Who Am I ?

Who Am I ?
Pengungkapan



Chapter 60


~Pengungkapan~


Aku menunggu kau bangun. Detik demi detik terasa begitu menyayat perasaanku. Menunggu mu membuka mata adalah keinginanku saat ini.


Bangunlah Ken. Ku mohon...


Aku akan bersedia menjadi pasanganmu, kekasihmu, gadis kecilmu. Aku tidak akan melawan mu. Ken, terimakasih banyak karena sudah melindungi ku dan begitu perhatiannya padaku selama ini.


Hiks...


Aku begitu buta, aku selalu mengganggap dia pria brengsek yang suka bermain wanita. Aku selalu menganggap dia tidak serius padaku.


Aku gadis kecil yang polos begini, bagaimana mungkin Ken jatuh hati padaku? Bahkan Shin yang begitu tidak melirikku. Kenapa Ken? kamu sampai melindungiku dengan bertaruh nyawamu...


Tetesan air mataku terjatuh. Mengenai pergelangan tangannya yang sedang aku genggam.


Tiba-tiba dia membuka mata nya. Mengerjap-ngerjap dengan pelan-pelan.


"Keeeeennnn... Keeennn... Kau membuka matamu"


Aku sangat senang melihat Ken pulih.


"Cukup Ken. Jangan bicara apapun. Kau sudah membuka mata mu aku sudah bahagia"


Aku berhutang janji pada Ken. Karena dia sudah siuman. Papa selalu menyemangati ku dan berada di sampingku.


Papa pergi meninggalkan ku dan Ken setelah tau Ken sudah bangun dan siuman. Astagaaa...


Gruookkk... Krucuk krucuk.


Perutku lapaar. Hahahaha... Aku baru sadar sejak tadi aku belum makan. Entahlah sudah berapa jam menunggu Ken operasi dan mendengarkan Papa bercerita. Mungkin Papa kelaparan dan sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Kau lapar"


Ken bertanya pada ku dengan suara pelan.


"Tidaaaaakk... Perutku tiba-tiba berbunyi. Entahlah.. Mungkin cacing ku sedang ada pesta di perutku"


Ken tertawa dengan suara yang begitu pelan. Dia saat ini begitu lemah. Yah, pria yang lemah.


"Ken, terimakasih karena sudah melindungiku... "


Aku meraih tangan Ken.


"Tugas ku sebagai Pria mu"


Ken tersenyum.


Jantungku langsung berdebar. Ken... Ku harap kamu benar-benar mencintai aku. Meskipun kita masih berusia muda.


Saat mengecek Ponselku.


Pesan masuk dari Eiry.


"Key, apa kabar Ken. Ku harap operasi berjalan lancar. Kami di tahan oleh Nenek karena khawatir terjadi apa-apa. Kami menunggu kabar darimu"


Ini pesan masuk berjam-jam yang lalu. Aku harus menelponnya.


Tuuuuuuttt.... Tuuuttt....


"Haloooo... Keyyy... Lama sekaliii astagaaaa.. Bagaimana Ken? "


Suara cemas dari Eiry di ponselku.


"Semua sudah berjalan dengan baik. Aku sedang menunggu Ken pulih. Dia sudah membuka mata nya"


"Syukurlaaaah... Kami semua berdoa bersama untuk Ken. Kami akan kesana setelah urusan disini selesai ya Key. Daaa"


Tut.


Telepon di matikan.


Urusan apaaa? Ah, mungkin urusan di rumah Nenek yang kemasukan seorang penyusup. Aku juga akan takut untuk keluar jika tanpa Papa di sampingku.


"Ken, semua nya baik-baik saja. Lekas lah pulih, dan kita segera terbang pulang setelah keadaanmu membaik"


Ken menggelengkan kepalanya. Kenapaaa?


"Aku belum ingin pulang! "


Ken menundukkan kepalanya. Dia sepertinya sedang sedih.


"Baiklah, aku tidak akan menanyakan alasannya. Tapi kau berhutang cerita padaku. Mengerti"


Ken tertawa lagi. Kenapa? Apa ada yang lucu dari ancamanku.


Dia memejamkan mata nya.


"Hheeeyy. Kau kenapaaa Ken? "


kenapa dia tiba-tiba memejamkan mata nya.


Ghroookkkkkk... Groookkk..


Astagaaaa.. Cepat sekali dia tidur. Sampai mendengkur begituu.


Cklek. Pintu kamar terbuka. Papa datang membawa makanan. Akhirnyaaaaaaa...


Aku dan Papa menyantap makanan yang enak dan banyak sekali. Kami berdua kelaparan. Hahahah


...----------------...


"Pasien sudah boleh di pulangkan. Jangan lupa untuk sering mengganti perban saat sudah waktunya ya"


Dokter itu memberi tahu Papa. Ken sudah boleh pulang setelah beberapa hari berada di Rumah sakit Saitoni ini.


"Akhirnyaaa, aku bisa melihat Jepang dengan bebas"


Ken memasang wajah riang. Mungkin alasannya dia tidak ingin pulang karena dia masih belum puas berada di Jepang.


"Pelan-pelan jalannya Ken"


Aku memapah Ken yang tinggi ini. Beraaaatt...


"Oh iya. Lupa kalau aku sedang sakit"


Ken melemaskan tubuhnya lagi. Bagaimana bisa dia lupa kalau sedang masa pemulihan?! Dasar bodoh.


Kami pergi ke rumah Nenek. Disana sudah tidak ada Shin dan Eiry. Mereka bilang akan pergi ke rumah Nenek Shin. Karena terlalu lama menumpang juga tidak baik. Mereka juga sudah menjenguk Ken beberapa hari yang lalu.


"Kau ingin jalan-jalan? "


Tanya ku saat di perjalanan di dalam mobil yang di setir anak buah Papa.


"Tidak. Aku ingin bertemu Nenek kamu. Aku sudah rindu"


Astagaaa... Bagaimana bisa setelah dia menyukai Nenekku disana sekarang menyukai Nenekku juga disini?! Apa dia pecinta Nenek-Nenek?


"Aku hanya menghargai wanita yang lebih tua. Jangan berfikir yang tidak-tidak"


Eeehh... Apa iya dia bisa membaca pikiranku? Kenapa dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan?


"Wajahmu dan mata mu sudah menjelaskan apa yang sedang kau pikirkan. Berhentilah menggerutu dalam hati. Kenapa tidak bicara terang-terangan saja? "


"Heheheeee.... Jadi susah donk kalau membohongimu"


"Nah itulah kelemahanmu. Kau terlalu naif dan polos"


"Terimakasihhh"


"Hey, itu bukan pujian... "


Kami berdua saling beradu mulut dan juga saling tertawa. Ken benar-benar lawan sepadan untuk masalah berdebat. Yah... Karena Eiry sama sekali tidak akan mendebatku. Dia selalu setuju dan setuju apa saja yang aku utarakan. Sedangkan Ken, dia selalu memberontak dan tidak mau kalah dengan argument ku. Dasaarr!


...----------------...


Di rumah Nenek.


"Nenek.. "


Astagaaaa Ken, itu kan Nenekku. Kenapa malah dia yang terlihat sangat akrab dengan Nenek? Hemm, aku mencium bau-bau tidak enak.


"Nak Ken, astagaaa... Nenek sangat merindukanmu. Terimakasih kamu sudah selamat dan pulih kembali"


Iiyuuuuu... Setelah Nenek Sanc merindukan Si Ken. Sekarang Nenek dari Hasashi juga merindukan dia. Sebenarnya dia pakai pelet apa sih? Kenapa juga Nenek-nenek yang dia Pelet ?


Astaga Keyshaaa... Kamu kenapa marah-marah? Apa kamu cemburu?


Tentu saja tidak. Tidak tidak tidak!


Cukup. Pikiran dan hatiku! tolong jangan bertengkar!


"Keeey, kemarilah... Nenek ingin memelukmu"


Nenek membuka tangannya siap untuk mendapat hujan pelukam dariku.


"Iya Neneekk... "


Aku berlari dan menghantamkan tubuhku pada tubuh Nenek. Hangaaatt... Tubuh Nenek sangat hangat.. Aku sangat senang. Tiba-tiba aku jadi rindu Nenek di rumah.


Aku juga rindu Mama.. sudah genap satu minggu aku belum pulang dan bertemu Mama.


Mamaaa... Aku sangat ingin tahu cerita dari sisi mu. Aku ingin tahu alasan kenapa kau mengkhianati Papa... Dan membuatku terpisah dengan Papa.


Mamaa.. Aku tidak akan membencimu. Aku juga tidak akan mengatakan hal buruk tentangmu. Karena kamu tetaplah Mamaku. Orang tua yang telah melahirkan ku ke dunia ini.


Mamaaa... Setelah aku pulang, ku harap Mama akan memberikan cerita yang sebenar-benarnya tentang hubungan aku dan Papa Hasashi.


...****************...


Untuk para readers, Like dan Komen kalian adalah dukungan untuk selalu update setiap hari.. Terimakasih sudah setia membaca!


Jangan lupa beri bunga mawar untuk sang Author ini. 😚