Who Am I ?

Who Am I ?
Permulaaan



Chapter 39


~Permulaan~


Jangan tanyakan tentang perasaanku, aku sudah memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku pada gadis polos ini. Aku memang pria bejat dan tak punya tata krama. Tapi aku juga berhak mencintai seseorang dengan tulus.


Dia gadis pertama yang membuatku jatuh hati. Selama ini semua gadis hanya ingin karena aku tampan! yah... Aku memang tampan. hehem...


Tapi dia gadis pertama yang menolakku dan sekarang dia mau menerimaku. Entahlah, dia benar-benar mau menerimaku atau aku hanyalah pelampiasan karena Shin. Semenjak cintanya di tolak oleh Shin, dia mulai menoleh ke arahku. Tapi itu sudah cukup membuatku berdebar. Dia gadis pertama yang membuat hatiku berdebar.


"Kau melamun? em.. Setelah menciumku barusan?!"


Key menyadarkan lamunanku yang sejak tadi memandangi dia.


"Oh, eh.. Anu.. Aku sedikit heran saja. Kenapa kau tidak menolak ku"


Aku sampai terbata-bata karena gugup dia menatapku.


"Emmm, aduh kenapa kau harus membahas hal yang memalukan begini sih"


Key memalingkan pandangannya.


Aku menyentuh wajahnya dan memutarkan kepalanya menghadap padaku dengan lembut.


"Kau jadikan aku pelampiasanmu pun, aku bersedia Key"


Yah.. Aku sadar diri. Karena Key sering memandangi Shin dari jauh. Dan apa yang bisa kulakukan sebagai pria yang menyukai dia. Aku hanya diam dan mendukungnya. Selagi itu membuatnya dia bahagia.


Key menundukkan kepala. Seperti nya dugaanku benar. Aku hanya pelampiasan bagi dia.


"Tidak apa Key, setidaknya kita bisa berteman. Kau mau kah bertukar rahasia denganku. Sebagai jaminan pertemana kita"


Aku mengajaknya untuk saling terbuka, mungkin ini membantu hubunganku dengan dia agar semakin dekat. Karena aku sangat penasaran tentang kehidupan dia selama ini.


"Kau yakin?! Selama ini kan kau selalu membully aku"


Key sedikit cemberut.


"Yaaah, itu karena kau cukup membuatku tertarik Key. Bukan karena apa? Entahlah.. Masa-masa saat itu aku seperti bingung dengan perasaanku yang ternyata menyukaimu"


"Aku sedang mencari Papaku"


Key terlihat murung.


Apa?! Dia sedang menceritakan masalahnya. Sungguh... Dia mempercayaiku kali ini.


"Dan Eiry tahu. Hanya dia yang tahu. Aku tidak tahu harus mencari kemana. Mama selalu menyembunyikan tentang jati diri Papaku. Aku sangat rindu dengannya. Aku belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang Papa"


Key semakin terlihat murung.


Aku memeluknya dan membiarkan dia bersandar di pundakku.


"Kau bisa minta bantuanku. Aku ahlinya! "


Aku mencoba untuk membuatnya semangat.


"Kau yakin!! "


Key.. Matanya berbinar saat menatapku. Dia seperti sedang berharap.


"Yaaah... Yakin sekali"


Aku harus bilang apaa? Kalau aku berbohong justru membuat dia semakin murung. Salahkah aku jika aku membuat harapan palsu begini.


Membantu apa? Apanya yang dicari? Dan dicari kemana? Tahu rupanya saja tidak. Duh..


"Terimakasih Ken"


Key memelukku. Pelukan ini seperti pelukan penuh harap. Begitu lembut dan tulus. Sampai terasa mengalir ke hatiku. Ini bukan pelukan biasa yang pernah diberikan oleh gadis-gadis manjaku dulu. Dia benar-benar berbeda.


"Liburan musim semi ini sedikit panjang, kau ingin mencari bersama"


Aku harus membuat dia bahagia selama liburan ini. Yah... Meskipun aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.


"Ken.... Kau tahu.. Betapa bahagianya aku. Selama ini Eiry hanya mendengarkan ceritaku. Dan dia tidak pernah mengajakku untuk mencari bersama. Atau sekedar menemani".


Mata Key berbinar-binar. Seperti anak kecil yang sedang di janjikan ice cream.


"Tentu... Kau ingin aku menjadi detective nyaa.. "


"Hahaa.. Okee, boleh asal nilaimu tidak lebih rendah dariku"


Key mengejekku. Tapi terlihat wajahnya yang begitu riang. Sungguh gadis baik dan polos tapi berpura-pura menjadi gadis kuat.


"Curaaang... Aku sudah pasti kalah telak denganmu"


Dia tertawa..


Malam ini, aku dan Key saling berbagi cerita. Tapi aku belum yakin menceritakan tentang kehidupanku sekarang. Setidaknya dia tahu kalau aku punya kakak yang perfectionist.


...----------------...


Pagi hari semua temanku sudah bangun. Tepatnya pukul 05:00 am.


Sebelum matahari menyinari kami, mereka sudah terlebih dahulu untuk berolahraga. Ada yang persiapan memancing. Ada yang yoga. Eh! Yoga.. Yang pasti itu Eiry dan Keysha. Harith dan yang lain mana mungkin mau. Itu kan olahraganya para gadis.


Eh!


Harith meneriaki ku yang baru saja keluar dari tenda.


"Gak mauu... Senam kan melenturkan tubuh! Emangnya aku cewek! "


Aku menolak ajakan Harith.


Luis sudah terlihat mengikuti gerakan-gerakan yang Eiry contohkan. Jelas saja, tubuhnya kan lentur begitu. Balet juga bakalan bisa sih dia.


"Ayolaah Ken.. Ikut saja. Nanti Gon menyusul"


Shin menggeretku.


"Hey heeey... "


Aku di dorong oleh Shin dan Harith. Uuhh...


"Baiklah baiklah. Berhenti mendorongku"


Karena aku benci sekali di paksa. Lebih baik kemauanku sendiri.


"Let's Go"


Eiry memberi arahan.


Aku melihat Key sudah ceria. Seperti bebannya terangkat kemarin malam. Eh, dia melirikku.


Ya ampun... Perasaan aku selama ini banyak yang main mata denganku dan aku biasa saja. Kenaoa yang ini begitu mendebarkan.


"Apaaa kau lihat-lihat"


Aku menatapnya sedikit keras. Karena aku gak mau sampai ketahuan kalau sedang kasmaran. Memalukan.


"Kau lucu dengan gerakanmu. Kaku sekali. Pftt... "


Key tertawa kecil. Dan itu membuatku ikut tertawa.


Eh.. Wajahku garangku kok jadi badut begini.


"Habisnya, aku mana bisa begini. Gym okelah.. "


Jawabku.


"Kau mau mengendongku.. Anggap saja aku barang Gym mu"


Key menawarkan hal yang tidak biasanya dia ucapkan.


"Tentuuu.. Let's Goo.... "


Aku langsung berlari menyahut dia dan mengendong dia di atas punggungku. Dia pikir aku tidak kuat apa? Hahahaa..


"Heeeeeeiiii.. Keeennn.. Lepaskaaaan"


Key memukul-mukul punggungku. Hahaha. Dia lucu sekali. Menggemaskan.


"Jangan berontak nanti kita jatuh"


Aku membohongi nya.


"Baiklah baiklah"


Key menenangkan dirinya.


Aku mengajaknya berjalan-berjalan di sekitar danau.


"Kau pikir aku tidak akan kuat menggendongmu gadis kecil"


Aku menggodanya.


"Siapa yang kau panggil kecil. Ku kira kau tidak akan mau menggendongku. Aku kan hanya bercanda"


Key malu-malu mengakui hal tersebut. Dan aku sudah tahu, kalau dia memang polos. Mana mungkin dia sengaja ingin ku gendong.


"Tentang semalam, kau yakin dengan mencari Papa Ken"


Key menanyakan hal itu lagi.


"Emm, Tenntu... Tentu.. "


Aku meng iyakan nya saja.


"Trimakasih Ken.. Aku cukup bahagia sekarang. Rasanya tidak sabar bertemu Papa"


Key berwajah riang begitu mana tega aku menghancurkan harapannya.


Aku harus bertanya pada kawan-kawanku saja sehabis ini. Mungkin mereka bisa memberikan ide untukku. Lagian ini juga Demi kebaikan Keysha.


"Oke kau bisa turun. Kita jogging bersama"


Karena lenganku mulai pegal, aku menurunkan Keysha. Hahaha...


"Kenapa tidak dari tadi saja.. Aku sudah nyaman di punggungmu. Hahaha"


"Kau mulai berani sekarang yah... Sini ku cubit lagi pipimu"


Key berlari dan jelas itu untuk ku kejar. Hahahaa.. Dasar cewek naif. Dia lucu sekali. Mengajakku main kejar-kejar an. Mana ada gadis yang mau melakukan hal-hal tak berguna seperti ini. Yah, tapi aku juga berlari mengejar dia sambil tertawa. Entahlah, aku juga merasa bahwa hal seperti ini membuatku dan dia bahagia.