Who Am I ?

Who Am I ?
Bermalam



Chapter 38


~Bermalam~


Setelah menyantap buah-buahan segar, kami semua merebahkan punggung ke rerumputan. Memandangi langit yang begitu cerah dan sedikit terik.


"Ken, kau suka Key"


Gon selalu blak-blakan. Kenapa harus membahasnya sekarang. Setidaknya kan tunggu lah aku sampai pergi dari sini.


"Kalau iya, kenapa? Kau mau jadi sainganku! "


Ken ternyata menjawab pertanyaan itu. Aku kira dia hanya diam dan tidak peduli. Lagian, dia juga tidak pernah membicarakannya denganku tentang perasaan dia. Kenapa malah mengumbarnya disini?


"Boleh di coba! Key kau suka Ken atau aku"


Harith menggodaku.


Tentu saja aku tidak suka dua-duanya. Mereka ini apa-apaan sih. Memalukan tahu


"Tidak dua-duanya"


Jawabku singkat sambil tetap memandang langit.


"Aaaauw, sakit tapi tak berdarah. Sama aku aja kenapa sih Ken"


Luis meledek.


"Aku masih suka dengan sesuatu yang menonjol. Kau mana ada? "


Jawab Ken sedikit mesum.


"Hey hey, jangan bicara begitu. Key masih sangat polos"


Shin membelaku. Benar, memang aku masih polos. Tapi aku juga tahu kalau hanya perempuan yang mempunyai sesuatu menonjol itu.


"Begitulah pembicaran laki-laki, mesum sekali"


Eiry angkat bicara juga.


Kami semua bercanda bersama dengan ledekan-ledekan Harith yang begitu usil dan lucu. Mungkin tanpa Harith pertemanan Ken sepi. Karena dia begitu lincah dan lucu.


"Hey, kau memandanginya terus sambil senyum-senyum"


Ken memergoki ku yang sedang memandang Harith.


"Apa urusannya denganmu?! "


Jawabku ketus.


"Tentu saja, semenjak di hutan kemarin. Kau sudah resmi menjadi gadisku"


Ken sembarangan aja mengikat janji tanoa persetujuan dua belah pihak.


"Enak sajaaaa, itu sih mau nya kamu aja"


Aku memberontak. Aku berdiri meninggalkan mereka dan pergi ke tepi danau yang pemandanannya begitu menyegarkan.


......................


"Kau marah"


Ternyata Ken membuntuti ku dan langsung duduk bersebalahan denganku. Aku menoleh ke belakang ternyata teman-teman juga masih asik bercanda bersama. Ken meninggalkan temannya dan mendatangiku.


"Kenapa kesini, temanmu disana Ken"


Aku menunjuk teman-teman disana.


"Aku serius Key, tentang perasaanku"


Ken memperlihatkan wajah seriusnya padaku.


"Maksud kamu apa? Sumpah aku kurang paham deh"


Aku benar-benar tidak paham dengan yang Ken maksud.


"Aku selama ini menyimpan rasa suka, dan baru kemarin aku tersadar. Selama ini aku tertarik karena aku menyukaimu"


Ken memandangku dan itu membuatku malu sekali.


Aku terdiam.


Ken mendekatkan dirinya padaku.


"Aku baru kali ini mengerti perasaan yang begitu menyenangkan. Hari-hariku terasa berwarna dan bersemangat. Semenjak ada kamu"


Ken menggombal.


"Belajar dari mana gombalan itu, Shin yaaa.. "


"Kau tahu aku seperti apa, aku tidak sembarang bicara seperti ini. Yah anggap saja harga diriku kali ini aku turunkan harganya"


Ken menggaruk-garuk kepalanya yang sepertinya tidak gatal.


"Akan aku pikirkan Ken. Karena kau tahu, aku belum pernah memiliki pasangan"


Aku menunduk malu dan jujur saja, memang aku belum pernah melakukan apapun.


"Jadi, ciuman pertama mu itu aku? "


Ken memperjelas.


"Hey, kau membuatku malu Ken"


Aku semakin menundukkan kepalaku.


Ken semakin gemas dan mencubit pipiku dengan sedikit pelan.


Rasanya jantungku berdebar. Mungkin karena aku belum pernah di perlakukan manis seperti ini. Dan mungkin ini bukan tentang aku suka atau tidak dengan Ken. Yah,, hanya karena aku belum pernah di perlakukan seperti ini.


......................


Malam ini kita semua berkumpul di depan tenda dengan beberapa alat pemanggang daging. Dengan 3 tenda masing-masing berisi dua orang. Aku dan Eiry, Ken dan Shin, Luis Harith dan juga Gon. Mereka kan kurus-kurus. Hehe..


begitu menyenangkan liburan musim panas kali ini. Bernyanyi bersama dan makan bersama seperti ini akan jadi kenangan masa tua nanti. Karena saat dewasa mungkin tidak akan ada waktu untuk melakukan hal-hal begini.


"Wah, dagingnya matang. Ayo makaaaan"


Harith mendahului aku dan Eiry yang sedang asik memanggan. Enak saja dia tinggal ambil.


"Heyy..... Kau ini, langsung ambil saja "


Eiry lebih dulu memarahi Harith.


"Aku tidak tahaaaaan. Bau nya sudah membual-bual di hidungku. Aku lapaaar"


Harith tetap mengambil dagingnya dan langsung melahapnya selagi masih panas.


"Aku siapkan minum dan makanan yang lain"


Shin ikut membantu sambil tersenyum pada Eiry. Yaiyalah, masak senyumannya buat aku. Dia kan kekasihnya Eiry. Berharap banget sih aku!


......................


Beberape menit setelah semua persiapan makanan sudah selesai. Kami duduk memutari makanan.


"Let's go.... "


Harith mendahului lagi.


"Ahh, aku gak mau kalah yah dari mu Harith "


Gon ikut menyantap makanannya.


Hahahaha


Semua orang tertawa dan ikut menyantap makanan bersama.


"Hey hey, pelan-pelan.. Makanan ini tidak akan basi dalam 1 menit"


Shin memberikan nasihat.


"Bukan masalah baaasiinya, taappi nanti habbuiis aku gak dapat jatahnyua... "


Harith menjelaskan sambil mengunyah makanan yang dia santap. Bicaranya sangat tidak jelas. Uhhh.. Sampai-sampai saus dagingnya menyelimuti bibir mungil Harith.


Setelah semua kenyang, aku melihat Shin dan Eiry pergi berjalan-jalan ke danau. Aku diam saja di depan tenda. Tak Lama kemudian, Ken mendatangiku.


"Sudah, jangan di lihat. Itu membuat dirimu lemah dan iri" Ken meledekku. Aku kepergok memandangi Eiry dan Shin.


"Ih, siapa sih yang melihat mereka. Aku gak lihat"


Aku memutar kepalaku dan mengalihkan pandanganku.


"Okey-okey, aku tahu kau keras kepala"


"Sudah kubilang kepalaku tidak keras!! "


"Kau lucu sekali. Hahahaha.. Gemmmmas"


"Keeeenn.... "


Ken menggelitiku dengan gemas sampai-sampai aku terjatuh dan dia menjatuhkan tubuhnya juga di atasku.


Dia menatapku dengan lembut. Tangannya meraih pipiku yang mulai memerah. Jantungku berdebar dan nafasku tersengal.


Ken mendekatkan wajahnya pada ku. Membiarkan diriku tetap terbaring di bawahnya.


Keeenn....


Ken mencium bibirku dan aku membiarkannya melakukan hal itu. Justru aku menutup mataku dan menikmati ciuman yang Ken berikan saat ini. Kali ini aku seperti menerima ciuman Ken dengan senang. Hatiku sepertinya tidak memberontak. Sehingga Aku membiarkan diriku menjadi miliknya.


Apa aku tidak salah membiarkan Ken melakukan hal seperti ini?. Ahh.. Lagian ini kan hanya sekedar ciuman. Apanya yang hal-hal tidak senonoh.


Ken berhenti dan sepertinya dia sedang memandang wajahku.


"Hey kau pingsan !! "


Ken menepuk pipiku dengan lembut.


Aku membuka mata perlahan karena sedikit malu.


"Bisakah aku duduk"


Aku sedikit capek karena berada di bawah Ken. Dan aku takut dia membiarkan tubuhnya semakin jatuh ke tubuhku.


"Oh oke, sorry Key. Sorry udah membuatmu emm.. serasa sedang aku tiduri"


"Hey, pikiranmu terlalu jauh tahu"


"Kenapa kau tiba-tiba mau? dan emm.. tidak memberontak"


Ken malu-mau bertanya.


Tapi aku tahu pasti dia akan bertanya seperti ini.


"Daripada aku tidak bisa bangun karena sudha kau bebani dengan tubuhmu"


Ken tertawa lepas. Dia seperti mendapat lampu hijau dari ku. Yaaaah.... Aku juga tidak tahu apakah perasaan ini benar atau sekedar rasa penasaran semata