuruhku. Lihat saja saat aku kembali kesini dan mengambil kendali perusahaanku. Aku akan memberimu pelajaran.
"Baik Pak. "
Aku segera meninggalkan dia. Tapi dia memegang tanganku. Astagaaa.. Berani sekali diaaa..
Dia meraba dan mengelus-elus tanganku dengan senyum genit dan mata mesum nya. Jelas-jelas aku tidak berpakaian seksi hari ini, aku juga tidak mengundang godaan pada laki-laki berhidung belang ini. Jelas ini adalah pikiran dia yang kotor dengan membayangkan hal-hal yang tidak senonoh.
"Permisi Pak, saya ingin lekas bekerja"
Aku berusaha menyunggingkan senyumku meskipun berat. Uugghhhh.. Jijik sekali rasanya haris berhadapan dengan Pria mesum begini.
"ouhh, Sorry gadis manis. Aku akan meninggalkanmu. Sampai bertemu nanti. Bye Bye... "
Iyuhh, dia melambaikan tangannya padaku dan mengedipkan satu mata nya. Iyuh.. Astagaa.. Kenapa ada orang yang begitu percaya diri bahwa dia sungguh bisa menggodaku.
Mulai ku jalankan saja misiku untuk mencari berkas dimana di selipkan beberapa bukti tentang pembunuhan orangtua ku. Aku yakin pasti ada di dalam perusahaan ini yang bahkan dulu tidak terpikirkan olehku. Ini bukan semata-mata mencari siapa pembunuh orang tuaku. Melainkan hubungan antara pelaku pembunuhan orang tuaku, serta pelaku pemerkosaan diriku yang di rekam dulu.
Aku harus memperbaiki nama ku demi Key, anakku!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selain itu keadaan di rumah Nenek Hasashi...
Aku sudah berjanji pada Mama, untuk mempertemukan Papa dengan Mama. Agar Mama dapat menjelaskan kepada Papa apa yang sebenarnya terjadi pada Mama seutuhnya bukan keinginan Mama. Papa benar-benar percaya bahwa Mama adalah orang yang jahat dan tidak setia. Aku sedih atas keangkuhan Papa ku sendiri. Dia terlalu memegang prinsip nya sebagai pria yang sejati. Sayangnya itu justru membutakan cinta mereka.
Aku sudah membujuk Nenek untuk membiarkan Papa bertemu dengan Mama. Mama sudah mengirim pesan agar Papa pergi ke perusahaan Mama. Karena Mama sudah berada di dalam perusahaan dengan aman. Entahlah, apa yang Mama perbuat sehingga ia bisa masuk dan berdiam diri di dalam perusahaan dengan aman. Aku yakin bibi pasti masih berada dalam naungan perusahaan Mama. Sekalipun yang katanya Paman sudah berubah status menjadi seorang pegawai kepala satpam.
Aku dengan senang hati bermain disini dengan Nenek-nenekku. Tidak ada perasaan tertekan atau sedang menjalankan misi. Karena ini seutuhnya tulus kulakukan demi Mama. Demi membangun reputasi Mama ku yang buruk di negara asalnya. Aku yakin Mama pasti bisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku sudah menemukan berkas-berkas tentang nama pelaku yang membunuh orangtuaku. Ini sangat mudah ketika aku menghubungi Zeus untuk ku mintai pertolongan, mencari siapa kah orang ini. Jelas dia adalah anggota dari genk mafia yang di bayar pribadi. Bukan atas dasar permintaan grup legal Mafia, melainkan perseorangan. Dan aku tahu nama itu? ini akan lebih jelas ketika aku bertanya pada Hasashi. Apa maksud dari anak buahnya yang selalu bekerja sama dengan Bibi ku ini.
Beberapa jam aku menunggu, aku tetap berada dalam ruangan dimana Hasashi akan datang kemari. Aku tidak akan menampakkan wajahku, aku menutup wajahku dengan topeng mata berkilat warna merah menyala dengan bibir yang kupoles dengan warna merah menyala pula. Rambutku telah ku kuncir rapi dan baju keseluruhanku gelap dengan setelan jaket kulit hitam dan sepatu boot hitam. Ini sudah kupersiapkan sebelum aku kemari.
cklek..
pintu ruangan terbuka.
Aku tetap santai duduk di kursi kerja dengan ku hadapkan pada jendela besar. Aku tidak memindahkan kursi untuk melihat ke arah siapa yang datang sekarang. Aku tetap berada di depan kaca besar ini.
"Siapa kau? "
Suara ini... Suara ini adalah suara pelaku pembunuhan orangtua ku. Astagaa, aku tidak menyangka yang datang adalah dia. Bukan Hasashi.
Aku harus tetap tenang dan diam. Tapi dia pasti sudah melihat nama dan wajah yang terpampang jelas bahwa itu adalah dirinya.
"Kau detective? untuk apa kau membuka semua kedokku? "
Dia mendekat, dengan kaki-kaki yang tegap dan cara dia berjalan dengan sangat mantab. Astaga, aku semakin gugup.
"Aku yakin, kau pasti mengenal orangku. Kau pasti mengenal tentang Genk Mafia Road. Sehingga kau bersusah payah untuk membuka kedokku disini"
Aku semakin gemetar. Aku takut, aku akan di bunuh disini, ketika ia tahu aku adalah istri dari Hasashi. Dia sangat membenciku karena alasan pribadi nya yang begitu kuat.
Jelas-jelas aku sudah mengirim Key pesan bahwa aku sudah siap untuk Hasashi. Dan Key membalas nya oke! Tapi kenapa setelah berjam-jam aku menunggu justru dia yang datang. Aku harus menghubungi Key sebelum dia semakin dekat dan melepas topeng ku!
"Key... Dimana Hasashi? Sekarang Mama sedang di pergoki oleh anak buah Hasashi. Sampaikan pesan Mama agar lekas dia datang kemari. Mama tidak akan bisa di hubungi lagi untuk beberapa saat. Mama butuh pertolongan, cepat! "
Send...
Pesan telah ku kirimkan pada Key, sekarang yang ku butuhkan hanyalah mengulur-ngulur waktu.
...****************...
Halo reader's..
Mohon maaf karena author sekarang sedang hamil tua dan menunggu kelahiran akan dedek bayi kami yang pertama.
Saya usahakan tetap up sekalipun harus mencicil menulis sedikit demi sedikit.
Doakan agar semua nya lancar, dan bisa lekas up setiap hari lagi 🥰🥰🥰🥰