Who Am I ?

Who Am I ?
Aku Hasashi



Chapter 55


~Aku Hasashi~


Di dalam ambulance, melihat anakku yang tumbuh dewasa persis dengan Mamanya. Aku tiba-tiba merindukan seorang Yoi.


Selama ini aku telah melakukan kesalahan sehingga harus mengorbankan orang yang aku sayangi, dan juga gadis kecil yang berada di sampingku.


Seperti nya saat ini, aku bukanlah orang pertama yang dia butuhkan. Dia sedang memandangi pria lain. Seketika aku merasa sedang cemburu.


Putriku...


Bagaimana kah kabarmu selama ini Nak? Kau sudah sangat dewasa untuk memberi keputusan mu. Aku sudah tidak punya hak apapun lagi untuk mengekangmu.


Gadis kecilku yang dulu begitu kuat dan ceria. Sekarang sedang menangis di sampingku, menangisi pria lain. Mungkinkah ini pria yang dia cintai saat ini.


Setidaknya aku akan membantu pria ini semampuku. Karena dia adalah pria yang di cintai oleh gadisku. Aku harus membuat pria ini lekas sembuh dan sehat kembali oleh dokter profesional yang biasa menangani ku dan mafia lain.


Ku harap dia bisa di hubungi saat-saat genting begini.


Tuuuutttt.... Tuuutttt..


"Halooo tuan. Ada yang bisa saya bantu? "


Suara dari ponselku menyahut.


"Ya, dokter. Kau adalah dokter kepercayaanku. Datanglah ke Rumahsakit Saitoni segera. Aku membawa pasien penting untukmu"


"Baik Tuan, dengan senang hati saya berangkat kesana sekarang"


Tut


Ponsel sudah ku matikan. Putriku melihat ke arahku dengan tatapan penuh harap.


"Tenanglah putriku, semua akan baik-baik saja. "


Aku mengusapkan tanganku ke rambutnya yang lurus.


Dia langsung memelukku.


Astagaaaa... Beginikah rasanya mendapat pelukan dari Anakku sendiri. Selama ini pelukan-pelukan yang datang hanya nafsu semata. Kini, pelukan dengan perasaaan yang tulus ini sangat hangat. Aku membelai rambut Anakku.


"Kita segera sampai"


Ucapku seraya menenangkan perasaan putriku.


Setelah tiba di Rumah sakit. Beberapa perawat telah membawanya pergi. Anakku sangat ingin mengikuti nya. Namun aku menghalangi nya. Dokter professional yang ku panggil juga sudah stand by di situ. Sungguh dokter yang sangat bisa ku andalkan.


Aku mengajaknya duduk di dekat ruangan dimana si Pria itu sedang di operasi. Aku juga tidak akan tega membiarkan Pria yang melindungi anakku terlantar sendirian.


"Kemarilah, kita duduk disini"


Aku mengajaknya untuk duduk saling berdempetan. Entahlah, mungkin dia merasa sedikit canggung dengan pria dewasa sepertiku.


Dia tetap mengangguk dan duduk bersebelahan denganku. Dia tetap diam. Yasudah, biar aku yang mengajaknya berbicara.


"Aku adalah Papa mu, Papa kandungmu. Maaf karena menelantarkanmu selama ini. Mama mu pasti jauh lebih menyayangimu daripada Papa brengsekmu ini"


Lihat, dia mulai menatapku yang sejak tadi dia hanya menatap kosong ke depan.


"Kenapa Papa bisa berbicara seperti itu? "


Key menjawab ku.


"Baiklah Nak, sembari menunggu operasi Pria itu. Aku akan memberikanmu sebuah cerita masalalu Papa dan Mama kamu"


Matanya mulai berbinar dan begitu memperhatikan mulutku berbicara. Dia sangat antusias akan hal ini.


Dia tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya.


...----------------...


Aku memulai ceritaku.


Dulu....


Aku adalah seorang laki-laki kuat yang bijaksana. Aku punya seorang ibu dan Adik laki-laki. Namun keuangan keluargaku sangat tidak stabil. Dengan kondisi ibuku yang sering sakit dan Adikku yang masih kecil tidak tahu apa-apa.


Aku bekerja di ladang orang kaya. Memanen, mengangkat, menjualnya ke pasar dan beberapa pekerjaan kasar lain. Demi menghidupi seorang ibu dan adik kecil.


Saat itu seharusnya aku masih berusia belasan tahun dan duduk bersekolah di bangku SMA. Namun kenyataan pahit aku tidak punya biaya dan harus menghidupi keluarga kecilku. Ayahku? Mana ada pria yang mampu bertahan dengan ibu yang sakit-sakitan seperti ini. Entahlah dia kabur pergi kemana? Aku bahkan tak ingin mencari nya untuk meminta pertanggung jawaban atas hidupku dan adikku.


Kalaupun aku tidak sekolah, setidaknya adikku masih bisa bersekolah di desa kuno ini.


Saat itu beberapa preman melihatku bekerja dengan kerasnya di Pasar. Menjadi penganggkut barang dan bersikap adil pada pembeli. Aku tidak pernah curang atau melakukan hal-hal yang Salah. Seperti mencuri atau mengambil barang nya beberapa untuk ku simpan. Aku hanya menunggu sampai di beri upah.


"Cobalah kau ambil beberapa barangnya. Itu akan membuatmu lebih berpenghasilan"


Ucap para preman itu.


"Tidak, aku tidak ingin menyakiti keluarga kecil yang lain. Bukankah mereka juga keluarga kecil"


Kurasa orang-orang yang berkeliling di sekitat pasar ini hanyalah keluarga kecil. Tak terbayang jika mereka para orang kaya yang berjalan-jalan di gedung-gedung tinggi itu. Entahlah, siapa mereka?


Ku lihat mereka mengangguk dan meninggalkanku pergi tanpa meminta apapun dariku.


Ke esokan harinya, mereka mendatangiku lagi. Namun mereka membawa Bos mereka. Untuk apa?


"Hy Nak, ikutlah denganku. Kau adalah Pria yang aku cari selama ini"


Bos itu menunjukku dan menyuruh anak buah nya untuk mendorongku masuk ke mobil.


"Untuk apa? "


Jawabku selagi sedang di dorong ke dalam mobil.


"Aku ingin Kau jadi pemimpin kota ini. Kota ini butuh pria seperti mu sebagai penjaga kota kecil ini. Welcome to the Mafia Genk Road. Aku sangat pantas berada di sisiku Nak"


Bos itu mengucapkan kata-kata yang begitu aneh dan tidak paham untuk ku mengerti. Apanya yang di jaga. Kota ini sangat bagus dan bersih. Tidak ada kejadian apapun, preman pasar pun juga tidak melakukan hal-hal kejam. Mereka hanya meminta uang dan pergi. Apanya yang di jaga?


"Karena kamu seperti nya masih bingung. Ikutlah dulu. Agar kamu tahu semuanya. Dan gajimu jauh lebih besar daripada menganggkut barang-barang keluarga kecil itu"


Bos itu benar. Aku sedang membutuhkan uang yang stabil. Untuk obat ibu, dan sekolah adikku.


Akhirnya aku mau dan ikut ke dalam mobil.


Saat itulah aku baru sadar, bahwa aku telah di akui sebagai anggota Genk Mafia Road.


Tentu saja perbuatan Mafia tidak semua nya buruk.Tapi mereka juga menjalankan bisnis legal maupun ilegal.


Aku memberantas beberapa pebisnis busuk yang menipu maupun menguras keuangan kota kecilku. Aku baru tahu, ternyata menjadi seorang pemimpin begitu berkuasa. Dan otak saja tidak akan berguna, kekuatan fisik sangat di andalkan. Mereka bisa saja mengincarku di manapun aku sedang lengah. Tapi, aku adalah Pria kuat dan bijaksana yang sudah di kenal oleh orang-orang desaku. Semenjak menjadi pemimpin, tingkat bertarung ku semakin tinggi dan semakin kuat untuk melindungi seluruh kota kecil ini dari orang-orang kaya brengsek.


Dan Ibu Key, bertemu dengan ibu Key adalah mukjizat sekaligus musibah bagi ku.