
Chapter 23
~Akal busuk kawanku~
Urgh... Masih pagi begini kok bisa gak semangat sama sekali yah. Biasanya kalau hari libur begini, pasti temen-temen ngajak makan bareng nih. Mancing di danau sambil bangun tenda, lalu di bakar dan di makan bareng-baren.
"Ken, ayo lekaslah masuk ke dalam. Masih banyak yang harus aku ajarkan"
Dan aku tidak pernah bisa menolak apa yang kakak mau. Jujur, kakak orang yang disiplin dan pekerja keras. Tapi aku? sangat menyebalkan jika harus melewatkan masa muda yang indah begini.
kriinnggg....
kriinggg....
Hah, telfon rumah? tumben sekali ada telfon di rumah.
Biarlah kak Roy yang mengangkat.
"Halo? dengan keluarga Borg"
"Halo, Apa Kenborg nya ada?"
Ha? Samar-samar suara wanita sepertinya. Siapa yah? Jadi pengen nguping banget.
"Ken, ada yang nyariin kamu. Kesinilah"
"Aku? "
"Bergegas"
"Sebentar, ini dengan siapa ya? "
"Saya Roy, kakaknya Ken"
"Kebetulan sekali, saya Keysha kak. Saya mau mengajak Ken mengerjakan beberapa tugas. Karena Ken terlalu sibuk, jadi susah menghubungi Ken"
"Oh, keysha? Sepertinya saya tahu nama kamu di komputer. Kamu kan si peringkat pertama itu. Betulkan! "
"A-ha, betul sekali kak"
"Okeh, kamu ajarkan banyak hal tentang dia. Termasuk dunia berbisnis. Kau pasti dari kasta 1 kan"
"Jadi, saya kesana atau Ken yang harus datang nih kak"
"Kamu kesini aja dulu, kamu ke rumah. Saya kirim alamatnya yah"
A-ha, setidaknya aku ada temen buat ngobrol nih. Tapi, kenapa Keysha tiba-tiba mengajakku belajar bersama.
Beeep
"Ken, Keysha sudah menelpon kan!! Kami menyelamatkanmu bro"
Jiyaaaahahahahha.. Senengnya, ternyata itu ide kawan-kawanku.
"Oke bro, kalian kesini semua yah. Jangan lupa bawa Pop mie pedas kita makan bareng"
Beberapa menit kemudian
Ting tong...
"Bibi, tolong pintu ruang tamu di buka kan yah. Sepertinya itu teman Ken sudah datang"
"Baik pak Roy, Permisi"
Setelah semua masuk ke dalam rumah
"Eh, kalian bawa tas semua? Kok seperti mau kerja kelompok yah"
"Sudah lah kau diam saja dulu Ken. Ini demi kau, liburan tanpa kau rasanya sepi banget. Gak ada yang resek"
"Eh, jangan kenceng-kenceng Harith. Mana kak Roy Ken? "
"Di ruang kerja. Kita ke atas aja Ke kamarku"
"Eh, aku? "
"Hem, ceweknya cuma satu yah. Eh, kenapa sahabatmu gak di undang aja sekalian"
"Ide bagusss"
Shin menjawab dengan lantangnya. Tentu saja aku tahu, kalau Keysha mengajak Eiry dia yang akan kegirangan. Yah terserahlah, yang penting aku gak sama kak Roy selama berjam-jam. Itu seperti membunuhku secara pelan-pelan.
Keysha menelpon Eiry, dan tentu saja Eiry langsung menyetujuinya. Eiry datang setelah beberapa menit kami menunggu. Dia datang naik taxi. Mungkin karena tidak ada yang mengantar dia.
"Permisi, apa saya beneran di undang kesini"
Eiry masuk ke rumah dengan malu-malu.
"Tentu saja, kau kan pacarnya Shin"
"Hey Luis. Bukankah Shin itu pacarmu? "
Oh tidaaak.. Luis bodoh sekali. Memang dia laki-laki bermulut wanita.. Bagaimana bisa dia mencomberkan rahasia bersama.
"Bagaimana mungkin Luis lupa, dia kan suka begitu. Hahaha"
"Ohoo, iya lupa... Shin sayangku... Peluk akuu, kemarilah"
Hemm.. Amaaan. Sepertinya Keysha terkecoh dengan ini.
"Ayo, masuklah ke kamarku sekarang juga. Kita berpesta sekaraaang. Eh! Belajaarrr sekarang"
Duh, nanti kalau kakak denger bisa mati aku.
Saat berkumpul di kamar. Aku sudah menyiapkan panci listrik untuk memasak air panas. Kami siap makan bareng. Aku siapkan minuman banyak di lemari es ku yang mini. Ada minicake, ada buah, ada yogurt. Karena aku tidak tahu Keysha suka cemilan apa. Eh, kok Keysha. Maksudku teman-temanku.
"Wah, kamarnya besar banget"
"Jangan norak Ry, kamarku juga bagus. Kau mau ke kamarku juga"
Shin....
Kenapa dia kentara sekali kalau lagi pacaran. Duh, Shin lupa kali yah kalau ada Keysha.
"Key, kau mau mie yang mana"
Setidaknya aku harus mengalihkan perhatian Keysha dari Shin. Sepertinya Shin tidak mau tahu tentang perasaan Keysha. Mau dia sakit hati, kecewa, sedih, gelisah bodoh amat. Tapi, kenapa aku yang kasihan yah.
Kasihan kamu Key, perasaan kamu sepertinya bener-bener polos. Jadi tidak tega kalau disakiti. Bagaimana pun aku juga bisa membedakan perempuan baik-baik dan tidak. Karena pengalamanku tentang wanita sudah banyak. Jadi kentara sekali kalau Key terlalu memakai perasaannya untuk menyukai seseorang.
"Eh, iya Ken. Aku suka nya yang mie keju. Enak banget loh"
"Carbonara, yaelah.. Jangan mie keju kali Key"
"Hehe sorry, lupa namanya"
Hem, lihat Eiry dan Shin. Mereka sedang bercanda. Mungkin Eiry sedang menghindari Shin, terlihat dari senyumnya yang di paksa. Tapi Shin sepertinya terlalu mendesak Eiry.
Yah, ku akui Eiry memang cantik sekali. Dia blasteran dari Eropa dan Asia. Sehingga wajahnya putih bersih seperti kulit orang Asia. Dan rambutnya sedikit pirang dengan menggantung menggelombang. Sayangnya, dia sama seperti wanita-wanita ku, dan aku kurang tertarik. Tapi Keysha terlihat berbeda dari wanitaku. Memang dia tidak terlalu cantik, tapi dengan tubuhnya yang mungil memang menjelaskan dia keturunan Asia. Mana ada orang Asia setinggi orang Eropa. Tapi, dari situ dia terlihat berbeda.
"Waaah, enak banget bro mie nya. Uh, pedes gilaaaa"
"Jangan sering makan pedes, nanti perutmu sakit"
"Goon, perhatian sekali dirimu"
"Luis, kau makanlah mie ini. Jangan terlalu menjaga tubuhmu. Lagian sekali-kali makan mie juga gak papa kan"
Luis memang keturunan bangsawan. Dia jarang sekali makan-makanan yang sembarangan. Kalau tidak di masakkan oleh koki di rumah, atau restoran dengan kebersihan yang sangat bagus.
Hem, kalau aku sih makanan apapun sekalipun itu di pinggiran jalan. Yah, karena itu aku suka sekali berjalan-jalan di dekat taman yang banyak penjual makanan itu. Cemilannya banyak, dan enak-enak lagi. Harganya murah jadi bisa dapet cemilan banyak. Eheh, bukan berarti aku si kaya yang pelit nih.
Setelah berjam-jam ketawa bareng temen-temen. Mungkin ini sudah saatnya mereka pulang.
"Hey, thanks ya guys"
"Tentu, jangan sungkan bro"
"Aku balik ya Ken. Daaa"
"Key, yogurt yang kamu suka bawa aja semua. Di kulkas dapur masih banyak"
"Jangan Ken. Malu dilihat temen-temen"
"Kalau begitu, kau pulang telat aja. Biarkan temen-temen pulang"
Dan setidaknya Shin sudah keluar dari rumahku untuk mengantarkan Eiry pulang. Daripada Keysha melihat Eiry menaiki mobil Shin, dan aku yakin Shin akan memaksa Eiry untuk ikut bersama dia. Kasihan kan Keysha jika dia harus melihat mereka berdua pacaran.
"Karena kamu menyimpan banyak minumam yogurt, jadi aku mau pulang telat"
"Kau benar-benar perempuan pemilih"
"Maksud kamu? "
"Yaaah, kau lebih memilih yogurt daripada pulang bareng temen-temen. Hahaha"
"Ih, apaan sih. Oke, aku pulang nih. Daaa"
Eeeeits...
Gak sengaja banget, tangannya Keysha aku tarik. Sehingga dia ikut ketarik dan maju selangkah di dekatku. Yah, dia mendekati wajahku. Coba lihat dengan seksama. Memang benar-benar mulus kulitnya. Bibirnya yang indah itu, rasanya ingin lebih ku dekatkan lagi. Dan matanya terbelalak semakin terkihat mempesona. Ku raih pinggangnya, dan ku mantapkan tubuhku menempel dengan tubuhnya.
Ku dekati bibirnya dan dia sentak mendorongku dengan pipi memerah
"Oh sorry"
Dia hanya terdiam. Sepertinya dia shock!
Tunggu, apa ini ciuman pertama nya? mungkin benar dia tidak pernah di sentuh pria. Coba lihat ketegangan di tubuhnya. Kentara sekali.
Ohhh tidak.. Tidak seharusnya aku menodai gadia lugu ini. Pria brengsek sepertiku, tidak baik melakukan perbuatan yang akan merusak dia.
"Mana yogurt ku. Aku mau yang rasa strawberry. Aku akan telfon taxi. Karena tadi aku di jemput Harith"
"Oh jangan, biarkan aku yang mengantarkan. Yuks"
"Emm, okeey"