Who Am I ?

Who Am I ?
Kemarahan Key



Chapter 17


~Kemarahan Key~


CUKUP!!!


Aku muak harus meladenin si gila itu. Dia sudah keterlaluan. Bagaimana bisa dia menyuruh Harith menjegalku? lihaat! ! Bajuku kotor semuaaaa.


drap drap drap...


Suara orang berlari.


"Key, kau di toliet sebelaha mana Key?". Oh, itu suara larinya Eiry. Sepertinya dia khawatir padaku. Tidak seharusnya aku menampakkan kelemahanku seperti ini. Nanti Eiry tidak akan menjadikan diriku sebagai pelindungnya lagi. Yah, aku juga tidak boleh menangis hanya karena bajuku kotor.


"Disebelah sini, kau mendengarnya kan" Aku sedikit berteriak.


"Key, ini aku bawakan baju olahraga yang sempat aku ambil di loker kamu. Cepatlah ganti seragammu". Eiry benar-benar sahabatku. Dia selalu ada disisi ku dan menemaniki di titik terendah pun. Terimakasih Ry, sudah mau menolongku yang sering di rundung bullyan begini.


"Sekarang apa rencanamu Key, kau berniat membalaskan dendam mu lagi?" Eiry sedikit khawatir jika aku terus berurusan dengan Ken.


"Maaf ry, kesabaranku sudah habis. Aku sudah sangat muak. Aku ingin membalaskan dendam yang selama ini terpendam"


"Tapi Key, aku takut kamu di bully siswi-siswi nya Ken. Kau tahu, mereka lebih menyukai Ken sekalipun itu salah" Eiry benar, Ken tetap mendapat pendukung setia nya. Jika aku membalikkan keadaan, justru aku yang kena batunya.


Aku terdiam...


Aku harus memutar otakku, bagaimana cara membalaskan dendam ini tanpa harus para pendukung Ken tahu.


Ah, apa aku perlu bantuan Shin untuk ini yah?


"Ry, apa perlu ak telfon Shin yah. Seharusnya aku minta bantuan dia saja. Lagian, dia sepertinya tidak akan menolak permintaanku". Eiry tiba-tiba terdiam dan tidak menjawab. Dia kenapa?


"Ehm. Oke. ide yang lebih baik daripada merudungnya langsung".


tuuttt... tuutt..


Belum di angkat, dia sedang kemana yah?


"Halo, Key? ada apa nih telfon di sekolah"


"Aku sedang di toilet, aku malu mau keluar dari sini. Untung ada Eiry yang sigap membantuku. Kau mau bantu aku tidak". Semoga saja Shin menjawab mau. Kumohon...


"Ehm, Eiry sedang membantumu. em, Oke aku kesana! "


tut


Belum juga sempet nambahin permintaan tolong sudah dimatiin aja. Yaudah deh, mungkin dia khawatir denganku dan langsung sigap kemari. Baiklaah, aku akan menunggunya.


"Sekarang, idemu apa Key. Menggunakan Shin, itu sama saja membuat Shin jadi pengkhianat dari teman-temanya". Eiry benar, jika aku terlalu memanfaatkan Shin yang sedang dekat denganku. Apa aku terlalu keterlaluan? membuatnya jadi pengkhianat begini. Aku harus memikirkannya dengan baik, dan konsekuensi apa yang aku dapat.


"Keluarlah, aku di depan toilet. Aku tidak bisa masuk. Atau kalau kalian ijinkan aku bisa masuk sekarang".


"Eits, tunggu diluaarrr! ". Eiry kenceng banget ucapannya. Mungkin ia malu kalau seorang cowok berani masuk ke toilet cewek.


"Aku tidak tahu dia merencanakan sesuatu dengan Harith. kalaupun aku yang diajaknya, mungkin aku tidak akan mau". Yaps, aku tahu itu. Pasti Shin akan menceramahi Ken macam-macam dan berkata bijak seperti yang sudah tersebar gosipnya.


"Aku ingin balas dendam".


"Key... " Eiry memegang tanganku. Sepertinya dia takut jika aku berurusan dengan pria kaya itu.


"Jika kamu mau merudungnya seperti tadi, kamu tidak ada bedanya dengan Ken. Itu pendapatku".


Tepat sekali, pasti Shin juga tidak akan memperbolehkan ku melakukan hal gila seperti yang Ken lakukan.


"Ouuuch, aku ada Ide" hehehe, aku membisikkan rencanaku pada Shin dan Eiry.


"Bagaimana? lebih baik bukan"


"hemph, okelah lebih baik". Dan Shin menyetujui ide ku.


......................


Sepulang sekolah.


Aku mengintip Shin dan Ken sedang berbicara di belakang gerbang. Sepertinya mereka akan pulang dan Shin menjalankan rencananya.


"Ry, ayuk kita beraksi sekarang". Aku mengandeng tangan Eiry yang siap menjalankan tugas berikutnya.


"Sudah Key, beres disini". Eiry sigap sekali membantuku, membalaskan dendamku. Hahahaha


"Yuk, kita menjauh dan aku akan kirim sms ke Shin bahwa persiapannya sudah siap"


Setelah persiapan pembalasan dendamku selesai, Shin meninggalkan Ken dan berpamitan pulang. Ken mendekati mobilnya yang sudah ku pasangi perangkap. Tentu saja untuk membocorkan ban mobil mewahnya itu.


"Sh****ttttt, mobilku kenapa tidak mau jalan ". Aku melihat Ken keluar mobil dengan marah-marah. Dia mengecek ban nya yang sudah kempes karena ranjau yang ku pasang untuk ban mobilnya itu. Tentu saja aku membeli nya terlebih dahulu, demi melancarkan rencanaku. Karena ban mobil Ken tidak seperti ban sepeda motor biasa.


"Aaaargh.. aku harus menelpon teman-temanku. Sial, bagaimana aku bisa pulang. Shin tadi juga sudah pulang".


Yaps, aku menyuruh Shin menelpon teman-temannya untuk pergi ke tempat makan dengan alasan Shin yang mentraktir.


Pasti Ken menunggu sedikit lebih Lama untuk di jemput teman-temannya. Ini kesempatanku.


"Ry, pulanglah. Aku akan mengurus ini". Aku menyuruh Eiry pulang terlebih dahulu. Ia tidak perlu menunggui ku disini. Dan Eiry menanggukkan kepalanya.


"Hey, kenapa mobil bututmu".


"Diam kau!! "


"Kau sepertinya sedang memberikan sinyak untuk mengajakku berperang bukan. Ini masih awal Ken "


"Oh.. Jadi ini ulah mu hah! Sial... Aku tidak akan bisa membawa mobilku beberapa hari kedepan" Ken menggaruk kepalanya dengan kesal.


"Tentu saja, karena mobilmu butuh perawatan ganti Ban mobil. Daaaa... tunggu saja teman-temanmu beberapa jam lagi"


Aku meninggalkan dia dengan puas. Hahahaha... Rasakan itu Ken. Mobilmu bakal ganti Ban. Mungkin uang bukan masalahnya, tapi dia juga tidak mungkin naik Bis untuk bisa datang kesini. Dia akan kerepotan menebeng teman-temannya untuk beberapa hari ke depan. Yah, menurutku ini bukan apa-apa di banding dia yang membuatku malu di kantin.