
Chapter 25
~Demi Keysha ~
Saat Ken menelfon, jantungku benar-benar dag dig dug. Tapi kenapa tiba-tiba dia menelfon ku yah. Aku angkat aja ah, penasaran juga.
"Hallo? dengan siapa?."
Pura-pura tanya aja ah, biar gak ketahuan kalau sudah menyimpan nomernya Ken.
"Oh ya, ini aku Ken. Ini Key kan. "
"Iya betul. Ada apa lagi Ken? Apa ada barangku yang tertinggal di rumahmu? "
"Ada! "
Eh, adaa yah! Coba ku ingat kembali. Sepertinya gak ada barang yang tertinggal. Aku juga gak bawa se isi kamarku kesana. Ponsel juga sedang aku pegang.
"Emangnya apa yang tertinggal Ken"
"Your smell "
Eh, berani dia gombalin aku yah..
"Berani kau Ken"
"Hahaha, tapi memang bener kan. Bau badanmu ketinggalan di kamarku. Aku jadi harus extra beres-beres kamar nih. Biar gak bau kamu"
"Emangnya aku bau apa an? "
Eh aku bau apaan yah, perasaan tadi aku sudah mandi deh. Apa bener yah bau badanku ketinggalan. Ku coba cium ketiak ku, dan bau nya gak bau banget kok. Orang aku pakai deodoran juga.
"Hahahaha.. aku bercanda kali. Kau ini polos sekali yah. Rasanya pengen aku terjang aja"
"Maksud kamu? "
"Engga.. Oh ya, aku telfon kamu mau ucapin thanks untuk pengorbanan kamu. Yah, aku tahu itu demi Shin. Tapi aku lah yang tertolong disini"
"Kau yakin Shin tidak menyukai ku"
Aku masih memikirkan hal itu, seperti gak percaya aja. Dia kan selama ini baik banget.
"Aku tidak akan mengatakannya untuk kedua kali Key. Pikirkan sendiri dan ikuti kata hatimu saja. Yah, kau tahu kan aku teman dekat Shin. Aku lebih tahu dari siapapun bukan? "
Iya juga sih, bener apa kata Ken. Seharusnya aku tidak meragukan kata-kata nya. Tapi, apakah Shin sudah punya pacar yah. Kalau gak punya, kan barang kali dia bisa merubah perasaan nya karena terbiasa denganku.
Apa aku coba dekati dia saja yah, membuatnya nyaman dan membuat dia jatuh hati padaku.
"Ken, kalau aku berusaha bagaimana? "
Apa menceritakan pada Ken keputusan yang benar yah.
"Untuk apa lagi? "
"Siapa tahu dia mulai menyukai ku karena terbiasa bersama. Nanti kalau kau butuh bantuanku. Aku akan datang bersama Shin juga. Ya kan! "
"Hem, tidak semudah itu Keysha. Kau pikir ini pelajaran yang mudah kau pecahkan itu"
Memang apa bedanya. Aku pernah baca artikel, katanya cinta itu datang karena terbiasa. Ya kan! Apa aku salah lagi yah.
"Yasudah lah, semoga aku bisa lekas move on dari dia. Aku harap kamu mampu menyimpan rahasia ini dari Eiry dan teman-temanmu itu"
"Eh kenapa? "
"Aku malu tauu! Cinta pertama ku masak tak terbalaskan begini"
"Oh, okey-okey.. Setidaknya kau sudah berusaha yang terbaik. Apapun pilihan Shin, itu adalah jawabannya"
"Iya, thanks ya Ken. Berkat kamu mungkin aku tidak terperosok terlalu dalam"
huft.. Lega juga ngobrol dengan Ken walaupun sebentar. Aku ternyata butuh solusi untuk mengatasi semua ini. Tapi kenapa aku tidak menceritakan saja pada Eiry yah. Hem, kalau aku ceritakan nanti dia menertawakanku lagi. Cupu sekali aku ini.
Ku harap Eiry tidak tahu bahwa hubunganku dengan Shin sebenarnya bukan apa-apa.
......................
Di sekolah
"Hey Key, mantab liburan kemarin di rumah istana. Hehe"
"Yah, setidaknya kita sudah bersenang-senang kan Ry"
"Oh ya, terimakasih juga yah Key. Sudah mengenalkanku pada teman-teman Ken yang super itu. Kau tahu, aku ini gadis malang kasta 3. Ngobrol dengan mu saja aku sudah sangat beruntung Key"
Eiry selalu berlebihan, dia merasa dirinya sangat tidak beruntung. Padahal dia sudah punya aku, sahabat sejati yang selalu ada untuknya.
"Hahaha iya benar"
Eiry kalem sekali dan anggun. Dia memelukku dengan begitu riang. Menandakan dia memang begitu lemah dan butuh sandaran hidup.
Saat di kelas
"Eiry, kamu ke kantor guru sebentar yah"
Ibu guru kenapa menyuruh Eiry ke kantor jam pelajaran begini yah. Selama ini aku benar-benar penasaran. Aku ikutin aja ah, mumpung gurunya juga kesana kan.
"Baik bu"
Eiry meninggalkan kelas bersama bu guru, dan aku menyelinap dari belakang. Semoga dia tidak tahu. Dengan ekspresi Eiry yang tegang, sepertinya tidak akan ketahuan. Ini pasti aman dan berjalan lancar
Mereka memasuki ruang guru, aku harus ikut masuk. Tapi kemana yah?
Oh iya, aku pura-pura cari absensi aja nanti kalau ketahuan.
"Ry, Spp kamu menunggak yah. Padahal sudah di potong 25% loh nak"
"Iya Bu, mohon maaf karena travel orangtua saya sedikit mengalami masalah"
"Kalau bukan kamu, mungkin sudah di DO dari sini. Ibu sangat menghargai kerajinan kamu di sekolah ini"
"Baik bu, bulan depan orang tua saya akan melunasi nya langsung. Tapi tidak bulan ini ya Bu"
"Baiklah ibu mengerti. Sekarang to long bawa dokumen ibu yang di laci sana yah. Itu juga bisa kamu bagikan dulu. Karena ibu mau mengurus Spp kamu dulu"
Jadi, jadi... Eiry benar-benar gadis yang malang. Kupikir dia hanya menghemat karena orang tuanya hanya cukup membiayai sekolah dan kuliah kakaknya. Ternyata kurang yah. Ya ampun Ry, kenapa kamu gak crita aja sama aku sih?!
Aku harus bicara dengannya nanti di kelas. Aku pergi meninggalkan Eiry yang masih sibuk dengan tugas yang diberikan bu guru tadi. Aku harus lekas kembali ke kelas sebelum Eiry.
Nah itu dia datang!
"Ry, ada apa? "
"Oh itu Key, Bu guru menyuruhku membawakan dokumen ini"
"Kau benar-benar seperti budaknya Bu guru"
"Hey, jangan bilang begitu. Ini namanya mengabdi kepada guru Key"
Aku harus bicara sekarang!
"Ry, selain mengabdi apa ada alasan lain menjadi asisten guru"
Lihat kan, dia sedang memutar bola matanya kekanan dan kekiri seakan mencari alasan.
"Emm tidak ada sih. Itu saja"
"Kau yakin! Baiklah.. Biar aku yang bicara. Aku tahu, menjadi asisten guru mendapat potongan Spp 25% kan"
Eiry terdiam, wajahnya memucat. Seperti rahasia yang dia simpan sendiri selama ini telah terungkap oleh sahabatnya.
Eiry menundukkan kepalanya
"Maaf Key, aku malu jika harus mengakui diriku yang kekurangan ini"
"Kau ini anggap aku apa Ry, aku bisa meminjamkan kamu uang kalau kau belum bayar"
"Bagaimana kau bisa tahu aku belum bayar Spp Key"
Aduhhh, kok keceplosan gitu aja sih. Yaudah jujur aja kali yah.
"Aku mengikutimu! "
"Barusan? "
"Iya. Itu karena kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu setiap ke ruang guru. Kau selalu mengusirku dan menyuruhku untuk menunggu di luar saja. Aku kan jadi penasaran"
Eiry langsung menghamburkan tubuhnya padaku. Dia sedikit lemas dan wajahnya pucat.
"Maafkan aku karena banyak berbohong kepadamu Key. Keadaanku bukanlah keadaan yang sempurna dan tidak ada masalah"
"Iya aku tahu, sudah lah.. Aku maafkan! Jika kamu butuh uang. Meskipun banyak, aku tetap membantu selagi aku ada"
"Terimakasih Key, aku sedikit tertolong. Karena beban di pundakku sedikit berkurang"
Eiry anak yang manis sekali, bagaimana bisa Tuhan memberikan cobaan berat di saat masa-masa senangnya. Teman-temannya sedang asik bermain dan menghabiskan uang jajan. Dia malah gak daoat uang jajan. Dia tidak pernah kelihatan mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu. Atau aku nya saja yang gak pernah sadar dia pernah membelikanku sesuatu.
Ah yang terpenting sekarang Eiry bebannya sedikit berkurang karena bercerita kepadaku.