Who Am I ?

Who Am I ?
Percintaan atau Persahabatan



Chapter 30


~ Percintaan atau Persahabatan~


"Key, kemarilah sebentar"


"Apa? "


Ngapain sih Shevy mencegatku di depan gerbang. Tumben sekali mereka menungguku sampai-sampai aku tidak bisa melangkahkan kaki ku untuk memasuki gedung sekolah.


"Kau belum tahu kebenaran tentang sahabatmu"


"Kenapa dengan Eiry? "


"Kami sudah mengetahui kebenarannya. Kemarin malam aku bertemu dengan Shin. Dan dia membeberkannya padaku"


"Shin? "


Jadi ini bukan tentang Eiry yang bekerja di SalonSpa itu. Aku jadi penasaran jika itu mengenai Shin.


"Yah, Eiry tidur dengannya. Dan mereka menjalin hubungan paksaan karena Shin telah menidurinya. Eiry kan cantik, pria mana yang tidak tertarik dan ingin mencicipinya"


Apa?!


"Yah, Eiry kan gadis blasteran yang beruntung. Dia kulitnya bersih dan wajahnya anggun bukan. Tapi dia busuk. Kau mau berteman dengan gadis jalang seperti dia"


Ini bukan masalah aku berteman dengan gadis jalang atau Madam sekalipun. Tapi ini tentang bagaimana bisa mereka menjalin hubungan saat Shin adalah cinta pertamaku. Dan Eiry tahu tentang itu.


Apa aku harus mencari tahunya dulu, sebelum aku mencerna kata-kata Shevy. Tapi, jujur saja. Selama ini gerak gerik Shin dan Eiry menunjukkan mereka sudah mengenal dekat. Aku saja baru kenal Ken dan tidak begitu dekat dengan temannya. Nah ini, seperti sudah terbiasa bercanda tawa dengan mereka. Kupikir itu karena Eiry gadis yang baik dan ramah. Dia mudah berbaur dengan orang baru sekali bertemu.


Aku meninggalkan mereka yang sudah memberitahuku tentang kabar itu. Entah itu kabar benar ataupun tidak. Terserahlah...


Yang terpenting aku harus menghindari Eiry sementara waktu. Dan mencari tahu kebenarannya sendiri.


Saat-saat menegangkan ketika melihat Eiry sahabatku diterjang macan-macan gila itu. Ingin rasanya ku bela dia. Tapi aku tidak tahu masalahnya apa? Itu benar atau tidaknya. Nanti kalau aku membela justru aku yang kena batunya. Lebih baik ku tinggalkan saja dia sementara. Maaf Eiry, bukannya aku tega melakukan ini padamu. Tapi aku juga tidak tahu siapa yang harus kupercaya. Sekalipun Shevy itu penyebar gosip, tapi gosip yang dia sebar tidak selalu kebohongan semata.


Selama di kantin.


Aku memilih berfikir daripada bertanya pada Shin. Aku malu jika itu menyangkut hubungan asmara diriku. Meskipun Shin tidak akan tahu tentang apa yang sedang aku pikirkan. Tapi, aku sangat malu kalau-kalau dia tahu aku mengagumi nya.


Seseorang menghampiriku.


"Hey, dimana Eiry?"


Itu suara Shevy, dia benar-benar penasaran dengan hubungan pertemanan ku sekarang. Dia kan memang ratu kepo.


"Apa urusannya denganmu?"


"Kau masih ketus saja, bukannya aku sudah membantumu"


"Tapi aku tidak tahu itu benar dan tidaknya"


"Hahaha, kan sudah ku jelaskan itu dari Shin. Kalau kamu tak percaya tanya saja padanya. Kau kan kenal dia"


Hemmmm... Setelah ku pikir-pikir memang bukan ide yang buruk untuk bertanya pada Shin. Eh, maksudku tanya Ken aja mungkin. Itu lebih baik sih. Hehee...


Tuuuttt....


Tuuuttt...


"Halo Key, ada apa?"


"Aku ingin kita bertemu!"


"Em okey, aku yang kesana. Kau dimana?"


"Kantin"


Beberapa menit menunggu, Ken datang ke kantin. Itu benar-benar ide yang buruk menyuruhnya datang kesini. Coba lihat, cara dia berjalan dari pintu depan sudah menjadi pusat perhatian banyak orang. Kalau aku berbicara tentang Eiry, jelas-jelas banyak yang siap memasang telinga untuk mendengarkanku berbicara dengan Ken.


Ken berjalan menuju tempat dudukku. Namun sebelum dia sampai, seorang gadis menghampiri dia. Entahlah itu siapa? Yang terlihat dari sini sih dia gadis yang cantik dan bertubuh seksi.


"Ken, tumben ke kantin? Kau sudah kangen denganku". Suara gadis itu di lembek-lembekkan, biar kelihatan seksi dan manja mungkin. Tapi Ken diam saja dan tidak menghiraukan dia.


"Ken, kau sudah lama tidak menghubungiku!! Bukankah aku sudah menemanimu malam itu"


Suara gadis itu terdengar sedikit membentak. Dan yah, tentu saja itu menjadi perhatian banyak orang disini. Termasuk aku yang penasaran dengan apa yang akan Ken jawab.


Kyaaaaaa....


Suara teriakan itu lagi deh.


Gadis-gadis yang lain tetap menggilai Ken sekalipun dia sudah tercap pria brengsek. Mana ada gadis yang peduli, Ken tampan begitu kok gak ada yang mau. Eh! kok aku jadi ngmongin dia tampan sih. Gak gak gak.. Pikiranku ini sudah gak waras yah.


Ku tepuk-tepuk kepalaku untuk menyadarkan diriku dari bayang-bayang Ken yang terus memutari isi kepalaku.


Sreettt..


"Ayo pergi dari sini"


Eh... Aku sampai tidak sadar kalau Ken sudah di depan mataku dan menyeret tanganku dengan kasar dan paksaan. Sehingga aku tersentak dari lamunan gila ku tadi.


"Auuch, pelan-pelan Ken"


Hemm.. Ken tidak menjawabku. Jalannya cepat sekali pula. Dia tidak menoleh ke kanan ataupun ke kiri. Yasudahlah, anggap saja dia pakai kacamata kuda yang cuma bisa lihat kedepan.


Di Basecamp Kenborg


Aku baru pertama kali di bawa kesini. Basecamp nya anak-anak kaya raya ini bagus juga. Padahal kan di gedung sekolah, tapi ada kamar mandi dalam nya, ada dapur kecil nya yang mungkin cuma mereka pakai untuk memasak mie instan aja sih. Dan dekorasi nya keren, sejuk sekali rasanya dengan beberapa tanaman menggantung di sekitar dinding.


Tapi, setelah melihat sekeliling kudapati Shin dan Eiry disini.


EIRY?!!!


Sampai aku harus mengulangi kata-kata Eiry di dalam pikiranku.


"Ken, Eiry disini? "


Aku menatap Ken yang semenjak tadi membiarkanku melamun dengan genggaman tangannya yang belum juga ia lepas.


"Dia kan sahabatmu, selesaikanlah masalah kalian disini"


Hemmm... Jadi ini kemauan Eiry. Meminta bantuan Shin untuk menyelesaikan masalahnya. Tentu saja mereka lebih memihan Eiry di banding perasaanku. Bagaimana pun aku ini cuma gadis Asia yang terdampar di Negri orang. Dan bagaimanapun juga, Eiry itu asli bergaris turunan orang sini. Hanya saja dia sedikit tercampur dengan darah orang Asia.


"Kalian membela Eiry? Karena kalian se Bangsa dan se Negara"


Aku menceletuk sedikit kesal.


"Key, apa hubungannya dengan Negara? kau ini mengarang pelajaran kebangsaan yaa"


"Hahahahaha... Keysha kenapa? "


Aku mendengar tawaan dari teman-teman Ken. Kok sepertinya aku yang di jebak disini. Aku malah jadi bahan tertawaan mereka.


"Oooh, jadi kalian menyuruh aku kesini untuk di jadikan bahan tertawaan. Ha! "


Ken maju kedepan dan membungkam mulutku dengan mulutnya.


Eh! Dengan mulutnya? !


Deg deg..


Deg deg..


Eh itu suara jantungku!


Sampai memantul begitu suaranya.


Aku mendorong Ken yang sudah Lama menghinggapi bibirku. Enak saja dia lama-lama menempelkan bibirnya padaku.


"Heeiii, Ken! Apa yang kau... "


Cup


Ken menciumku lagi!


Saat aku ingin mendorongnya lagi Ken sudah memeluk ku dan berbisik.


"Kita sudahi permusuhan kita, karena kebencianku padamu sudah berubah menjadi benih-benih cinta"


Aku tersipu dan membiarkan diriku tenggelam dalam pelukannya. Saat-saat ini lah memang yang aku butuhkan. Sebuah sandaran. Pengkhianatan sahabat dan pupusnya harapan cinta pertamaku. Ternyata hilang sekejap dalam sekali dekapan.