
Sebelum memasuki ke Chapter 29
Author mau kasih foto para tokoh yang selama ini belum di up.
Chapter 29
~kabar burung~
Saat di sekolah.
Aku masih bisa di percaya gak yah kalau nanti Keysha tahu kebenaran tentang diriku dengan Shin. Setidaknya aku tetap yakin dan percaya diri bagaimanapun hidupku berjalan.
Inilah aku, Eiry. Yang katanya mirip gadis putri raja.
Salam kenal yah para pembaca. Selama ini Author menyembunyikan parasku yang anggun ini. Hehe
Dan Keysha, rambut lurus tak pernah di kuncir ini benar-benar tidak bisa menghilangkan wajah Asia nya. Itulah yang membuat Ken ingin terus membully dia. Tentu saja wajahku tidak sama dengan Keysha, karena aku hanya gadis blasteran saja.
Dan Kenborg yang menurutku dia Playboy cap kampung. Hehehe... Tapi kalau dia mau baik-baik sama Keysha dengan senang hati aku akan membimbing mereka ke jalan yang benar.
Dan ini kekasih aku. Shin!
Mirip Mafia Jepang yah. Hehe...
Memang nenekmoyang nya berada disana, eits! tapi jangan mikir kalau dia itu anaknya mafia yah. Heheh Gak kok!
Saat di kelas.
Keysha kenapa pagi-pagi begini banyak diam sekali. Dia tidak mengajakku berbicara sama sekali. Ada apa dengan dia? Bukannya kemarin malam aku sudah jujur dengan dia.
"Key, kau sudah kerjakan Bab 4 nya? "
"Sudah"
Jawabannya singkat sekali. Apa dia tidak terima dengan kejujuran ku kemarin malam. Tapi kemarin dia baik-baik saja. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Sekarang bukanlah waktu yang tepat, mungkin nanti saat jam istirahat.
Oh iya, aku sampai lupa belum mengecek ponselku sama sekali. Setelah pulang larut malam kemarin, aku hanya mencharge ponselku dan meninggalkan nya di atas meja hingga pagi ini.
Wah, ada beberapa pesan masuk ternyata.
Ketika aku buka beberapa pesan yang sudah tertuju padaku, ternyata ada pesan penting dari Shin semalam.
"Maaf, Shevy sudah tahu hubungan kita. Jelaskan pada Keysha sebelum terlambat"
Hem Shin, ini sudah terlambat. Sangat terlambat. Terlebih, Keysha kasta 1 yang mudah di jangkau oleh sesama kasta nya. Shevy tidak mungkin hanya diam dan tidak membeberkan rahasia ku pagi ini. Jelas saja aku tidak melihat Keysha sejak tadi. Muncul-muncul nya malah udah ada di kelas.
Aku benar-benar tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran hari ini. Aku jadi malu mau mengajak Key biacara. Tapi kalau hanya berdiam-diaman begini mana bisa selesai. Aku gak harus minta bantuan siapapun, termasuk Shin. Aku akan menjelaskannya sendiri.
Tong ting tong..
Jam pelajaran telah usai, silahkan menikmati waktu beristirahat kalian. Terimakasih
Ting tong ting..
"Key, tunggu"
Bahkan dia tidak menoleh ke arahku. Dia mau kemana sih. Aku ikutin aja deh.
Srett...
Aduhhh! Tangan siapa sih ini menghalangi dahiku?
Saat aku mendongakkan kepalaku, ternyata itu Shevy dengan geng nya. Ya ampun, kenapa harus sekarang? Aku kan harus mengejar Keysha.
Shevy itu berwajah anggun dan cantik, tapi dia suka berbicara terus terang dan yah sedikit membully. Sepertinya nasib ku Yang sekarang akan di bully oleh dia.
"He! kau gak punya harga diri yah. Berani kau tiduri Shin ku"
"Aku tidak pernah tidur dengannya"
"Itu sangat tidak mungkin, gadis kasta 3 meniduri laki-laki berkasta 1 agar bisa menjadi pasangannya"
"Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja padanya! "
"Tentu saja dia tidak akan bicara, karena dia malu telah meniduri kasta 3"
"Atau, jangan-jangan kau mengandung anaknya? "
"Hahaha, mungkin... Jadi Shin tidak akan bisa melepaskan dia"
Mereka ini benar-benar berlebihan, andai ada Keysha disini. Dia pasti sudah membelaku habis-habisan. Tapi nyatanya, Keysha hanya memandangku sebelah mata disana. Dia tidak tersenyum, juga tidak menampakkan wajah kesedihannya. Sesungguhnya, apa yang telah dikatakan Shevy padanya. Mengkorek-korek mungkin ide bagus daripada menentang dia.
"Lalu, apa hubungannya dengan Keysha"
"Tentu saja dia harus tahu, kalau temannya seorang gadis jalang. Tidak seharusnya dia berteman dengan kasta 3 rendahan sepertimu"
"Jika memang aku rendahan bagi nya, apalagi yang kalian rendahkan dariku"
"Kau seorang gadis jalang, yang sudah berani meniduri Shin kasta 1 dan membuat hubungan tertekan selama ini secara diam-diam"
"Jadi hanya itu yang kau katakan"
"Yah, apa lagi? Atau kau meniduri pria lain disini? Guru mungkin?"
"Hahahahah, dasar jalang dia"
Demi mencari kata-kata yang telah dia ucapkan pada temanku, aku rela di permalukan di depan kelas dan jadi tontonan beberapa menit seperti ini.
Aku berlari dan meninggalkan geng gila itu. Aku tidak bisa menemui Keysha sekarang. Aku harus memikirkan rencana apa yang harus aku lakukan. Pergi ke toilet untuk mencari inspirasi adalah ide yang bagus.
Duduk bersandar di atas WC duduk mungkin bukan ide yang bagus. Tapi, daripada di taman belakang pasti banyak yang melihatku. Dan yah, berita itu tidak akan mudah untuk di redam bukan?
Memang jalan satu-satunya adalah jujur. Tapi jujur sekarang pun tidak akan berarti apa-apa bagi Keysha. Mungkin membutuhkan bantuan Shin dan teman-teman nya adalah ide yang bagus. Daripada aku harus mencari jalan keluar ku sendiri. Dan malah itu membuat diriku terperosok jauh ke dalam jurang kesalah pahaman ini.
Tuuuttt.... Tuuttt.... Ayo angkat Shiinn...
"Halo sayang. Gimana? "
"Shin, sepertinya ini sedikit sulit. Dan aku tidak bisa membereskannya sendiri. Karena ini menyangkut kata-kata gadis jalang"
"Apa? ini mana ada hubungannya dengan kau jadi gadis jalang Ry"
"Aku tidak tahu, makanya aku benar-benar bingung. Untuk menampakkan diriku keluar saja aku malu sekali"
"Kau dimana, aku jemput! "
"Jangan Shin, itu akan memperkeruh suasana"
"Oh, harith dan Gon yang akan menjemputmu. Cepat katakan lokasimu sekarang"
Harith.. Yah, inilah si cowok usil itu. Dia tampan dan baby face sekali. Mungil dan bertubuh seksi sekali. Idaman bagi wanita manapun. Sayangnya, keusilan dia itu yang gak bisa jadi bahan pesona nya.
Dan Gon, Pria tinggi dan kekar. Umurnya seperti tidak sesuai untuk tetap bersekolah. Padahal memang masih muda sih, cuma postur tubuh dan wajahnya yang sudah berumur. Hehe...
Tapi mereka sahabat Shin, selain Ken borg. Mereka juga mau di suruh-suruh. Yah, kalau Ken sih gak mungkin yah. Pasti dia akan membantah. Mana mau disuruh jemput aku, kalau-kalau bukan masalah Keysha.
Beberapa menit menunggu, aku mendengar langkah kaki beberapa orang yang masuk kedalam toilet. Mereka sedang mengobrol, timing pas untuk menguping.
"Heh, ternyata Eiry cantik untuk dijual yah"
"Mungkin, ini orang tuanya yang minta. Biasanya kan gitu. Memeras anak orang kaya, lalu menyuruh menikahinya"
"Tapi ini masih SMA "
"Tentu saja mulai dari sekarang. Kalau tidak, nanti bisa di ambil orang"
"Hey, kau tahu Shevy. Dia kan juga cantik sekali. Dia sepertinya sangat menyukai Shin. Kenapa harus Shin yah, Ken kan lebih keren dan maco"
"Kau ini bodoh apa? Ken itu pria judas. Mana betah Sehvy dengan dia. Ken cuma butuh teman tidur, ya kan! "
"Kok jadi ngomongin Ken. Tapi bener sih, Mantannya Ken semua seperti gadis jalang yah. Gak pernah tuh terlihat mesra di mana-mana"
Yaps.. Bener banget dugaan mereka. Ken itu mana bisa mencintai seseorang. Dengan kehidupan yang serba mewah dan megah yang hampir tidak semua orang punya. Sedangkan dia bisa menghabiskan uang tanpa harus berfikir panjang. Gadis bodoh pun jelas ingin mendekatinya dengan maksud memeras Ken sekalipun dia juga sedang di peras.
Semakin di pikir, aku jadi sadar. Mungkin itu yang mereka fikirkan tentangku. Aku gadis cantik yang memanfaatkan wajahku untuk menarik perhatian Shin dan memeras uangnya. Sekalipun aku tidak pernah menikmati uangnya. Menyedihkan!
A-ha, aku punya ide yang bagus nih...