
Chapter 24
Cinta monyet yang sejati ?
Aku Eiry!
Sebelum ke rumah Ken kemarin.
Kriingggg....
Kriinngg...
Keysha, tumben sekali dia telfon pagi-pagi begini.
"Halo Key... "
"Syukurlah kau sudah mengangkat telfonku. Kau lekas mandi yah. Harith bakal jemput kerumahmu. 15 menit kau harus sudah siap. Dia sudah berlari menuju mobil saat mendengar suaramu"
"Hey, aku kan belum memberikan jawaban. Dasar gila dia"
Bagaimana mungkin, si Harith itu langsung lari menjemputku. Kenapa gak Shin aja sih. Hemmmm...
Tapi ada apa yah? Ah aku siap-siap aja dulu. Lagian bertanya membuang-buang waktu. Malah nanti aku gak sempat berdandan lagi.
"Oke, 15 menit cukup kok"
Yah, sebenarnya tidak cukup. Kalau mandi bebek mungkin cukup. Yang penting kan parfumnya yang banyak. Hehehe...
Setelah Harith sampai di rumah. Ternyata lebih dari 15 menit. Jadi aku bia mempersiapkan diriku secantik mungkin. Hehe...
Aku sadar diri kok, kalau aku ini cantik seperti putri bangsawan. Jika di gandengkan dengan Luis, mungkin aku cocok jadi adeknya sekelas bangsawan.
Tapi aku sedikit malu karena aku bukan kasta 1. Mungkin aku merasa GR saja, jika mereka melirik ku saat berjalan. Atau mereka melirik Keysha ? Entahlah..
"Hey Ry, kau sepertinya benar-benar siap. Untuk kencan cuma-cuma"
"Dasar gila, mana bisa aku berkencan dengan mu! Teman pacarku sendiri"
"Eits, bukan sama aku. Sama Shin lah. Tadi yang nyuruh jemput kamu itu Keysha. Mau Shin yang aku suruh tapi sudah keduluan Keysha yang nyuruh"
"Oh gitu, yah asal pulangnya sama Shin deh"
"Siap nyonya Shin"
Setelah beberapa menit perjalanan aku sampai di rumah mewah nya Ken. Jujur, ini lebih mewah dari rumah Keysha yang sering aku kunjungin.
Tamannya aja besar banget, gilaaaa.. Kolam ikannya udah kayak danau ini mah.
"Ayo buruan, jangan melongo gitu kenapa? "
"Hehe, ketahuan norak nya yah"
"Banget! Rumah ku juga gede kali. Tapi yah, gak segede lapangan golf gini juga tamannya"
"Hahaha, aku benar kan! Aku baru pertama kali kerumah pengusaha besar. Ini seperti keajaiban"
"Jangan bicara begitu, nanti saat kau jadi sama Shin. Apalagi menikah, kau harus menjaga tata krama mu jadi orang tinggi. Agar wibawa keluarga Shin tidak turun gara-gara menantunya yang norak"
Eehhh, enak aja dia kalau ngomong. Aku tendang nih kakinya. Nyebelin dia mah!
"Aduh. Kok di tendang sih"
Aku cuma mencibir. Bodoh amat! nyinggung banget sih dia itu. Nyebelin!
Setelah sampai di depan pintu rumah utama Ken. Astagaaa, jalan kaki dari parkiran ke depan rumah utama lumayan capek juga. Persis rasanya berkeliling taman kota.
"Selamat datang, Anda di tunggu di ruang atas. Silahkan"
Bibi itu santun sekali. Bahkan seorang pembantu harus menjaga etika dan tata kramanya yah. Apalagi aku nanti. Kok jadi minder banget nih. Eh, emangnya aku bakalan di terima sama keluarganya Shin. Terlalu memikirkan yang jauh nih aku.
"Hey" Sambil mengedipkan mata dan menggigit bibirnya.
Hem, sapaan Shin yang menyebalkan. Hahaha...
Rasanya ingin aku menghambur ke pelukannya, seperti ini saat yang tepat untuk melepas rindu.
Setiap Menit, setiap detik Shin tak luput memandangi ku. Aku harus menjaga jarak, karena aku takut Keysha akan menyadari Shin menyukai ku. Aku sangat tidak ingin merusak persahabatanku.
"Ry, makan nih. Pop mie mu sudah jadi. Kau suka yang pedas banget kan"
Duh Shin, jangan di perlihatkan juga kan makanan kesukaanku apa. Aku jadi malu di lihatin sama temen-temen mu. Dasar bodoh!
Sepertinya Ken berusaha keras untuk menutupi Keysha dariku. Dan aku tahu, itu dia lakukan bukan demi aku. Tapi demi Keysha! Yah, Ken jatuh cinta sama Keysha. Benar apa kata Shin, aku salah dulu memaksakan Shin mencintai Key. Justru Ken lah yang mencintai Key tanpa dia sadari juga. Dasar dua orang yang bodoh akan hal cinta.
"Kita ini, sepasang yang cocok yah. Saling peka dan saling tahu perasaan kita"
Shin bisik-bisik di telingaku. Ya ampun, pipiku sampai memerah. Kaget banget kan dia langsung berbisik di sampingku saat lagi asik makan dan yaaah, lagi asik melihat Ken dan Key bercanda.
"Harith makan pop mie apa"
Aku mencoba mencairkan suasana. Jelas-jelas Shin kentara sekali ingin berdua-duan terus sama aku. Aku kan yang jadi canggung sama yang lain.
"Akhirnya, ada yang tanya pop mie favorite aku...
Aku suka yang kuah dan pedas"
"Sepertinya kita berjodoh deh Ry"
Harith menempeli pundakku dan menggesek-gesekkan nya. Lucu sekalii
"Haha... Sepertinya! "
Aku membalas menggesek-gesekkan pundakku
"Enak aja, aku juga suka yang pedas dan berkuah"
Hahaha, Shin sepertinya gak mau kalah nih sama Harith. Jelas-jelas dia gak kuat makan pedes.
"Oh yaa, nih coba punyaku Shin"
"Oke, aku makan nih ya"
Duh, Shin sok jago banget sih. Jadi khawatir liat dia makan dengan keringat mengucur se jagung-jagung begitu...
"Kau yakin Shin, bukannya kau? "
Harith sepertinya juga khawatir. Teman-temannya tahu juga kalau Shin gak bisa makan pedas.
"Aarrrghhhh.. Mana air... Airrr"
Hahahaha.. Semua nya tertawa liat Shin lari ke kamar mandi. Sepertinya dia berendam di air dingin deh.
"Demi apa coba?! "
"Sstt, diam Harith "
"Oh ya lupa, hehe. Sorry... "
Setelah berseru-seru bareng temen-temen Shin, akhirnya pulang juga. Ah, bisa berdua-duan deh sama Shin. Uh, senengnya...
"Key, kau mau Yogurt"
Ken menawari Yogurt, sepertinya dia pengen aku bisa pulang dengan Shin deh. Oh itu kode, dia mengusirku dengan lambaian tangannya. Aku balas OK dengan tangannya juga.
"Yuks"
Dan akhirnya Shin menggandeng tanganku dan mengajakku pergi dengan sedikit berlari. Syukurlah Key terkecoh dan memilih yogurt. Hehe
Saat di mobil yang ku tunggu-tunggu, Hehe...
"Ry, bibirku panas nih"
"Lagian sih, sok-sok an makan kuah pedas "
Aku sedikit menahan tawa, takut dia tersinggung.
"Aku belajar makan pedas aja deh mulai sekarang"
"Jangan, aku lebih suka kamu makan teratur seperti biasa Shin. Oh ya, novel mu sudah sampai bab berapa Shin"
"Kenapa bahas novel ? kamu gak tertarik dengan bibirku Ry?"
Shin, mulai deh dia...
"Fokus menyetir saja kalau gitu, aku gak mau terjadi apa-apa"
"Ry, Ken memang tertarik dengan Key. Mungkin selama ini dia gak pernah ketemu cewek se bandel Keysha. Dia selalu mendapat apa yang dia mau"
"Yah, aku juga berfikir begitu. Tadi aku fokus liat mereka. Semoga mereka udah akur yah"
"Hahaha, iyah bener.. Biar aku bisa published hubungan kita"
Published.. Hem, aku sedikit ragu. Entah Key akan menerimaku sebagai teman atau pengkhianat nya. Selama ini aku sudah berani menyembunyikan rahasia ku sampai sejauh ini. Memikirkannya saja aku sudah gak tega membayangkan bagaimana nanti nya.
Gak, gak semudah itu. Harus benar-benar ku pikirkan baik-baik terlebih dahulu sebelum bertindak. Daripada nanti aku yang menyesal.
Cupp
Aku menoleh kaget. Shin mencium tanganku.
"Shin? "
"Kau melamun sepanjang jalan, sepertinya ciuman ini menyadarkanmu dari mimpi buruk yah"
"Ih, enggak. Aku cuma membayangkan perutmu itu. Kau itu sudah tahu gak kuat makan pedas di paksa aja"
"Kau masih membahasnya, nih aku cium nih"
"Uh Shiinn, geli... Berrhentiii"
Shin tiba-tiba mencium bibirku dan memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Dia mulai mengganas. Uhh, dasar Shin bodoh! Dia membuatku jadi lebih jatuh cinta lagi.
Dia mengusap bibirku dengan tangannya, dia memandangku dengan begitu mesra dan sayu. Rasanya dia seperti membelah dunia ku. Tatapannya manis sekali, tangannya juga lembut sekali. Shin memang jauh lebih lembut dan sesuai dengan cara dia bicara.
Tanganku mulai dia genggam dan menjalankan mobilnya kembali. Perjalanan kerumah yang seharusnya 15 menit jadi 30 menit. Hahaha, dasar Shin tukang modus ih..
Sekarang Key pasti sedang di antar Ken. Yah, semoga hubungan mereka lebih baik meskipun mereka pernah jadi musuh bebuyutan.