
Chapter 56
~Sejarah Masa Lalu~
Amenda Yoi.
Dia adalah gadis cantik yang malang. Dia juga yang berhasil memikat hatiku. Sampai sekarang pun, aku masih merindukan wajah-wajah nya yang anggun dan natural itu.
"Selamat Tuan, anda adalah pimpinan kota Tateyama terbaik lagi"
Beberapa anak buah ku memberiku selamat.
Seketika para anak buah mengajakku berpesta malam ini. Tentu saja aku tidak akan menolak. Pesta yang tidak begitu besar, tapi juga cukup di katakan menguras keuangan.
Pergi menyewa club untuk di gunakan pribadi anak-anak buahku. Membeli beberapa minuman keras dan juga wanita.
Seseorang menawarkanku gadis, dan aku di suruh untuk memilih. Sayangnya aku sedang tidak tertarik melakukan hal-hal romantis. Aku sedang menikmati masa-masa indah usia muda ku. Karena aku masih berusia 22 tahun. Sudah bertahun-tahun aku mengabdi menjadi bagian dari Mafia. Dan aku sangat menikmati masa-masa ini. Ibu ku sembuh dan adikku bisa bersekolah terus. Ku biarkan saja dia memilih melanjutkan ke kejuruan tinggi atau berhenti di SMA. setidaknya dia tidak sepertiku yang hanya sampai di bangku SMP.
Saat aku ke toilet, aku mendengar jeritan dari room yang berdekatan dengan toilet. Aku segera pergi dimana tempat jeritan itu berasal.
"Ampuni aku tuan. Perlakukan lah diriku dengan baik. Ku mohon... "
Suara itu berasal dari dalam room dan itu suara seorang wanita.
"Bagaimana mungkin kami memperlakukanmu dengan baik. Kau hanya perlu melayani kami. Hahaha... "
Suara tawa itu, adalah suara tawa para anak buahku yang telah membeli beberapa gadis untuk menemani mereka.
Tapi aku baru tahu, kalau gadis-gadis yang mereka beli begitu polos. Kenapa mereka tidak seperti para pelacur yang dengan senang hati melayani mereka. Dengan buas dna liarnya tanpa meminta untuk di perlakukan dengan lembut.
Yang pernah aku dengar dari Nobi, para pelacur bersedia melakukan apa saja dan kadang mereka yang minta di perlakukan kasar. Apa ya nama nya? Hard hard begini kalau gak salah. Setidaknya aku harus cari tahu siapa wanita di dalam room ini.
Tok tok tok...
"Siapaa"
Suara anak buahku dengan begitu kasarnya menjawab.
"Aku. HASASHIII"
"aaahhh... Tuaaaan.." Beberapa suara gaduh mendorong.
"Hey hey, buka pintu nyaaaa. Cepatttt"
"Aku tidak berani, kau saja"
"Astagaa, cepat.. Aku ingin lihat gadis itu"
"Aaah ternyata tuan ingin gadisnya. Hey kasihkan gadis itu untuk tuan"
"Tapi tapi, gadis ini kaaaan"
"Sudahlah.. "
"Baik"
Setelah berunding dengan anak buahku dari luar room. Akhirnya mereka mengeluarkan gadis yang mereka bawa. Room itu untuk bernyanyi. Gadis itu tidak seperti sedang memandu karaoke. Cara berpakaiannya juga tidak terlihat sedang melayani para tamu nya.
"Aku ingin dia"
Aku menunjuk gadis itu. Dan gadis itu sangat ketakutan.
"Baik tuan. Hehe, silahkan bawa saja"
Beberapa anak buahku juga sedang berbisik-bisik.
"hey hey, bagaimana ini? "
"bagaimana apa nya? "
"Itu kan bukan pelacur"
"Sudahlah.. Mau bagaimana lagi? kau berani dengan tuan"
"Tentu saja tidak.
Jadi gadis ini betul bukan pelacur, tapi kenapa di suruh melayani para pria mesum seperti mereka.
Aku mengajaknya ke dalam ruangan yang di khususkan untukku. Vip Room.
"Perlakukan aku dengan lembut tuan. Aku masih masih... emm maaf tuan. Aku masih tidak berpengalaman. Akuu.. emm. Mungkin tuan tidak akan percaya kalau aku masih emmm"
Gadis itu berbicara dengan terbata-bata. Sungguh malangnya. Seperti nya dia sangat ketakutan. Aku duduk di sampingnya dan memandang wajahnya.
Astagaaa, gadis ini wajahnya begitu anggun. Dengan rambut panjang nya dan kulit putih nya. Gadis ini berbicara dengan sangat lembut dan juga mata nya yang cantik itu. Membuatku ingin mendekati nya.
Tidak tidak tidak. Tujuanku bukan untuk itu. Tenanglah Hasashi... Tenangkan dirimu.
"Kenapa kau berada di tempat berbahaya seperti ini? Apa tujuanmu? Apa kau anak baru? "
"Aku yatim piatu Tuan. Aku di jual oleh bibi ku. Karena bibi ada hutang dengan pemilik Bar ini. Aku disuruh melayani para Mafia agar mendapat uang tuan. Tapi aku, aku masih gadis dan aku aku sangat tidak berpengalaman. Aku sangat takut tuan"
Astagaa...
Dia yatim piatu dan di buang oleh bibi nya sendiri. Bagaimana bisa dia mengalami hal sekejam itu?!
"Kapan orang tua mu meninggal? Maaf aku menanyakan hal yang bersifat privasi"
Dia mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan seluruh wajahnya. Mendekatkan diri pada wajahku. Astagaaaa, jantungku.... Aku belum pernah di pandang gadis sedekat ini. Rasanya mau copot!
"Tuan? apakah mau mendengarkan kisahku? "
Matanya berbinar mengharap kepadaku.
Aku menganggukan kepalaku.
Ternyata, orang tuanya adalah pebisnis hebat. Pemilik perusahaan ternama di pusat kota. Namun, beberapa bulan yang lalu orang tua nya kecelakaan. Gadis ini masih SMA. Ayah dan ibu nya kecelakaan dalam mobil saat dia pergi bersekolah. Bibi nya mengambil alih perusahaannya dan di kelola oleh Pamannya. Tapi Pamannya orang yang sedikit bodoh dan kurang pengetahuan. Akhirnya perusahan itu sedikit Demi sedikit mengalami kegagalan. Dan beginilah nasibnya, di jual oleh bibi demi bisnis yang dijalankan agar lancar dan ada investasi yang masuk.
"Kau, ikutlah bersamaku. Aku ingin kau tetap bersekolah"
Aku menyuruhnya melanjutkan sekolah saja. Dan mengmabil alih kembali bisnis orangtua nya.
Lihatlah, mata nya sangat berbinar. Tapi dia menggelengkan kepala. Kenapaaa?
"Aku tidak mau tuan membiayaiku. Aku orang asing"
"Maka bekerjalah untukku. Jadilah asistenku setelah kau pulang sekolah. Dan tinggalah di tempatku. Jangan di bibimu. Yaaaahh, kalau kau mau dijual lagi sih? "
"Tidak tidak, aku ikut tuan saja. Aku takut bibi melakukan hal yang lebih kejam"
Dia menggelengkan kepalana dan menggenggam tanganku.
MENGGENGGAM?
Astagaaaa...
Jantungkuu...
Aku belum pernah meraskan bagaimana rasanua di pegang oleh wanita... Selama ini, hanya barang-barang keras yang sering memegang tanganku. Dan tak lupa juga tangan si Nobi!
Hem... Kenapa aku selama ini membiarkan Nobi memegang tanganku dengan bebasnya? Sekarang aku mulai menyesal.
"Tuaaan... "
Gadis ini memasang wajah memelas. Astagaaa, imutnyaaaaaa....
"Naaaah, Perjanjian kita akan di mulai ketika kamj memperkenalkan namamu. Karena perjanjian ini akan aku tulis di atas materai, agar kamu percaya bahwa aku bukan orang jahat"
Dia langsung mengangguk-anggukan kepalanya. Seperti nya dia sangat bersyukur.
"Namaku Amenda Yoi. Silahkan Panggil aku Yoi. Aku dari keluarga Ame"
"Aku Hasashi. Semoga kita bisa bekerja sama dengan lebih baik"
...----------------...
Begitulah saat-saat aku bertemu Mama nya Keysha.
"Lalu, Papa melakukan hal begitunya kapan? dimana? "
Key bertanya antusias.
"Astagaaaa, jadi yang kamu tunggu cerita selanjutnya adalah dimana Papa membuat kamu? "
Putriku tertawa geli. Dia ceria sekali. Dia anggun seperti ibu nya, dan ceria seperti aku ayahnya.
"Baiklah jika kamu penasaran, Papa akan melanjutkan dimana Papa dan Mama mebuat kamu"