
Chapter 45
~TATEYAMA~
Kalau di pikir-pikir lagi, pergi ke Jepang bersama teman laki-laki adalah hal pertama yang aku lakuin. Duh, rasanya seneng banget...
Aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang teramat begini. Maaf, bukan lebay. Tapi aku sangat menantikan ketemu Papa dan sekaligus liburan bersama orang terbaik dan paling pengertian.
Kalau di pikir-pikir, aku belum pernah kesana. Mama seperti melarangku liburan ke Jepang. Jadi ini alasannya! Aku harus berbohong kalau pergi ke Jepang. Aku tidak bisa beli tiket ke Jepang. Nanti Mama bisa tahu kalau aku beli tiket untuk ke Jepang. Hemmmm...
Aku kabari Ken saja, semoga dia mau membelikan tiket ke Jepang. Nanti juga bakal aku ganti uang nya.
"Ken, tolong beli kan tiket nya yah. Besok uang nya aku ganti. Tapi jangan beri tahu Mama kalau kita akan ke Jepang. Karena Mama akan sangat marah kalau ia tahu! Oke... "
Pesan sudah ku kirim. Semoga dia membaca nya. Besok tinggal berangkat saja. Uhhh, jadi tidak sabar merasakan musim semi di Jepang.
......................
Selamat Pagi...
"Pagi Mama, Nenek... "
Sapa ku pada mereka yang sedang sarapan.
"Ceria sekali kamu sayang? "
Mama bertanya.
"Dia sekarang punya pacar! "
Jawab Nenek dengan suara sedikit menggoda.
"Pacar? "
Mama bertanya-tanya.
"Eh, bukan pacar Ma.. "
Jawabku sambil ikut duduk bersebelahan dengan mereka.
"Calon pacar maksudnya. Hehe, kemarin aku sudah menguji dia. Sabar sekali dia. Pintar juga"
Nenek memuji-muji ke ahlian Ken. Jelas-jelas aku tidak tahu apa yang mereka lakukan.
"Ugh, seperti nya percuma aku menjelaskan kepada kalian. Yang terpenting, hari ini aku akan pergi berlibur dengan dia. Ke luar negeri! "
Jawabku sambil memakan roti panggang selai strawberry kesukaanku.
"Liburan? kau ada uang Key? Berapa lama? dan Kemanaaaa? "
Jawab Mama dengan beribu pertanyaan.
"Mama, Keysha ada uang tabungan. Karena Key jarang pergi belanja. Uang jajan yang Mama beri terlalu banyak. Jadi Key simpan untuk liburan mendadak begini"
Jawabku ringan.
"Tapi kemana sayaaang? kamu jangan meremehkan membawa uang sedikit loh ya! Mama transfer ke rekening kamu nanti. 100juta cukup yaa"
Jawab mama sambil mengunyah.
"Mamaaaa... Itu terlalu banyaaaak! Tapi yasudah. Buat jaga-jaga saja. Lagian tiket pulang pergi juga tidak murah. Makasih ya Maaaa.. "
Ku kecup kening Mama dan aku pergi berlari ke kamar.
Seperti nya Mama lupa menanyakan tujuanku. Heheee.. Mama selalu takut aku kekurangan uang. Padahal setiap hari uang jajan yang Mama kasih selalu banyak.
Aku kan bukan gadis yang suka pergi shopping. Karena Shopping itu sangat melelahkan. Kaki pegal, punggung pegal, mata juga pegal... Aahhh, tapi karena jarang shopping jadi miskin baju trendi nih. Ugh..
......................
09:00
jam keberangkatan ke Tateyama Jepang pukul 10:25.
Duh, satu jam lagi akan berangkat ke Jepang. Aku merias diri sebentar ah. Hehe...
Aku mandi dengan lulur mandi wangi dengan aroma bunga Lily khas Belanda. Ini adalah sabun mandi ku yang paling mahal yang pernah aku beli seumur hidup. Hahahaa.. Dan baru ini aku pakai.
Selesai mandi, aku pakai baju musim semi dengan blazer lengan panjang dengan dress pendek. Emm, apa aku jadi terlalu feminim yah? Dan tak lupa aku menghias diriku.
Taraaa... Apa aku terlalu menor juga yah.. Hemmmm... Baru kali ini aku mencurly rambut ku. Lumayan cantik juga. Hehee... Mataku jadi terlihat sedikit membesar dan tubuhku yang langsing jadi terlihat dewasa. Semoga Ken memuji ku. Hihi...
Beep
Pesan masuk!
Kenborg
Hey, aku sedang berada di depan rumahmu. Keluarlah sebelum Nenek mu yang menghampiri.
APAAA!
sudah di depan rumah?!
Bukannya masih jam 9 pagi yaa..
Aku melirik di jam tanganku, ternyata sudah jam 9 lebih 40 menit. Jadi aku berdandan selama 40 menit? Selama itu aku menghias diri hanya untuk di lihat si Ken itu. Mulai gila aku ini.
Aku harus bergegas turun tangga dan berpamitan pada Nenek. Perjalanan ini aku masih tidak yakin memakan berapa lama. Karena aku juga ada misi yang harus aku laksanakan disana. Yaitu mencari Papa. Jika Papa tidak ketemu sampai batas liburku, terpaksa aku pulang dengan tangan kosong.
Aku menuruni tangga dan menghampiri Nenek yang ternyata sudah lebih dulu membuka kan pintu untuk Ken. Cepat sekali Nenek ku ini. Giliran yang jelek-jelek mah mana mau Nenek buka kan pintu. Pasti Nenek mengintip dulu siapa tamu yang datang. Ya kan! Firasatku sih begituu..
"Neeekk... Aku sudah sangat terlambat. Nanti takut ketinggalan pesawat. Sampai jumpa pekan depan ya Nek. Doakan aku selamat sampai tujuan. Love you"
Aku mencium kening Nenek dan pipi Nenek sebelah kanan dan juga kiri. Aku memeluknya dengan erat. Karena doa Nenek sangatlah mujaran. Semoga aku lekas bertemu Papa.
"Saya permisi Nenek cantik"
Ken mengedipkan matanya dan melambaikan tangannya. Dasar genitttt... Nenek senyum-senyum sendiri jadinya.
......................
Selama perjalanan. Aku duduk bersebelahan dengan Ken. Karena Ken membawa sopir pribadi nya untuk mengantar kami.
"Key, kau... hari ini... Kenapa berpakaian seperti itu? Hahahahaha"
Ken tertawa terpingkal-pingkal dengan menepuk-nepuk lututnya.
Aku melihat ke sekujur tubuhku. Memangnya ada yang aneh dengan tubuhku. Hem...
"Memangnya kenapa? "
Jawabku tak peduli.
"Kau biasanya berpakaian tomboy, sekarang kok jadi ala Eiry begini.. Kau berhias untukku? untuk menggodaku? "
Ken menatapku dengan mata yang geli. Uhh, aku jadi malu.
"Enak saja, aku berhias juga untuk Papa nanti. Semoga aku lekas ketemu pria yang aku impikan"
Jawabku sedikit ketus.
"Kau yakin... Bukan berhias untukku..."
Ken terus menggodaku. Menyebalkan sekaliii...
Aku tidak menjawab. Dan aku fokus di perjalanan menuju bandara.
......................
Tepat pukul 10.10 aku dan Ken sampai di bandara. Tidak terlalu jauh karena rumah kami ada di pusat kota. Beberapa menit lagi pesawat akan lepas landas. Aku berburu ke dalam untuk mengecek pendaftaran dan segera mengecek koper-koper yang kami bawa.
Setelah semua persiapan selesai, kami menaiki pesawat dan meluncur tepat waktu. Selama perjalanan aku tidak terlalu banyak bicara. Aku terlalu malu karena baju ku yang seperti ini. Apa berlebihan ya? Duh.. Jadi kepikiran aku.
"Berhentilah melihat bajumu. Kau cantik hari ini"
Ken mengatakan sesuatu tanpa melirik padaku. Dia memejamkan matanya.
Pipiki tiba-tiba memerah. Seperti nya Ken jujur kali ini. Apa aku tidak seperti tante-tante ya?
"Kau cantik dan terlihat dewasa. Tidak seperti tante-tante yang siap melayani itu"
Ken menyunggingkan senyum nya dengan tetap menutup mata nya.
Uhhh, rasanya ingin ku timpuk dengan sepatu high heel yang aku pakai. Lagian aku jarang sekali pakai sepatu begini, duh kenapa aku malah memakainya. Bodoh sekaliii...
Aku juga lupa tidak membawa sepatu kets yang sering ku pakai biasanya. Menyebalkan... Apa aku bisa tahan pakai sepatu high heel ini selama perjalanan nanti?