Who Am I ?

Who Am I ?
Salah Paham Tak Kunjung Selesai



Chapter 33


~Salah paham tak kunjung selesai~


Pagi hari dengan siraman sinar mentari yang begitu lembut.


Beberapa hari kemarin tidak pernah menikmati cuaca se hangat ini. Sekarang tubuhku mulai bisa di gerakkan dengan lemas. Ahhh, segarnya...


Semoga study tour kali ini memberikan jalan terbaik untuk persahabatanku dengan Keysha. Yah, setidaknya hari ini aku akan bicara terus terang. Semoga Shin tidak menghalangi ku lagi.


......................


"Selamat pagi anakku semua, kalian siap untuk bersenang-senang.... "


Suara Bu guru begitu ceria membawa suasana semakin ceria.


"Siap donk bu!"


"Ayo, kami sudah tidak sabar menikmati cuaca cerah pagi ini"


Aku juga tidak sabar lekas pergi keluar ruangan dan memperbaiki persahabatan tanpa hambatan si Shevy dan genk nya itu.


"Hey, ayo Key.."


Shevy menggandeng tangan Keysha dan menarik paksa untuk naik ke bus dan duduk bersamanya. Aku melihat wajah Keysha yang sedikit muram. Mungkin dia sedikit tak bersemangat.


Aku sadar kok, Keysha sedang menghindariku dan terpaksa bersama Shevy. Dan aku juga tahu, tujuan Shevy mendekati Keysha karena Keysha berteman baik dengan Kenborg.


Gak mungkin Shevy ikut campur tiba-tiba seperti itu. Hah! sekalipun aku bukan gadis cerdas pun. Aku tahu akal busuk Shevy and the genk. Percuma saja, Shin juga gak bakal mau sama kamu Shevy. Dasar pengadu domba. Cantik sih cantik, tapi hatinya begitu mah mana ada laki-laki yang mau.


Yah, kalaupun Shin mau sama Shevy juga mungkin Shin bukan yang terbaik untuk aku bisa bertahan nanti. Lagian aku kan kasta 3 , harta kekayaanku mana bisa di samakan dengan Shevy atau Shin. Ah sudahlah, sekarang menikmati perjalanan saja dulu.


......................


Setiba di kebun cherry.


Wah... Buah cherry nya lagi berbunga. Sayang belum berbuah. Andai Key dan aku sudah berbaikan. Mungkin piknik kesini bersama-sama akan jadi impian yang menyenangkan sekali.


"Hey, kau melamun apa? ketinggalan kereta tuh"


Genk nya Shevy mulai kurang ajar padaku. Berani sekali mereka bermain kasar menyenggol punggungku begini. Huft, tapi aku juga bisa apa? Mana berani aku melawan mereka. Lebih baik aku diam daripada di fitnah lagi di fitnah lagi...


Aku berjalan di belakang sendiri mengikuti jalan teman-teman sekelasku. Yah, tentu saja Keysha sudah di gandeng sama Shevy and the genk. Aku seperti tidak di beri kesempatan sama sekali untuk bertemu Key. Gak apa-apa, ini juga masih jam pelajaran juga. Aku di belakang begini juga lebih baik. Gak jadi penghalang mereka untuk mendekati Keysha.


"Oke anakku semua, pelajaran kali ini sudah usai. Kalian di bebaskan bermain dan berkeliling sampai jm 5 sore. Jangan sampai malam. Mengerti! "


"Bu, boleh ke hutan? "


"Boleh, kalian juga bisa belajar beberapa tumbuhan disana. Jamur, tumbuhan lumut, dan lain-lain. Asal jangan terlalu jauh dan lihat jam tangan kalian. Jangan terlalu sore"


"Wah asik sekali, terimakasih ya bu"


Mereka bergegas untuk pergi ke hutan. Jelas-jelas kebun cherry lebih cantik dan indah daripada ke hutan belantara disana. Aku tidak tertarik.


Eh, itu Keysha duduk di bangku sendirian. Ini kesempatanku untuk mendekati dia. Tapi, kalau tangan kosong begini juga gak enak. Aku belikan es krim dulu. Dia kan suka rasa strawberry. Pasti dia akan menerima es krim ku ini.


......................


Beberapa menit setelah membeli es krim di luar taman.


Ku dapati Shevy sudah duduk bersama Keysha. Aku telat lagi. Aku mulai mundur perlahan dari bangku Keysha duduk. Dan Shevy menoleh ke arahku seakan iya sedang tersenyum menyumpahiku dan mengusirku melalui tatapan matanya yang menyebalkan itu.


Uh, aku harus bagaimana? Demi apa coba aku benar-benar takut dan enggan berurusan dengan Shevy. Dia jago melabrak orang, sedangkan aku nyali menciut begini.


Aku bersandar di pohon cherry aja. Ku makan sekalian es krim ini juga gak masalah. Nikmatnya berteduh di sini. Memandangi bunga-bunga dari pohon cherry yang baru bersemi. Kapan yah bunga ini akan merubah dirinya jadi buah? Apa selama itu juga aku dan Key belum bisa kembali. Nyaliku benar-benar ciut kalau masalah berhadapan dengan Shevy and the genk.


"Hey"


"Shin? kenapa kau kesini? "


"Tentu saja untuk menemui mu. Untuk apa lagi? "


"Tapi memangnya boleh kamu menemuiku? "


"Dan memangnya siapa yang melarangku untuk menemui mu? "


Ih, Shin masih aja ngejawab. Aku takut Shevy melihatku dan semakin menambah kemarahan Keysha. Tapi sepertinya Shin benar-benar tidak peduli mengenai perasaan Keysha. Dia seperti sudah membebankan Keysha pada Ken sahabatnya.


"Ini es krim, aku beli 2. Nanti leleh"


"Tumben kamu belikan aku? "


"Sebenarnya juga bukan buat kamu, itu untuk Key. Tapi yaaah, kau sudah lihat kan tadi. Mereka sedang bersenang-senang dengan Key. Apalah dayaku yang hanya kasta 3 ini"


"Kau masih memikirkan mereka? kau kan sudah ada aku sayang"


"Tapi aku begitu tertekan saat bersama mereka. Aku juga begitu sedih melihat Key juga sedih"


Shin mengecup dahiku dan mengusap-usap rambutku secara perlahan. Tatapan lembutnya membuatku tenang dan aman.


"Jadi lebih baik bersama Priamu daripada sahabatmu! "


Suara hentakan itu adalah suara Keysha. Aku sampai tersentak dan es krimku tumpah ke bawah.


"Key ini tidak seperti yang kamu bayangkan"


"Shin ayolah, bantu jelaskan"


"Tidak Shin, sepertinya kamu tidak usah ikut campur"


Shevy mulai bersuara di belakang Key. Pasti Shevy yang merencanakan ini semua dan semakin menjeratku ke dalam masalah seperti ini.


"Aku tidak mengerti lagi jalan pikiran kamu Ry"


Keysha meninggalkanku dan pergi bersama Shevy. Terlihat jelas wajahnya yang begitu sedih dan kecewa. Hatiku rasanya ikut sakit melihat sahabatku memikirkan hal yang seharusnya tidak dia pikirkan.


"Shevy, kau mau nya apa sih? "


Aku membentak Shevy yang akan meninggalkanku itu.


"Hahaha. Mau ku, kalian putus !"


"Jaga mulut kamu yah. Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita bermulut penuh bisa sepertimu"


"Itu kenyataan Shin, kalian gak cocok. Dan kalian sudah menyakiti persahabatan Keysha yang sudah dia bangun dengan kesetiaan"


Aku tertunduk malu. Shevy benar. Keysha sudah membangun persahabatan ini penuh kejujuran dan ketulusan. Sedangkan aku, begitu banyak yang ku tutupi karena gengsi dan malu dengan keadaanku sendiri.


Aku berlari meninggalkanku Shevy dan Shin yang sedang ber adu mulut itu. Aku tidak tahu mereka membicarakan apa? Aku langsung pergi dan berlari sekuat tenagaku.


Aku melihat ke bawah dan terus mengikuti jalan yang sudah terarah ini. Setelah ku dapati sinar matahari mulai meredup, aku baru sadar aku berada di dalam hutan belantara. Dan selama aku berlari, jalan yang aku pijak adalah jalan menuju hutan ini.


Sekarang masih jam 3 sore, masih tidak terlalu gelap untuk bisa keluar dari sini. Sekalipun aku sedang marah, tapi aku harus keluar dulu dari sini. Sekarang yang harus aku cari adalah jalan yang tadi aku lewati.


Aku menunduk dan mengikuti jalan kembali keluar. Semakin berjalan kok semakin menjauh rasanya. Semakin redup juga cahaya mataharinya. Pohon-pohon semakin rimbun dan lembab sekali. Duh, apa aku tersesat yah. Aku coba telfon Shin, semoga bisa.


......................


Setelah beberapa kali mencoba. Tetap nihil. Sinyal disini datang hilang datang hilang secara bergantian. Aku jadi bingung, kalau aku meneruskan untuk berjalan. Apa aku tidak semakin tersesat. Sepertinya jalan kakiku tidak mengarahkan ke jalan yang benar. Justru semakin menyesatkan diriku sendiri.


Duh, disini tempatnya lembab dan gelap. Masih jm 4 sore. Aku harus bertahan sedikit lagi. Bu guru pasti mencariku ke sini. Tadi beruntung teman-teman ada yang bertanya ke hutan. Jadi bu guru pasti sadar kalau muridnya ada yang tersesat di hutan. Lalu mencarinya kemari.


Ku sandarkan kakiku di atas batu-batu Yang berlumut ini dan menenangkan pikiranku juga. Menyesali banyaknya kesalahan yang sudah ku perbuat selama ini. Mungkin ini bagian dari hukuman untukku.