Who Am I ?

Who Am I ?
RomeoJuliet



Chapter 59


~RomeoJuliet~


Kemarahanku sudah sangat memuncak. Sebelum aku menjadi kan dia Istriku. Aku bahkan tidak pernah menjamah gadis lain. Aku menanti dan menanti bertahun-tahun agar aku dan dia sama-sama suci. Demi dia sampai aku berpura-pura menjadi pria Homo yang tidak menyukai seorang gadis.


Semua anak buahku berpesta dengan gadis-gadis pelacur, dan aku berdiam diri dan terkadang Nobi menemaniku minum.


"Kau sangat tidak suka wanita? "


Beberapa anak buahku yang penasaran.


"Tentu saja, hanya tidak ada yang membuat ku tertarik disini"


Bisik-bisik mulai terdengar.


"Gila ya tuan, gadis secantik dan semontok ini tidak di sukai nya? Mungkin dia suka Pria. Seperti Nobi mungkin "


Aku tetap diam dan tidak memperdulikan mereka sedikit pun. Mau mereka bilang aku Homo, tidak waras, aneh. Aku kekeh menanti.


Dan yah, inilah hasilnya. Aku di khianati.


Setelah pagi itu aku marah besar pada Yoi. Aku pergi tinggal bersama Ibuku di desa. Aku sedikit membenci perempuan. Sehingga aku juga enggan melihat putriku sendiri.


Hari demi hari reputasi Yoi semakin buruk karena telah beredarnya sebuah video 19detik itu. Video dimana Yoi dan Zeus melakukan sebuah hubungan tidak senonoh.


Aku menghampiri Yoi ke perusahaan nya setelah beberapa hari tidak bertemu.


"Pergilah dari Negara ini. Namamu sudah tidak bisa di bersihkan. Bawa anakmu. Aku akan mengurus perusahaan ayahmu! "


"Percayalah padaku, aku tidak melaa"


"Cukup. Aku datang menemui mu bukan untuk meminta penjelasan. Aku takut saat Keysha dewasa, dia menjadi bahan bully an teman-temannya di sekolah. Sekarang dia masih kecil, ini kesempatan bagus untukmu keluar dari sini"


"Tapi, aku tidak mau pergi darimu"


"Aku sudah membiarkan Keysha membawamu. Atau aku yang pergi dan membawa Keysha dari sini"


Yoi menangis. Aku melakukan ini juga demi kebaikannya. Demi kebaikan anakku juga. Aku tidak mau, anakku menjadi korban atas perbuatan Mama nya.


"Baiklaaah.. Jika itu yang terbaik untukku dan anakku. Aku akan pergi meninggalkan negara ini"


"Aku ingin kau pergi ke keluarga Sanc. Dan membangun perusahaan baru untuk mereka. Mereka keluarga kesusahan sepertimu. Aku akan berikan alamat dan Negaranya"


Aku tidak terlalu mengenal keluarga Sanc. Tapi keluarga mereka sering menyewa bodyguar dari Mafia Genk Road demi menjaga Anak semata wayang yang sakit-sakitan itu. Sanc Von adalah pria tunggal yang lemah. Dia tidak punya ayah, dan dia harus bertarung bersama keluarga ayahnya yang rakus. Ibunya pun lemah. Sanc Von tidak meniru ayahnya. Dia begitu lemah seperti ibu nya. Bukan lemah fisik, tapi lemah hati. Seorang pebisnis harus berani dan bertanggung jawab. Tidak lembek dan terlalu baik hati. Karena itu bisa menjadi kelemahan bagi dirinya.


"Baik, aku mempercayaimu. Kunjungi aku jika kau sudah memafkanku"


Yoi pergi dan menyiapkan dirinya untuk terbang ke keluarga Sanc.


Setelah itu, aku tidak tahu kabar mereka lagi. Aku memutuskan hubungan ku dengan keluarga Sanc. Setelah tahu Sanc Von meninggal dunia. Nenek Sanc sangat mempercayai Yoi untuk memegang kendali perusahaan Sanc. Maka aku sudah tidak terlalu memikirkan kehidupan mereka. Aku tahu, mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keysha menangis...


Kurasa memang inilah saatnya membuka semua masalalu yang pahit tentang aku dan ibu nya. Dia sudah dewasa. Setidaknya dia harus belajar menghargai perasaan oranglain dari cerita yang ku sampaikan.


"Aku tidak membencimu, dan aku juga tidak membenci ibumu. Hanya saja, Papa masih takut untuk bersama wanita lain"


Keysha menatapku penuh harap.


"Jadi Papa tidak menikah lagi selama ini"


"Maka maafkan lah Mama.. Mama sangat setia kepadamu. Dia menunggumu datang. Setiap aku bertanya, Mama selalu bilang Papa kamu? Mama tidak tahu. Karena Mama juga sedang menunggu. Ku kira Mama sedang membohongiku. Bahwa Mama tidak tahu keberadaan Papa. Ternyata memang Mama takut untuk mencarimu, dan lebih memilih menunggu Papa"


Aku terdiam. Yoi ? dia masih menjanda? Kenapa? Gadis pintar dan cantik seperti dia masih menunggu Pria yang memukulnya.


"Persimi, Tuan. Dia sudah selesai operasi. Keadaan nya stabil. Karena peluru tidak mengenai organ dalam. Beruntung dia menutupi Putrimu menggunakan punggung. Dia sedikit cerdas di saat-saat genting begitu"


Dokter professional yang ku sewa menjelaskan dengan detail.


"Terimakasih banyak Dokter. Aku berhutang banyak padamu"


"Aku yang berterimakasih karena sudah mempercayaiku melakukan operasi. Aku permisi, sebentar. tunggu setengah jam lagi, kalian boleh menengoknya"


Dokter pun pergi meninggalkan ruangan.


"Terimakasih Papaaaa"


Keysha memelukku. Astagaaa... Pelukan hangat ini, persis pelukan saat Yoi memelukku berterimakasih. Pelukan hangat yang begitu tulus mengalir dan menusuk ke dalam detak jantungku.


Aku tiba-tiba teringat sosok Yoi saat muda.


Kami menunggu setengah jam dan Keysha sudah sangat tidak sabar untuk bisa masuk ke dalam ruangan melihat pria nya.


Dia berlari saat perawat keluar dan mengijinkan kami masuk.


"Silahkan masuk. Dan tunggu pasien sampai siuman. Efek biusnya belum hilang. Saya permisi"


Perawat itu pergi meninggalkan ruangan.


"Ken.... Ken... Aku disini. Keysha... Lekas bangunlah Ken.. Jangan pergi "


Keysha tampak sangat cemas.


"Putriku, Ken sedang di bius. Dia akan bangun dengan sendirinya. Tunggulah dengan sabar"


Aku mengelus-elus rambut lurusnya.


"Baik Pa.. "


Keysha menurutiku. Dan dia menggenggam tangan Pria itu dengan begitu erat. Berharap agar Ken segera terbangun.


Ku harap, hubungan mereka adalah cinta sejati. Bukan sepertiku dan Yoi. Romeo Juliet itu memang karangna fiksi, tapi cinta mereka saling mempertaruhkan nyawa. Seperti apa yang di lakukan oleh pria ini kepada Putriku. Aku sudah merestui hubungan kalian. Lekaslah siuman Nak. Putriku sedang menunggu mu membuka mata.


Beberapa menit setelah aku berdoa, Pria itu membuka mata nya perlahan-lahan.


Astagaaaa.... Cepat sekali. Setelah aku mengatakan aku merestui hubungan mereka. Apa dia dengar dari batin yah?


"Keeenn.... Kenn... Kau sudah siuman Ken... "


Keysha memandangi wajah Ken dengan mata yang berbinar-binar.


Ken mencoba mengatakan sesuatu tapi tak dapat di dengar. Mungkin karena dia baru saja siuman.


"Tidak Ken tidak. Jangan katakan apapun. Kau sudah sadar adalah doa yang ku panjatkan sejak tadi. Terimakasih sudah bangun. Terimakasih "


Keysha meneteskan airmatanya.


"Baiklah, setelah tahu siuman. Papa akan meninggalkan kalian berdua dulu. Papa cari makanan dulu ya Key. Kita belum makan berjam-jam yang lalu"


Aku sampai lupa bahwa aku dan Key belum makan sejak Pria itu tertembak. Perutku lapar sekali. Keysha begitu sabar dan tabah sampai menahan perut laparnya.


Aku akan mencari makanan yang enak untuk putriku.