
Chapter 47
~MAFIA~
Gelap!
Lembab!
Udara yang tipis dan begitu sesak untuk ku rasakan.
Dimana aku?
Ku buka mataku dengan perlahan. Benar, gelap.. Tapi kok lantai nya empuk. Ku lihat ke bawah ternyata aku di dudukkan di sofa.
Ku raba sofa yang empuk itu dengan tanganku yang terikat.
Terikat!?
Kok bisa aku di ikat? Aku salah apa sampai-sampai tanganku harus d ikat begini.
Aku harus berteriak.
Halooo... Siapapun disana tolong keluarkan aku dari sini?! Eh.. Kenapa suaraku tidak keluar?
Rasanya serak sekali. Aaaaaaa... tidak keluar.
Aaaarrrghh.. Sebenarnya aku di apain sih ini?
Beberapa menit setelah memberontak.
Cklek.
Suara kunci pintu di putar dan suara ganggang pintu di buka.
Aku harus pura-pura masih dalam keadaan tidur. Aku ingin mendengar percakapan mereka.
"Yaa.. jangan sakiti gadis itu. Karena gadis itu mungkin saja sangat penting bagi tuan Hasashi"
Suara gadis yang ku dengar kemarin.
"Apa aku tidak boleh mencicipi nya sedikit? "
Suara pria lain menyahuti.
"KAU GILLAA HAAA! Jangan sentuh dia. Kalau dia bukan siapa-siapa nya tuan Hasashi. Maka kau bisa memperlakukannya semau kamu"
Suara gadis itu sangat lantang, sampai membuatku terjingkit.
"Eh. Sudah bangun? "
Gadis itu mendekatiku.
TIDAK! TIDAKKK.. Jangan mendekat ku mohon.. Aku takut sekali..
"Hey, buka lah mata kamu. Ini ada makanan untukmu. Kamu sudah tertidur selama setengah hari"
Gadis itu memperlakukan ku sedikit lembut. Kenapa?
Aku jadi teringat Ken. Dia bisa tidak ya tanpa aku. Aku yakin dia sekarang sedang membisu sepanjang hari. Kasihan sekali kamu.
Dia sangat tidak bisa menggunakan bahasa negara ini. Nanti dia makan apa? Apa dia sudah bisa membeli dengan uang. Ku harap dia tidak jadi bahan penipuan para penjual.
"Kenapa melamun? makanlah sedikit gadis.. "
Gadis itu memegang tanganku dan mengarahkan sendok kepadaku. Tapi aku enggan sekali makan.
"Setelah makan, aku tidak akan mengikat tanganmu lagi"
Gadis itu membuat tawaran yang bagus.
Karena sebenarnya tenagaku sangat habis dan lemas. Sampai suaraku tidak bisa keluar dengan begitu saja. Suaraku serak dan haus. Iyah, aku hausss.. Astagaaa.. Baru sadar kalau ternyata aku ini hauss.
Setelah tanganku yang terikat sudah di lepaskan. Aku segera mengambil air minum yang di sediakan untukku. Aku meminumnya sampai habis 2 botol. Tenggorokan ku kering sekali. Ini persis saat aku setelah meminum minuman keras dulu di pesta teman Mama. Rasanya seperti ini. Tapi kurasa aku tidur bukan karena kemauanku sendiri. Melainkan karena kemauan mereka dan membiusku.
Ku rasakan sekujur tubuhku baik-baik saja. Berarti benar, selama aku pingsan aku tidak di apa-apakan oleh rekan-rekan Gadis kacamata itu.
Ughh.. Setidaknya aku tidak mendeskripsi kan gadis kacamata itu seperti ini. Karena gaya nya sekarang benar-benar berubah. Rambut nya yang di kuncir kuda dengan sorot mata yang tajam itu tidak pantas ku juluki gadis berkacamata. Hii.. Serem banget cara dia berpakaian sekarang.
Celana panjang sedikit ketat dengan kaos pendek tidak menutupi perutnya. Topi yang sangat keren saat ia mengenakan. Persis seperti mata-mata. Dia cantik sekali. Dengan sepatu heel nya yang tidak terlalu tinggi. Yaa, sepatu heel tahu yang lagi booming. Hehe...
Aku tidak merasakan bahwa makanan ku ada racunnya. Ku rasa mereka tidak ingin membunuhku. Mereka sepertinya menyanderaku sebagai tawanan nya Tuan Hasashi yang ingin aku temui. Tapi apa yang sedang mereka inginkan dari tuan Hasashi. Dan apa pengaruhnya dengan diriku?
Seperti nya tuan Hasashi sangat berkuasa di daerah ini.
Ooh, aku jadi teringat Ken!
Hemm.. tentu saja mereka ambil. Hufh...
Mana mungkin ada orang di sandera dan ponselku di biarkan di sampingku.
Aku berdiri dan melihat ke depan jendela. Pemandangan yang begitu indah. Kota ini di penuhi dengan pohon-pohon sakura saat musim semi begini. Cantik sekali...
Ku kira mereka menyekapku di dalam gudang seperti yang ada di film-film action. Hehe...
Ternyata mereka memberiku tempat nyaman seperti hotel berkelas begini.
Lagi-lagi aku teringat Ken. Bagaimana yah keadaan dia sekarang? Apa masih tidur di sauna yang panas itu?.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*Sementara keadaan Ken saat ini*...
Ugh.... Keyshaaaaaaa
Dia pergi kemana sih? Setelah aku biarkan tubuhku terbaring di tempat yang tidak nyaman. Aku baru tahu kalau Key sudah pergi keluar meninggalkanku sendirian.
Anehnya, dia tidak membawa lembaran kertas yang berserakan di lantai.
Kalau dia ingin mencari Papanya sendiri seharusnya dia tidak meninggalkan petunjuk yang aku berikan.
Jadi khawatir dengan dia..
Semoga dia tidak kenapa-kenapa?
Siang ini aku harus tanya ke siapa yah? Aku haris cari orang yang bisa berbahasa denganku. Setidaknya bahasa international. Kenapa susah sekali? Mereka lebih mencintai bahasa lokal mereka sendiri.
Aku lapar, aku harus makan sesuatu. Apakah uang segini cukup yah?
"Permisi.. "
Aku langsung menunjuk ke arah potongan daging ayam itu. Dia segera mengangguk dan menerima uangku. Aku tunggu beberapa menit.
Dia tersenyum padaku dan memberiku daging ayam lagi. Eh? kenapa? Aku tidak meminta lagi.
Aku mengangkat bahu dan tanganku seraya bertanya "Mengapa? "
dia berbicara dengan bahasanya. Ash sudahlah aku pergi saja. Lagian aku tidak tahu itu tadi uang nya bernilai berapa? dan daging ini harganya berapa?
Aku pergi ke taman dekat kota. Kota ini tidak terlalu megah dan kesannya memang lebih ke budaya. Jelas saja begitu sulit menemukan seseorgan yang bisa berbicara menggunakan bahasaku.
Aku mengecek ponselku barangkali ada pesan masuk dari Key. Nyatanya nihil..
Andai Shin ada di Jepang juga. Mungkin dia bisa membantuku mencari Key. Rasanya aku seperti orang bodoh disini. Tidak bisa berbicara apapun. Seperti orang bisu yang hanya menggunakan bahasa isyarat. Uugh... Jadi aku sekarang tahu rasanya jadi orang bisu.
Aku pergi ke kuil.
Aku ke kuil di kota ini, hanya untuk berdoa. Sekalipun aku tidak tahu cara berdoa di kuil. Aku ikuti saja beberapa orang yang sedang melakukan ritual.
Mereka membungkuk. Berdiri. Membungkuk. Berdiri. Membungkuk. Berdiri. Membungkuk... Aaah cukup sudah lutut ku pegal sekali...
Aku capek menirukan cara mereka berdoa.
Aku melanjutkan meniru orang di sebelahku yang sudah selesai. Dia mengambil air suci dalam gentong lalu meminumnya. Eh! bukankah banyak makhluk kecil di dalam. Maksudku seperti hewan kecil yang berenang-renang. Ugh..
No no no
Aku tidakmau. Aku pergi meninggalkan tempat air suci itu.
Dan akhirnya aku kembali lalu meminumnya. Demi Keysha.
Glek glek glek. Cukup. 3 tegukan saja. Lalu aku membilasnya ke atas kepalaku.
"Hey nak... "
Seseorang menyapaku.. Itu suara biksu. dan menggunakan bahasa international. INTERNASIONAAAALL.... Mataku berbinar dan menoleh ke arahnya dengan penuh harap
"Hey Nak... Maafkan aku, karena ini bukan tempat pemandian umum. Kau bisa mandi di belakang kuil. Ada tempat mandi dan berendam air suci disana"
Biksu itu menggandeng tanganku sebelum aku membalas pertanyaannya itu.
Aku aku tidak mandii.... Ugh... Kan jadi salah paham begini. Masak iya aku mandi di tempat yang mencolok begini. Semua orang menatapku dengan heran. Dia pikir aku ini bule gila yang sedang mandi di tempat minum apaaa?
Hey Guys...
Mohon maaf author terlambat satu hari.
Karena lebaran hari pertama, Author tidak ada waktu untuk menulis. Mohon maaf lahir dan batin yah.