
Chapter 46
~Petunjuk dari KEN~
Aku merasa Ken sangat bersemangat akan mencari Papa ku. Sebenarnya aku juga bersemangat, tapi aku tidak terlalu berharap bisa bertemu Papa semudah itu. Aku hanya merasa, bahwa Ken melakukan ini agar aku tidak merasa sedih dan terlalu membebankan diri sendiri.
Semakin aku berfikir kesana, aku semakin yakin Ken sedang membahagiakan aku dengan merelakan liburan musim panas nya.
Aku ingin mencari Papaku sendiri tanpa merepoti Ken seperti ini. Selama perjalanan ke Jepang ini, aku tidak bisa tidur. Lihatlah Ken... Sudah nyenyak di kursi nya.
Seharusnya aku mempercayai Ken sepenuhnya tentang pencarian Papa. Tapi, negara se luas itu mana bisa kucari hanya dengan nama Hasashi.
Aku juga tidak bodoh, aku juga tahu kalau mencari orang yang jauh dan begitu lama terpaut dengan usiaku sangatlah susah. Entahlah, berapa lama aku terpisah dengan Papa. Mungkin saat umurku masih 3 tahun. Aku hanya ingat wajah papa samar-samar. Karena itu ingatan masa kecil.
Selama ini Mama menggunakan nama lain, bukan Amenda Yoi. Aku baru tahu nama Mama asliku. Atauuu, aku bukan anak kandung Mama. Melainkan anak kandung dari Amenda Yoi itu.
Lantas, kenapa Mama mengubah nama margaku menjadi Keysha Sanc. Dan nama Mamaku bermarga Sanc juga. Ku kira Papa ku ber marga Sanc. Seperti keluarga Kenborg itu.
......................
Awan senja....
Tiupan angin yang begitu keras menghembus rambut-rambut ku. Langit yang semakin menggelap menghantam penglihatanku.
Di saat menyebrangi lautan, dengan gelombang awan yang ku naiki. Ada tangan yang mentoel-toel hidungku. Ini tangan apa coba?!
Menyebrangi lautan mengembara sendirian dengan di temani awan yang terbang bersamaku.
Tebing-tebing menjulang tinggi bersama ombak laut yang begitu keras membanting dinding tebing.
Cbuarrr....
Cbuaarr..
Seperti suara tembakan yang begitu keras.
"Keeeey.... "
Kenapa ada yang memanggilku sih?
Tadi ada tangan yang mentoel-toel hidungku, sekarang memanggilku. Siapaaaa sih?
"Heeeeeiiii"
Aaahh...
Aku ketiduran. Jadi aku tadi mimpi... Sampai seperti itu mimpi ku mencari Papa. Astagaaaaa..
Ken membangunkan ku dari mimpi panjang yang melelahkan. Sampai tubuhku terasa begitu ringan dan lemas sekali.
......................
Selama Ken berjalan, aku masih sempoyongan mengikuti langkahnya. Dan Ken tetap sabar memapahku. Dia mengajakku pergi makan soup. Aku sampai lemas dan tidak bisa berbicara mau minta makan apa?
Ternyata Ken membawaku ke soup seafood....
Aku sangat menyukai nya. Kenapa dia bisa ingat kalau aku menyukai seafood yah? Romantis sekali.
Eh eh, bukan saatnya memikirkan hal yang tidak harus di fikirkan sekarang. Makan dengan lahap lalu segar kembali.
Tidak terasa aku menghabiskan dua mangkok soup. Hehehe.. Wajah Ken seperti kaget melihat caraku makan. Tapi tidak apa, yang penting kenyang.
Aku masih enggan untuk berbicara. Semua ku biarkan ken yang memutuskan tujuan kita selanjutnya. Aku kaget saat dia menunjuk sauna di seberang. Apa dia gak punya uang yaaa? kenapa tidak ke hotel saja? Padahal Mama sudah memberiku uang jajan sebanyak ini. Malah menginap di sauna.
Ah terserah dia saja, aku masih pusing.
......................
Selama di sauna, Ken menjagaku dengan baik. Dia meninggalkanku saat dia tiba-tiba teringat ada sesuatu yang kurang.
CEMILAN!
Yah, anak itu mana bisa berfikir kalau tidak ada cemilannya. Lucu siih, tapi setidaknya dia bisa bantu banyak berfikir dan memberiku petunjuk sebanyak ini.
Lembar demi lembar aku buka dan ku baca dengan sangat cermat.
Saat aku membaca, lembaran yang ku pegang tertiup angin sepoi-sepoi dan ku lirik dia pergi ke sampingku. Lembaran yang terbang itu jatuh di samping dan di pungut oleh seseorang.
Orang itu gadis berkacamata. Dia membaca beberapa dan aku tidak mau sampai ada orang yang tahu aku sedang mencari Hasashi.
Lalu gadis itu tersenyum kecut kepadaku. Dia menarikku dan membawaku ke ruangan SPA khusus wanita.
Aduh, siapa sih gadis berkacamata ini? Kenapa juga dia harus menyeretku setelah melihat lembaran yang terlempar.
Dia persis gadis culun yang tidak bisa cara berpakaian dengan baik dan benar. Tapi disini kami mendapat kaos seragam, jadi tidak terlalu mencolok dia berpakaian aneh. Yah, dia menaikkan celana panjangnya sampai ke perutnya. Kaosnya dia masukkan ke dalam celana dan itu sangat membuatku geli. Membayangkannya saja, dia pasti kesini menggunakan pakaian yang menggeli kan juga. Uughh
Aku yang tidak tahu fashion aja bisa menilai dia. Rambutnya yang pendek dia ikat biasa, bukan kuncir kuda ya. Dengan kacamata nya yang besar itu, menambahkan kesan dia benar-benar kutu buku.
Mungkin dia sekertaris Papa, Yaaaa....
Tiba-tiba aku terpikirkan bahwa dia mungkin sekertaris Papaku.
"Hey, apa yang kau cari dari Tuan Hasashi? "
Gadis itu menanyaiku dengan nada galak. Sama sekali tidak cocok dengan penampilannya. Suara nya yang sedikit lantang dan tegas seperti mengintrogasi diriku.
"Siapa tuan Hasashi itu? "
Aku tidak boleh jujur sekarang, karena itu tidak ada efek baiknya. Mana ada orang tiba-tiba percaya kalau aku anaknya Tuan Hasashi. Hahaha...
Mungkin dia akan berfikir aku ini sedang berpura-pura menjadi anak orang konglomerat. Jelas-jelas Mama ku sudah kaya raya. Ngapain harus berpura-pura lagi?
"Lantas, lembaran yang kau bawa. Jelaskan! "
Gadis itu menunjuk ke lembaran yang sejak tadi ku genggam erat.
Ketiak aku lirik lembaran yang dia baca tadi.
Jelas sekali. Lembaran itu adalah akte kelahiranku. Ya ampuunnn... Baru sadar aku! Jelas dia kaget sekali melihat nama ku dan nama Papa ku.
"Kenapa? ini palsu"
Jawabku singkat.
"Jadi kau anaknya Tuan. Kau harus ikut aku! "
Gadis itu menyeretku. Tenaga nya kuat sekali. Astagaaaa..
Bagaimana bisa aku langsung ikut dan bertemu Papa semudah ini? Aku tidak bisa meninggalkan dia di negara Asia yang bahkan dia tidak bisa menggunakan bahasanya.
"Aku bersama temanku, aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian"
Aku memohon padanya.
"Itu bukan urusanku"
Ketus sekaliiii....
Ugh..
Menyebalkan. Tapi? kenapa dia membawaku ke Papa. Ini Papa ku sungguhan atau orang lain. Aku takut sekali.
Bagaimana kalau bukan? lalu aku di jual. Ya Tuhaannn... jagalah diriku yang masih polos ini. Aku takut sekali, jika tidak bisa bertemu Ken lagi.
Aku juga takut, aku tidak bisa mengakui perasaan yang tiba-tiba tumbuh dengan manisnya ini.
Entahlah sejak kapan dia tumbuh? tapi aku merasa takut akan kehilangan dia selamanya.
Semoga tidak terjadi apa-apa pada diriku!
Hy readers...
Happy eid Mubarak bagi yang menjalankan.
Salam manis dari sang Author 🥰🎆🎇
Mohon maaf atas kesalahan Author apabila ada banyak kesalahan pengetikan.