Who Am I ?

Who Am I ?
Misi Key



Chapter 68


~Misi Key~


Aku berangkat ke kediaman Nenek Hasashi bersama Nenek Sanc. Ku harap mereka berdua nanti akur dan tidak terjadi apa-apa. Aku sangat gugup dan cemas. Demi memperbaiki nama Orang tua ku dan berhenti bersembunyi dari masalah. Ku harap ini lekas ada titik cerah nya.


Sesampai di rumah Nenek Hasashi, Nenek Sanc sangat takjub melihat dekorasi rumah nya. Yah, itulah yang ku lakukan juga saat pertama kali kemari. Rumah megah namun berbudaya dan natural sekali.


Kami masuk dengan bebas, karena Pelayan disini sudah tahu siapa aku? Aku harap aku tidak bertemu dengan Nobi untuk saat ini.


Aku di persilahkan masuk oleh beberapa pelayan dan berjumpa dengan Nenek Hasashi. Nenek Hasashi sangat terkejut melihat ku kembali. Padahal beberapa hari kemarin aku sudah berpamitan pulang dan akan lama kembali. Nyata nya sekarang aku sudah berdiri disini.


"Nenekkk... Apa kau merindukan diriku? "


Aku datang berlari memeluk nya.


"Astagaa gadis kecilku sudah datang setelah berpamitan kemarin"


Nenek membalas pelukanku.


"Perkenalkan. Saya Nenek Sanc"


Nenek Sanc maju ke depan.


"Oh astaha, jadi kau adalah Nenek yang selama ini merawat cucu ku Key.. Terimakasih banyak sudah merawat cucu ku yang nakal ini.. Uuughh"


Nenek Hasashi mengacak-ngacak rambutku.


"Neeneeekk... Kalian berdua adalah Nenekkuu.. Nenek Hasashi dari Papa, dan Nenek Sanc dari Mama. Bukankah lebih baik begitu"


"Kau cerdas sekali... Ayo mari masuk. Seperti nya kalian menginginkam sesuatu"


Astagaaa... Nenek Hasashi tau tujuan ku dan Nenek datang kemari.


Kami memasuki ruangan yang lebih intens untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang penting dan pribadi.


Nenek Hasashi pun akhirnya bertanya.


"Apa tujuan kalian kemari? "


Aku sangat terkejut. Nenek yang begitu baik tiba-tiba berubah seakan-akan sedang menginterogasi orang asing. Kenapa Nenek tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?


"Baiklah jika kamu memang tidak suka di ajak. berbasa basi. Kami disini bertujuan untuk mempertemukan anakmu dengan Yoi"


Nenek Sanc begitu tegas dengan pandangan mata nya yang menyipit dan tajam. Astaga, para Nenek-nenek ini kesambet apa an yaa?


"Hah! Itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak akan mengijinkan wanita itu bertemu dengan anakku. Aku sudah tidak sudi melihat nya. Dia benar-benar telah mempermalukan aku dan keluargaku"


Astaga... Nenek Hasashi ternyata membenci Mama ku.


"Nek, kalian tidak perlu bertengkar. Aku hanya ingin Papa tahu sesuatu tentang Mama Nek. Seandainya Nenek juga merasakan. Jadi seorang wanita, yang selalu mencintai pria tersebut. Tapi Pria itu sudah tidak mendengarkan penjelasan apa-apa lagi. Wanita itu tetap setia menanti sampai dia mau mendengarkan nya"


Nenek Hasashi terdiam.


"Nek, kita semua perempuan. Apa salahnya saling mengerti bagaimana ketulusan seorang perempuan?! Nenek juga pasti tahu bagaimana rasanya. Kami hanya ingin yang terbaik Nek. Sekalipun memang itu sesuatu yang mustahil untuk di ubah dan di kembalikan. Aku tidak apa kok"


Nenek Sanc terisak. Astaga, kenapa malah Nenek Sanc yang terisak? Kata-kata ini murni dari hatiku. Aku bahkan tidak menyiapkan apa-apa untuk misi ku. Aku hanya kaget karena Nenekku membenci Mama. Aku juga berkata apa ada nya.


"Keysha.. Kamu sungguh telah meluluhkan hati Nenek nak. Mungkin dari situlah Ken pria tampan itu sangat menyayangi mu, selalu ingin melindungi mu. Dia percaya, gadis polos seperti mu justru sosok yang bisa merubah seseorang, bahkan mengubah keadaan menjadi sebuah keajaiban"


Nenek Hasashi memelukku.


Yes, rencana awal ku sudah berhasil. Setidaknya tinggal membujuk Papa ku sekarang.


"Tapi Key, Hasashi... Pria itu belum tentu mau bertemu dengan Mama mu. Aku belum bisa meyakinkannya. Sekalipun aku pernah bertanya? dia juga enggan menjawabnya"


Nenek benar, Papa orang yang berprinsip dan bijaksana. Begitulah kenapa Papa menjadi pemimpin Genk nya di kota ini?!


"Tidak masalah Nek, keputusan juga ada di tangan Papa. Karena mereka lah yang mempunyai masalah yang belum terselesaikan. Jadi, biar Papa yang memutuskan apakah dia mau bertemu Mama atau tidak?! "


Nenek Hasashi mengusap-usap kepalaku.


Nenek menyuruh pelayan kepercayaannya untuk menelpon Papa.


...----------------...


Menghabiskan waktu bersama para Nenek bukanlah hal yang buruk menurutku. Karena mereka seperti kembali menjadi gadis belia. Berbeda dengan Mama yang selalu berpandangan tentang bisnis dan bisnis. Hem


Kami bermain bersama sampai Papa pulang. Tidak terasa sore hari telah berkunjung dan Papa ku datang.


"Hai.. Paaa.. "


Ucap salamku saat berhadapan dengannya di depan pintu pas ketika ia membuka pintu nya.


"Astagaaa.. Putriku? kauu.. disini? "


Wajah Papa berseri saat melihatku. Dia yang yadi berwajah lelah dan malas, sekarang berubah jadi lebih segar dan cerah.


"Hehe, hai Paaa... Aku mengajak Nenek Sanc kemari. Dia ingin bertemu dengan mu setelah sekian lama tidak pernah bertemu"


Wajah Papa berubah menjadi serius.


"Apa maksud kamu Key? "


Papa bertanya dengan nada yang berbeda. Persis seperti Nenek Hasashi yang tadinya ingin menginterogasi ku.


"Tenanglah dulu Hasashi, kita bisa duduk dulu dan sedikit menyandarkan punggung mu yang lelah itu"


Nenek Sanc membelaku. Aku belum siap untuk membujuk Papa. Aku. belum terpikirkan ide sama sekali.


"Baiklah... Aku akan membersihkan tubuhku dulu"


Papa meninggalkan kami dan pergi ke kamar nya di atas.


Tidak masalah, karena kami tetap sabar menjalankan rencana agar Papa mau bertemu dengan Mama.


...----------------...


Setelah Papa selesai mandi. Papa langsung duduk dan menyandarkan punggungnya di sofa dekat kami. Dia lebih santai daripada tadi.


"Baiklah nak, katakan apa mau kamu? "


Papa bertanya, entah itu di tujukan kepada ku atau kepada Nenek?


"Pa, aku kesini bertiga "


Jawabku tanpa basa basi.


"Aku sudah tahu. Syukurlah dia tidak ikut kemari"


Papa menjawab agak ketus.


"Mama sedang menyelidiki kematian orang tua nya Pa. Sekalian mengantarkan ku dan Nenek bertemu dengan Papa lagi"


Semoga ini berhasil...


"Menyelidiki? maksud kamu, dia tidak datang untuk menemui ku? "


Wajah Papa mulai penasaran. Sudah kuduga, Papa masih mencintai Mama. Terlihat jelas dari wajahnya yang begitu khawatir pada Mama.


"Iya, karena aku telah berhasil bertemu denganmu. Mama jadi bersemangat mencari bukti dari kematian orangtua nya dahulu. Sekalipun itu sudah tidak berguna di jalur hukum karena sudah terlalu lawas"


Aku berkata apa ada nya, walaupun Mama juga sangat ingin bertemu dengan Papa.


"Hem, kemana dia mencari? "


Papa mulai panik niihh.. Hehe


"Aku juga tidak tahu Katanya Mama sangat ingin berkunjung ke perusahaan lama nya. Mama merindukan aroma kanroe di tempat ia memimpin dulu walau hanya sebentar".


Sangat sebentar... karena dia lebih memilih Papa, dan melahirkan putri cantik sepertiku. kau rela memutus hubungan perusahaan dengan pabrik kecil milikkuku.