
Chapter 31
~Mari kita umbar~
Setelah yang kudapati ada Keysha di basecamp dan melihatku bersama Shin. Bagaimanapun aku harus mengatakannya sekarang kepada Keysha. Ini bukan masalah tindakan tepat atau tidaknya. Tapi sudah tidak ada waktu lagi selain sekarang.
Saat Keysha memasuki ruangan, aku bingung mau mengajaknya bicara sedangkan Ken benar-benar tidak melepaskannya. Aku tahu, yang dilakukan Ken juga demi aku dan Shin. Dia menutup-nutupi keberadaanku disini dengan memeluknya seperti itu.
Saat Shin melihatku, dia menatapku dengan cara yang sama dilakukan oleh Ken pada Key. Aku tahu maksudnya!
Pasti dia menginginkan hal yang sama dengan Ken. Dia ini sudah tahu aku sedang banyak masalah, malah minta cium begitu. Gimana sih?
Srett...
Cup
Eh!
Shin menarik tanganku sehingga bibirku menatap dengan bibirnya. Sontak aku kaget dengan yang dia lakukan. Mungkin dia sudah tidak tahan melihat Ken beradu bibir dengan Key.
Aku mendorongnya pelan dan berbisik.
"Ayo kita keluar dan membiarkan mereka berdua"
Shin menyetujui ku dan menggandengku keluar ruangan basecamp.
"Shin, kau sudah ingat kan ide ku yang sudah aku beritahukan padamu tadi"
"Tentu saja sayang, dengan senang hati aku mengikuti arahanmu. Justru aku lebih senang"
"Hey hey, tapi dengan ide ku yang begini. Kamu harus siap untuk mendapat masalah baru"
Aku memang sudah menyadari. Dengan ideku ini pasti akan ada hal buruk dan hal baik yang sedang berjalan menuju kami sekarang.
"Duduklah sayang, kau mau ku pesankan apa? "
"Sstt, coba lihat mereka. Bukankah mereka hanya saling sewa menyewa dalam semalam"
"Kau percaya Shin melakukan hal buruk begitu, aku sih tidak! "
"Aku juga, sekalipun aku tidak percaya jika Eiry bisa memiliki tubuhnya Shin dengan menjual harga dirinya. Tapi Shin tidak akan mau menerima itu"
"Yah, aku setuju itu. Eiry memang tidak pantas dengan Shin. Tapi Shin kan bukan pria buruk yang membeli wanita"
Heh! kalian ini bicara apa berbisik sih? keras sekali suaranya. Aku kan jadi mendengar omongan kalian. Yah, tapi ide berjalan dengan baik. Mana ada yang percaya jika aku si jalang di perlakukan bak ratu. Justru akulah yang harus melayani tuanku. Tapi kenyataannya, akulah yang di hormati disini.
"Pesanan kamu sayang. Jangan makan terlalu pedas yah. Minum es ini, segar sekali... "
Shin benar-benar memperlakukanku dengan begitu lembut. Memang selama ini dia memendam perasaannya untuk memgumbar kemesraan bersama ku. Padahal itu adalah hal yang sangat ingin ia lakukan. Menjalani hubungan senormal mungkin.
Shin mengusap rambutku dengan senyuman manisnya. Uuhh, aku sudah bisa memprediksi. Pasti para kaum hawa yang sedang di kantin sekarang sedang iri dan membicarakan aku.
Itu lebih baik dari pada membicarakan aku si jalang yang tak punya harga diri.
"Ssstt,, beruntung yah Eiry"
"Eh, kau percaya tidak dengan Shevy. Aku sih enggak ya"
"Shin anak baik, dia kan sangat berbeda dengan Ken"
"Shevy menjelekkan Eiry, tapi Shin jadi kena imbasnya. Dasar otak pendek"
"Iya yah, dia berniat memfitnah Eiry, tapi Shin jadi ikutan jelek. Bodoh sekali. Aku sih gak terima Shin ku di jelek-jelekkan begitu"
"Yah, sekalipun aku juga iri jadi Eiry"
Hehehehe... Rencanaku berhasil. Dengan mengumbar hubungan asmara ini mereka akan yakin bahwa aku pacar sungguhannya Shin. Memang bener kok aku kekasih nya.
"Shin... "
Aku memandangnya dan memegang pipinya dengan kedua tanganku
Shin tersenyum dan mengecup dahiku dengan begitu lembut. Hihi, rasaiinn... Pada ngiri kan, yaiyalah masak nganan. Memang enak! ngeliatin sepasang sejoli sedang bermesraan begini..
Setelah adegan bermesraanku di kantin selesai, aku dan Shin pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu istirahatku. Sambil menunggu bel masuk kelas, aku menghabiskan waktuku bersama Shin beberapa menit. Istirahat kedua memang jam nya sedikit panjang. Menurutku sangat panjang karena aku sempat membolos di jam kedua tadi. Bagaimana bisa aku masuk kelas sedangkan teman-temanku memandangi tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sangat tidak nyaman rasanya.
"Kau mau baca apa? Biar ku ambilkan"
Uh, so sweet sekali sih Shin. Ini kan sudah selesai acting nya. Kenapa masih dilanjutin terus? Kan jadi baper aku nya. hehee...
"Shin, aku bisa ambil sendiri. Aku cari buku dulu yah"
Aku meninggalkan dia yang sedang duduk di tempat duduk favoritnya.
Yaitu di depan jendela dengan view taman belakang.
Dimana kita bisa melihat pemandangan keluar saat mata lelah memandang buku-buku di atas meja.
Hoby ku dengan Shin sama, hanya saja aku sebagai pembaca dan Shin penulis yang handal.
"Shin, aku tahu kita sedang mengumbar hubungan kita. Tapi kapan aku bisa bicara dengan Keysha"
Shin menoleh ke arahku dan mengusap rambutku.
"Tenang, Ken sudah mau bekerja sama denganku. Keysha bukanlah anak yang mudah d hasut. Mungkin dia kecewa karena kamu berbohong selama ini. Tapi dia tidak akan percaya begitu saja tentang gosip yang meresahkan itu"
Yaps, benar sekali. Keysha bukan gadis bodoh yang dengan mudahnya di hasut omongan gila begitu. Dia kan gadis cerdas. Pasti dia akan mencerna omongan-omongan yang tidak baik begitu.
"Memangnya Ken mau apa? Aku gak mau yah kalau sampai Key di apa-apain"
"Hahaha, kamu gila yah. Ken bukan orang yang seperti itu sayang"
"Emm, lantas? "
"Ken memang suka mempermainkan wanita, tapi bukan berarti dia bisa meniduri setiap gadis dengan bebasnya. Ihhh, pikiran kamu kok jadi kayak Shevy"
"Iya juga sih, tapi aku hanya takut sahabatku di apa-apain sama Kenborg itu"
"Tenang, kan ada aku! "
"Iihh, kamu mau jagain dua gagis sekaligus nih. Gausah jadi pahlawan para gadis yah"
"Hahahaaa"
Shin mencubit lenganku sambil tertawa. Udah tahu aku cemburu begini malah di cubitin. Sakit kan!
"Eh, itu kan pasangan yang lagi viral"
"Bener, memang beneran mereka pacaran yah. Coba mereka saling cubit-cubitan begituu... Bikin iri yah"
Hemm, suasana perpustakaan kan memang sepi dan sunyi. Bisik-bisik tetangga pun aku kedengeran.
Tong ting tong...
Jam pelajaran akan di mulai pukul 5 menit lagi.
Ting tong ting...
"Hayuk sayang, aku anterin ke kelas kamu yah"
"Eh, Shin jangan. Malu aku di lihatin temen-temen"
"Kamu takut Shevy, kan ini tujuannya memang begitu. Lagian Shevy itu apaan sih. Orang aku suka nya sama kamu juga. Hayuk cepet. Tanggung amat ide kamu berhenti disini"
"Iya deh iya, tapi gak usah terlalu menempel yah. Maluuu"
Shin tak menunggu waktu yang lama dan langsung menggandeng tanganku dan mengajakku pergi dari perpustakaan.
Aku takut banget, kalau Shevy melihatku dan melabarakku lagi di depan Shin. Itu benar-benar hal yang memalukan.