
Chapter 37
~piknik musim panas~
Beberapa hari kemarin merupakan hari bersejarah bagi persahabatanku dan Eiry.
Pertemananku dan Eiry saat itu sedang di uji, seberapa kuat dan seberapa bertahan kita menjadi sahabat sejati.
Aku tidak akan marah dengan dia yang telah membohongi ku. Tapi aku sedikit kecewa karena dia tidak berani mempercayakan rahasianya padaku.
Mungkin sekarang waktu yang tepat untukku dan Eiry saling terbuka. Aku juga akan menerima Eiry apa adanya dia tanpa berfikir dia memanfaatkan aku atau tidak.
"Hey, let's go... "
Teriakan Eiry dari mobil yang teman-teman tumpangi. Mereka membawa mobil berukuram sedikit panjang. Cocok sekali di gunakan ber 6 dan membawa beberapa makanan untuk di santap disana.
Tentu saja mobil itu milik Ken. Dia yang menyetir dan mereka menyisahkan tempat duduk di depan untuk aku. Eh apa? aku?
"Kok yang kosong di depan? ngapain aku yang di depan!"
"Tentu saja temani Ken. Dia akan jadi teman mu saat ini" Harith memberikan penjelasannya.
Yah yah. Aku malas berdebat dengan mereka. Lagian apa salahnya duduk bersebalahan dengan Ken. Eiry juga pasti sedang bersenandung dengan Shin di belakang.
......................
Mobil pun berjalan, suara musik dari mobil begitu keras dan membuat kawan-kawan bernyanyi. Aku pun ikut bernyanyi...
Atap mobil di buka dan hanya 3 orang yang bisa keluar kepalanya. Dengan suara-suara mereka yang begitu berisik, tapi sangat seru. Ini pertama kali sepanjang hidupku. Berteman dengan mereka benar-benar seru dan menyenangkan.
Aku ikut bernyanyi meskipun suaraku sama berisiknya dengan mereka.
Laaaa... 🎶 Laaalalalaaa 🎶
"Hei, suara siapa ituuuu? Jelek sekali... Seperti aungan anjing di rumahku"
"Jangan menghinaku..."
Aku berteriak pada Ken yang mengejek suaraku. Dia membuatku malu saja.
"Hahahaha... Kau marah"
ledek Ken.
"Tentu saja tidak"
Aku melingkarkan lenganku dan mencibirnya.
Dan Ken justru mengusap-usap rambutku yang sudah ku sisir rapi tadi pagi. Dia persis dengan Mamaku saja. Menyebalkan.
Musik tetap bersenandung ria menemani perjalanan kami ke kebun Cherry untuk berpiknik ria. Ini pertama kali aku merasakan piknik sebegitu serunya. Dan tidak lagi ada permusuhan di antara aku dengan Eiry.
...----------------...
"Hey hey, lekas turunkan beberapa barang dulu. Jangan pergi mencari tempat berteduh"
Suara Shin memberi arahan pada Harith yang sudah berlari-lari dengan Luis meninggalkan mobil tanpa membawa peralatan apapun. Dasar, emangnya kita babu dia apaaaaa!
"Heeeeeii, Harith bantuin kami donk! "
Aku mengeraskan suaraku agar mereka dengar.
Mereka kembali berlari menuju parkir mobil sambil cengengesan.
"Eh iya ma aap, kelupaan. Hahahaha"
Harith sambil garuk-garuk kepalanya yang mungkin memang sedang gatal karena kutu an.
"Aku bawa yang ringan aja, lihat... Tulangku tidak mampu menopang barang berat"
Luis memprotes! jelas-jelas dia belum membawa satu barang pun sudah mengeluh.
"Yah yah, biar aku yang bawa barang berat lainnya"
Di antara barang berat nya, kami bawa minuman dan beberapa salad dressing. Cupcake mini dan beberapa makanan berat seperti daging sapi, jeroan (hati sapi, usus sapi, dll), sayuran dan juga tak lupa alat-alat untuk memasak bersama. Sosis-sosis sapi juga jami bawa. Sayangnya tidak ada kerang kesukaan aku. Atau cumi-cumi bakar. Emangnya ini lagi di laut apa. Hem....
"Jangan! kau ini mau jadi Wonder Women ha! Sok jagoan sekali"
Ken menyaut alat-alat masak yang sedikit berat memang menurutku. Tapi kan bawanya juga dekat.
"Hei, jangan langsung menariknya. Kau kan bisa bilang dengan baik-baik".
Aku memulai pertengkaran. Eh bukan, dia kan yang mulai bukan aku.
"Kalau aku ngmong baik-baik sepertinya susah. Karena kau keras kepala"
Ken mengetuk ketuk dahiku.
"Aduh sakit tahuu! "
Aku memberontak tapi Ken sudah pergi meninggalkan ku. Mau dia apa sih? Kadang baik, kadang romantis, kadang bikin kesellll. Pengen deh aku nyumpahin dia biar kepleset.
"Aduh.... Gak ada hujan kenapa rumputnya licin sekali"
Dari jauh Ken berteriak keras sambil mengomel panjang. Hahaha... Ternyata dia kepleset. Padahal aku kan belum nyumpahin, cuma mau niatan aja.
"Hahahaha. Seperti nya jagoan kita sedang terjatuh"
Harith memang usil sekali.
"Kau mau jadi pahlawannya Key? "
Gon menimpali. Memang dasar para lelaki bermulut pedas.
"Setidaknya bantu lah bawakan beberapa barang. Kalian malah ngata-ngatain aku! "
"Makasih Ken sayaang. Berkat kamu aku jadi bawa yang ringan-ringan"
Luis berlari menghampiri Ken dengan menggosok-gosokkan tangannya di punggung Ken. Uh, Geli....
"Tenda nya mau di pasang dimana nih guys? "
Seru Shin yang sudah siap memasang karena dia begitu rajin dari tadi mondar mandir ambil barang. Mungkin karena Eiry membantunya untuk mengeluarkan barangnya. Mereka benar-benar romantis sekali. Jadi iri..
Uh, tidak tidak... Itu kan pacarnya sahabat aku. Aku gak boleh iri. Aku harus bisa cari kekasih sendiri. Setidaknya yang romantis seperti Shin. Memperlakukan wanita dengan begitu hormat. Hemmm
"Kau melamun? "
Ken menyenggol pundakku.
"Enggaaak"
Aku membela diri.
"Haha, Kau iri ya.. Melihat ada yang sedang bermesraan disana"
Ken meledekku. Menyebalkan sekali sih dia ini.
"Ih apaan sih, enggak! Aku cuma bahagia lihat mereka begitu riang"
Aku tetap membela harga diriku.
"Tenang saja, aku juga tidak akan membocorkan perasaanmu kepada Shin. Hahaha.. Dasar wanita naif. Keras kepala"
Ken meledekku lagi. Siapa yang dia bilang keras kepala?
"Hey, kepalaku tidak sekeras itu tahu! "
"Yah yah, aku tahu. Kepalamu masih lunak seperti bayi ya. Hahahah"
Ken menertawaiku sambil mondar-mandir membawa barang dari mobil ke tempat kami mendirikan tenda.
...----------------...
Pemandangan disini begitu indah. Beberapa pohon cherry sudah berbuah lebat berwarna merah. Kami membawa minuman segar dan buah-buahan. Saatnya menyantap makanan segar ini.
ceples.
"Aduh... "
Aku merintih kesakitan saat ada yang memukul tanganku.
"Tunggu teman yang lain nya dulu, baru dimakan. Dasar tukang makan"
Ken meledekku dan duduk di sebelahku setelah apa yang dia lakukan pada jari jemari manisku ini.
"Sakit tahu, kau kan bisa ngmong baik-baik. Dari tadi main kasar mulu. Aku kan cewek! "
"Eh, ternyata kamu cewek Key. Ku kira selama ini cewek jadi-jadian. Hahahahaha.. Habisnya, keras sih"
Ken menertawaiku. Wajahku malu memerah.
"Aaargh... Dasar dasar dasar. Usil sekali mulutmu iniiii... " Aku mencakar-cakar wajahnya sampai bibirnya pun aku cubit-cubit. Rambutnya aku tarik-tarik sampai dia menarik tanganku juga.
"Kau menggodaku? "
Ha?!
Aku menggodanya. Kenapa jadi menggoda ? Aku kan sedang meluapkan emosiku padanya. Apa nya yang salah. Dimana dia bisa mengartikan ini sebagai aku menggoda dia.
"Kemarilah"
Ken belum melepaskan genggaman tangannya padaku, dia semakin menarikku. Kekuatan dia jauh lebih kuat dariku. Sampai aku terjatuh di hadapan dia. Dia menarik dengan sengaja, menempatkan posisi wajahnya dengan wajahku.
Dia mulai mendekatkan wajahnya pada wajahku, bibirnya semakin dekat dan dekat. beberapa senti lagi kami bersentuhan bibir.
"Hey hey, ayo makan buah semangka. Lebih segar daripada bibir Keysha. Hahahaha"
Harith meledek.
Aduh.. Aku malu sekali... Sejak kapan mereka sampai disini. Memalukan sekali.
Akhirnya aku dan Ken mundur kembali, dan menyantap buah semangka dengan minuman soda segar bersama-sama.