Who Am I ?

Who Am I ?
Pandangan Mata Seorang Pria



Chapter 41


Pandangan Mata Seorang Pria


Setelah berjam-jam mencari dokumen yang seharusnya lekas ketemu. Tapi tak kunjung ketemu juga. Lumayan melelahkan. Dan Keysha begitu fokus sampai dia lupa kalau ada aku disini. Hahaha


Justru aku yang tidak fokus dengan nya. Lekuk tubuhnya yang ramping dan mungil itu, serasa ingin ku peluk dari belakang. Dia mungil dan juga lucu menggemaskan seperti anak kelinci.


Coba lihat! Bagaimana bisa dia seserius itu di dalam ruangan terkunci yang hanya terisi aku dan dia. Rasanya banyak hantu-hantu yang membisiki ku untuk mengajari dia hal dewasa. Hahaha... Tidak tidak jangan. Dia gadis polos yang baru kali ini kutemui. Mana bisa aku merusaknya dengan kelakuan bejatku.


"Key, apakau tidak lelah? "


Aku membuka percakapan karena aku sangat lelah.


"Tidak. Ini semua karena kamu menyemangati ku. Mana bisa aku merasakan lelah sekarang"


Keysha tetap berfokus pada pencariannya.


"Oh okey, aku juga tidak lelah mencari"


Duh, padahal aku lelah sekali... Aku mengelap keringat yang mulai membasahi ketiakku. Seperti nya mulai berbau ini ketiak.


Aku tetap berimajinasi dalam lamunanku. Aku lapar dan haus. Bagaimana bisa seorang tamu sepertiku tidak di ajak makan dan minum. Hem, apa aku harus menyadarkan dia kalau aku haus? Tapi aku malu... Harga diriku jatuh nih sebagai seorang pria.


Karena aku dan dia sedang mencari di lemari yang sama. Aku lebih mudah mendekati dia. Lebih baik aku dekati dia dan melemaskan beberapa pundakku untuk mendapati tubuhnya yang mulai lelah juga.


Aku tahu dia lelah, tapi dia juga malu mengakui nya. Jadi sama-sama menahan harga diri sekarang. Hahaha.. dasar gadis bodoh.


Aku mendekati dia dan menjegal kakinya sehingga dia terjatuh dalam tubuhku.


Seketika dia melihatku, dengan mendongakkan kepalanya. Pipinya mulai memerah dan merona. Dia benar-benar gadis polos yang membuatku benar-benar merasa ingin mengajarinya sesuatu.


"Key.. "


Tatapku mesra kepadanya.


"Ken.. "


Jawabnya sambil menatapku.


Kami saling pandang.


"Aku ingin mengatakan sesuatu"


Ucapku sambil tetap di posisi dimana aku menatap mata nya yang tenggelam dalam mataku.


"Apa? "


Jawabnya dengan suara lembut.


"Aku haus. Haus sekali"


Jawabku jujur.


Key langsung berdiri dan melepaskan tubuhnya yang sejak tadi bersender nyaman di tubuhku.


Dia berlari keluar meninggalkan ku sendiri dalam ruangan ini. Entahlah..


......................


Beberapa menit kemudian dia datang dengan membawa nampan berisi minuman segar dengan beberapa cemilan yang tadi di diamkan di ruang tamu.


"Akhirnyaaa yang ku tunggu dari tadi niihh... "


Mata ku serasa bersinar kembali, semangat juga mulai membara. Tapi ada yang aneh!


Tatapan Keysha seperti sedang sebal-sebalnya. Eh kenapa tuh anak. Aku habis ngapain emang kok bisa dia berwajah masam sambil mengantarkan cemilan ini.


"Kau kenapaaa? Oy.. "


Aku mengajaknya berbicara sambil mengambil beberapa potongan kue.


"Gak apa-apa"


Jawab Key singkat dan tetap berwajah masam. Dia memalingkan muka nya dan tidak menoleh padaku. Dia juga tidak menyantap cemilan bersamaku.


"Hey, ayolah. Kita isi dulu perut kita baru cari petunjuk lagi. Kalau kau bersikeras mencari dalam keadaan lemas, juga gak bakal ketemu"


Aku berusaha membujuknya sebisa mungkin.


"Yah, aku juga haus"


Dia tetap cuek dan tidak menoleh ke arahku. Dia serasa bicara dengan dinding di dekatnya itu. Kesambet apa nih anak. Tapi dia mengambil secangkir minuman segar tanpa cemilan. Entahlah, apa yang sedang dia pikirkan.


Hemmm...


"Jujur yah, aku gak bisa jadi pria peka seperti Shin. Aku berbeda dengan dia. Katakan saja apa yang membuatmu kesal begini"


Aku bukan pria yang mudah menebak kemauan para gadis. Justru mereka yang berbondong-bondong datang dengan sendirinya.


"Kau membodohiku. Aku malu"


Key ? Malu.. Tentang apa?


Ayo berfikir keras.... Pikirkanlah Ken. Ayo


......................


Beberapa menit setelah saling diam dan menyatap cemilan serta minuman dingin ini. Dan selama itu pula aku memikirman apa yang membuat dia malu. Akhirnya aku mulai mengerti dan sadar.


Aku mendekati dia yang sedang bersandar di dinding dan menoleh ke samping sambil memegang minuman nya. Dia sama sekali tidak menoleh ke arahku. Apa iya lehernya tidak sakit?


Hahaha..


Lucu sekali melihatnya seperti ini. Dia malu mengakui bahwa dia sedang menunggu sesuatu dariku.


Tidak menunggu lama lagi, aku mendekati dia dan langsung memegang kepalanya. Ku buat dia menoleh ke arahku dengan pelan-pelan. Dia kaget! Seperti dia sedang menanyakan padaku "Apa yang kau lakukan? " Tapi tidak keluar dari mulutnya. Dia hanya diam dan memandangku.


Tangannya ku pegang dan ku ambil gelas nya. Ku letakkan pelan-pelan sembari mendekati wajah polosnya. Dia tetap diam!


Aku mendesak dia sampai benar-benar tersandar di dinding. Tubuhnya dan tubuhku saling bersentuhan.


Tanganku yang kiri mulai ku lepaskan dari wajahnya. Ku pegang pinggangnya yang kecil. Dia tidak berontak.


Aku biarkan kepalanya menghadap pada wajahku tanpa paksaan diriku. Ternyata dia juga tetap diam.


Mulai ke tempelkan bibirku pada bibirnya. Ku hisap secara pelan dan dia mulai merasakan apa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Tidak ada perlawanan seperti gadis-gadis nakal sebelumnya. Dia hanya diam dan mengikuti alur bibirku.


Benar-benar gadis polos dan minta di ajari.


Hahahaha...


Dia gadis polos dan lugu, tapi berpenampilan seperti gadis kuat dan gagah. Dasar bodoh!


Kami saling bertatap mata, dia tidak mau berinisiatif karena yaaah.. Kau tahu lah, dia belum berpengalaman sama sekali. Jadi aku yang harus maju sekalipun dia yang mau. Hahaha...


Jadi itu alasan dia ngambek, dasar....


Malu-malu lagi. Menggemaskan sekali.


"Jadi ini yang tiba-tiba membuatmu kesal ha.. Gadis lugu... "


Aku menggodanya dengan mencubit pipinya.


"Aku bukan gadis culun"


Dia cemberut.


Kami masih dalam posisi dimana aku dan dia sedang duduk berpangku-pangkuan. Dan seperti nya yang lebih menikmati itu si Key ini. Hahaha...


"Kau sangat menikmati yah, duduk di pangkuanku"


Dia langsung berdiri kaget setelah beberapa menit yang lalu menikmati kemesraan berdua.


"Kau harus melanjutkan mencari petunjuk"


Dia menunjuk lemari yang belum selesai dan berbicara tanpa menatapku. Hahaha


"Kau malu menatapku? "


Godaku sambil memainkan wajahku berhadapan dengan dia.


"Ya kan ya kan.. Kau malu melihatku. Hey... "


Aku tetap menggodanya menatap dia di depan dan memandangi dia.


"Ken... Ih, iya aku malu. Jadi hentikan menggodaku begini. Aku malu.. "


Aku langsung memeluknya dan mengusap rambutnya yang lurus dan lembut ini.


"Hanya ada aku disini. Kenapa harus malu? "


Aku menenangkan dia yang sedang panik saat ku menatap dia.


Mana ada gadis nakal yang malu setelah berciuman. Kadang mereka minta lagi sampai bibirku pegal semua.


Key key... Baru kali ini aku melihat gadis lucu seperti dia. Mungkin benar kata Shin, aku ada hati dengan dia. Sampai aku mengorbankan liburanku demi kesenangan nya, agar dia tidak sedih selama liburan. Demi Keysha