
Chapter 57
~Mama Amenda Yoi~
Saat itu, di ruangan VIP. Aku benar-benar tidak menyentuhnya. Aku tahu, sekalipun aku sedang ingin. Tapi gadis ini masih belia. Aku takut, jika anakku nanti adalah seorang perempuan. Dia mungkin akan di perlakukan sama oleh pria lain berhidung belang sepertiku. Tidak tidak. Aku tidak mau! Bagaimana pun aku harus menjaga dia sampai lulus sekolah.
"Tuan? Apa tuan tidak ingin menyentuhku? "
Dia bertanya padaku. Tentu saja ingin. Bodoh! gadis secantik dia bagaimana bisa aku tidak ingin.
"Tidak"
Aku menggelengkan kepala.
"Maaf tuan, tapi kenapa? Apa tuan sudah tidak punya hasrat lagi sebagai laki-laki"
Astagaaa, dia mempermalukan diriku sebagai lelaki! Apa aku tidak terlihat jantan?
Aku langsung mendekati nya. Dan mencium keningnya. Yaaah, saat ini aku cuma bisa memberikan kecupan kening untuknya. Setidaknya itu sudah menahan beberapa hal yang ingin ku lakukan pada tubuhnya.
Dia terdiam. Dia malu.
"Kenapa terdiam? Kau pikir aku pria betina. Aku Jantan, tapi aku tidak menggunakan kejantananku pada gadis belia sepertimu. Jaga lah dirimu baik-baik. Karena aku sudah menjagamu dengan baik pula"
Dia mata nya berbinar. Meneteskan air mata.
"Tuaaaan... Terimakasih banyak"
Yoi menundukkan kepalanya.
Aku membiarkannya tidur di atas kasur. Dan aku pergi meninggalkannya dan mengunci pintu nya.
Aku takut nanti ada pria hidung belang yang menyentuhnya.
"Astagaaa, tuan akhirnya keluar... "
Beberapa anak buahku berbisik-bisik dengan kawanan lainnya. Nobi juga melihat ku dengan tatapan mesum
"Hey, apa yang kau lihat? "
Aku menatap tajam pada anak buahku dan juga Nobi.
"Hemmm... Ku kira tuan lebih menyukai ku? Heheh"
Dasar Nobi kurang ajar. Kenapa banyak yang melihatku pria Betina....
"Aku ini Jantaaaaan! "
Aaargghh... Aku berteriak. Membuatku kesal saja.
Aku meninggalkan mereka dan minum beberapa teguk minuman beralkohol. Tapi Nobi menghampiriku.
"Apa tuan sudah menjamah tubuh gadis itu? Katanya dia milik si Tuan club ini"
Nobi bertanya padaku. Seperti nya cerita gadis itu benar.
"Tidak, dia masih gadis dan polos. Mana bisa aku menyakitinya? "
"Atau tuan memang Homo yah. Gadis secantik dia bisa menahan diri? "
Nobi menghina ku.
"Hey... jaga mulutmu"
"Bercanda tuan. Hahaha.. Aku tahu tuan pria yang baik dan bijaksana. Maka dari situlah aku mengikuti tuan kemana-mana"
Nobi meminta bersulang bersamaku.
"Nobii, gadis itu sudah jadi milikku sekarang. Dia akan ku beli dari si pemilik club ini. Berapa pun hutang bibi nya? "
"Apa tuan yakin? "
"Tentu saja, aku akan menjadikan dia asistenku"
"Yaaah yaaaah, sepertinya tuan juga menyukai gadis, itu. Setidaknya aku, legah karena tuan ternyata masih normal. Hahahahaha"
Nobi berbicara sambil mabuk. Aku tahu, kalau dia tidak sedang mabuk. Dia tidak akan berbicara sembarangan seperti ini. Dasar!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amenda Yoi melakukan sesuai apa yang ku harapkan. Dia benar-benar gadis pintar. Bersekolah dan mereka beberapa buku, catatan besar, dia sangat teliti dan rajin.
Dia telah lulus dari sekolah SMA nya, dan aku menyuruhnya untuk melanjutkan sekolah ke kejuruan tinggi. Tapi dia menolaknya. Dia ingin bekerja dan menghasilkan uang.
"Tidak tuan, ijinkan aku menghasilkan uang ku sendiri. Aku tidak ingin terus membebani mu"
"Tapi aku tidak ingin kau jauh dari sisiku dan pergi begitu saja"
"Aku mengerti maksud tuan. Baiklah, bantu aku masuk menjadi bagian dari perusahaan orang tua ku yang mereka ambil alih"
"Dengan senang hati. Aku akan membantu mu"
Dan disitulah perjuanganku dan Yoi memperebutkan perusahaan yang di kelola oleh Pamannya.
Pamannya mudah di tipu karena dia bukan seorang pebisnis. Beda dengan Yoi yang sejak kecil adalah anak seorang pebisnis. Dia pasti hebat dalam menjalankan sebuah perusahaan.
Paman menyetujui kerjasama dengan Amenda, karena Paman juga tahu bahwa Amenda adalah gadis pintar berbakat. Sayang bibi tidak pernah tahu dan tidak peduli akan perusahaan yang sedang di kelola. Dia hanya menghambur-hamburkan uang nya bersama putri satu-satunya itu.
Bulan demi bulan, dan satu tahun telah terlewati. Amenda Yoi punya banyak bukti bahwa perusahaan ini adalah milik orang tuanya. Ia tidak segan untuk membuat sebuah keputusan pemilihan direktur baru dengan alasan kurang kompetennya direktur utama yaitu Pamannya sendiri. Karena semua yang mengerjakan adalah Yoi. Para investor dan pemegang saham besar juga tahu kalau Yoi adalah anak dari pemilik perusahaan ini.
Maka dengan begitu mudah nya perusahaan ini berpindah tangan. Tentu saja Paman bukanlah sang pemilik lagi. Tapi Yoi tidak tega jika dia harus keluar dari perusahaan ini. Maka Yoi tetap memberi nya pekerjaan. Yaitu seorang satpam, lebih tepatnya ketua satpam. Yah, itu lebih baik daripada bekerja sebagai adimistrasi atau yang lainnya. Karena Paman sangat tidak berguna.
Setelah Yoi mendapat apa yang dia mau, dia datang padaku.
"Tuan, terimakasih telah mendidikku selama ini. Aku ingin kau menerima balasan atas perbuatan mu selama ini. Kau benar-benar menjagaku dengan baik"
Yoi mendatangiku yang berada di Mafia.
"Maksud kamu sebuah hadiah? "
"Iya tuan! "
"Hadiah apa yang akan kau berikan"
Aku penasaran akan hal itu. Sekalipun aku tidak akan menerima nya jika itu uang.
"Nikahilah aku tuan"
APAAAA!!
Ternyata dia menyerahkan dirinya sendiri tanpa aku meminta.
"Bagaimana kau tahu, kalau... kalau akuu.. aku juga menyukaimu"
"Hahaha, semua orang tahu kalau tuan menyukai ku. Aku bukan gadis bodoh tuan. Karena aku juga menyukai tuan. Terimakasih telah menahan diri selama ini"
Astagaaaa
Aku sudah tidak kuat lagi menahan airmata. Aku menangis. Astagaaaa... Memalukan sekali.
Dia datang mendekat dan memelukku dengan begitu erat. Dia menciumku dan tidak melepaskannya. Dia gadis polos yang agresif.
Dan kami pun menikah.
Memiliki seorang putri kecil bernama Keysha Hasashi.
Memiliki perusahaan besar dengan anak cabangnya. Yoi benar-benar gadis yang sangat cerdas. Dia sangat cerdas sampai bisa membangun anak cabang perusahaan milik ayahnya.
Maka disitulah sebuah permasalahan muncul. Karena tidak selama kebahagiaan itu ada.
"Sayaaang... Dimana kamu? "
Saat aku mencari Yoi, ia tak kunjung hadir.
Aku sangat khawatir, kemana dia pergi dan belum pulang juga?
Aku terpaksa menjemput Key di rumah Nenek. Aku mengajaknya pulang dan ku dapati rumah masih berantakan. Menandakan Yoi belum pulang. Aku teriak ke atas ke bawah juga tak kunjung ada balasan.
Akhirnya aku menelpon anak buahku untuk mencarinya.
Bagaimana bisa aku menunggu berjam-jam lagi?
Sesaat aku mendapat kabar Yoi bersama direktur besar perusahaan Zeus. Aku kaget! Bukankah itu perusahaan milik keluarga Zeus yang dulu akan di jodohkannya dengan Yoi saat orang tua nya masih hidup.
Aku memang pria bijaksana, tapi aku pria yang sangat cemburu dan posesif. Aku sangat tidak suka jika wanita ku bersama pria lain yang bahkan aku tidak tahu siapa mereka. Apalagi Zeus? Aku sangat tidak senang jika mereka sedang bersama.
Pergilah aku menitipkan Key kepada Nenek dan pergi menjemput Yoi di tempat Zeus berada.