Who Am I ?

Who Am I ?
Pengakuan!



Chapter 15


~Pengakuan!~


"Ry, kau menyukai filmnya. Itu adegan horor terbaik menurutku"


"Tentu saja aku menyukai nya. Jauh-jauh kita kesini, kenapa juga aku tidak menyukainya"


Aku dan Shin saling suka sejak pandangan pertama. Perkenalan diri di awal tahun ajaran baru adalah pengenalan ku dan dia. Kita saling memandang dan sepertinya dia jatuh hati padaku saat itu, tapi aku tidak. Emm, mungkin sedikit. hehe...


Semenjak menjadi asisten guru, aku sering bertemu dengannya. Mungkin dia suka menjadi bagian orang yang berguna sepertiku. Tapi semakin aku tahu, ternyata dia hanya ingin sering bertemu denganku dan mau saja menjadi asisten guru sepertiku.


Semakin mendalam, kita sering mengobrol dan bertukar nomor Id. Namun, setelah aku tahu dia adalah bagian dari Kenborg. Aku jadi sedikit takut untuk meneruskan hubungan dengannya. Dan disitulah Shin berkomitmen untuk menjalin hubungan denganku, dan melindungiku dari pembully-pembully kasta 1.


Saat aku merasa aman, aku benar-benar jatuh hati pada Shin. Mana ada siswa yang mau melindungi orang sepertiku. Mereka lebih memilih menjauhi segerombolan kasta 1 daripada harus berurusan dengan mereka. Dan aku malah jatuh hati dengan kasta 1.


Tak bisa di pungkiri lagi, ketika aku dan Shin saling menyukai buku. Menyukai film-film yang menceritakan tentang sejarah kehidupan, cerita horor, ataupun misteri.


Karena hidupku yang lumayan berat, aku melampiaskan pada buku-buku seperti itu. Misteri, horor, maupun perjalanan hidup seseorang. Itu seperti menganggkat beban hidupku, dan memberitahuku bahwa ada orang yang lebih terbebani daripada aku yang hidup baik-baik saja.


"Sampai ketemu besok sayang"


Aku mengangguk setelah memberhentikan mobilnya tepat di depan rumahku.


Itu tidak akan mencurigakan, karena disini banyak mobil dan kalaupun ada teman sekolahku. Mereka tidak akan tahu siapa yang mengantarkanku pulang.


Kecupan manis mendarat di dahiku, dan dia meninggalkanku dengan mobilnya yang sederhana itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku Shin !


Aku harus membuat pengakuan dengan teman-temanku, itu adalah hal yang paling penting sebelum pengakuanku terhadap Keysha. Aku tidak ingin Eiry terus merasa bersalah kepada sahabat nya itu.


"Halo, kalian dimana? "


"Basecamp"


"Oke, aku kesana"


Baguslah, mereka sepertinya sedang berkumpul di basecamp sekolah. Aku harus cepat agar bisa sampai dengan cepat.


"Yoo kawan, kalian sedang apa"


"Makan! kau mau. Daging sapi ini benar-benar berlemak dan enak sekali".


"Kau darimana Shin, kau pasti lapar. Ayo bergabunglah". Ucapan dari Luis selalu membuatku merinding.


Sebenarnya aku sudah dinner dengan Eiry. Tapi tak apalah, mungkin setelah kenyang mereka bisa di ajak. bicara.


"Hey, aku mau bicara. Tapi jangan di bully atau kalian tertawakan". Aku sudah mempersiapkan diri untuk ini.


"Aku sudah punya pacar, dia bersekolah di tempat yang sama"


"Sungguh, siapa dia... "


Suara Harith membuatku jadi gugup sekali.


"Tenanglah Rith, biarkan dia menceritakannya dulu"


"Kalian yang seharusnya tenang, dia tidak bisa melanjutkan ucapannya"


Justru kalian semua lah yang memotong ceritaku. Dasar sahabatku memang tidak ada yang bisa di ajak bicara serius.


"Kalian, diamlah sebentar... "


"Siap kapten"


Mereka serentak menjawab.


"Ehm... Gadisku bernama Eiry, teman Keysha"


APA!!!


Wajah mereka seperti sedang memberikan jawaban dengan kata "apa!" melalui ekspresi yang mereka tunjukkan.


"Tidak mungkin! "


Yah, mereka pasti memberontak.


"Aku tahu, tapi aku sudah terlanjur menyukainya. Dan aku backstreet selama ini"


Aku rasa aku harus membela diriku sendiri.


"Maksudku, kenapa bisa kau mencuri hati gadis cantik itu. Hahahaha.. Aneh sekali dia mau sama Shin. Kutu buku ini" ucapan Harith benar-benar menyebalkan.


"Justru itu Rith, aku bersyukur kalau ada yang mau sama dia. Daripada aku, terlalu banyak wanita membuatku bosan".


Hem, sifat sombong Kenborg memang tidak ada duanya. Pantas saja Keysha sangat sebal dengannya.


"Aku mendukung! "


Gon. Itu suara Gon. Dia dari tadi diam dan akhirnya mengungkapkan perasaanya. Akhirnya ada yang mendukungku.


"Aku juga mendukung! " Itu suara Luis


"Hey, tentu saja kami semua mendukung mu bro. Asal jangan mencintai bibi tukang masak dikantin. Meskipun masakannya memang enak bro"


Aku merangkul sahabatku, Aku benar-benar beruntung memiliki mereka semua. Meskipun kadang ucapan mereka kadang menyebalkan sekali. Tapi mereka sahabat yang tak pernah mengeluh. Aku sangat menghargai dengan adanya mereka di hidupku.