
Chapter 16
~Cinta Monyet atau ? ~
Aku Eiry!
Beep
Pesan masuk dari Shin, kenapa malam-malam dia spam SMS begini.
"Sayang, teman-temanku sudah ku beritahu. Dan mereka mendukungku. Jadi, kita tidak perlu backstreet lagi. Maaf karena harus menghubungi mu malam-malam. Semoga tidurmu nyenyak sayang"
Hemmm, memang ini sudah larut malam. Tapi aku masih mikirin kamu sayang.
"Terimakasih sudah mempercayaiku Shin, dan salamkan juga kepada teman-temanmu"
Aku seneng banget, teman-temannya Shin mendukung hubungan ku dengannya. Aku yang hanya kasta 3 diterima menjadi bagian dari mereka. Sungguh, aku tidak pernah berharap bahwa semua ini akan terjadi. Dan aku yakin, cinta monyet ini belum tentu berlanjut ke jenjang pernikahan saat dewasa nanti.
Yah, benar sekali. Apa yang terjadi sekarang maka terjadilah. Dan untuk ke esokan harinya, setidaknya aku tidak akan menyesal karena telah menerima dan mau melakukan hal yang menyenangkan bersama Shin selama masa muda ku ini.
Besok yah besok, sekarang yah sekarang. Setidaknya permasalahanku satu ini sudah tidak terlalu membuatku pusing kepala.
......................
Pagi di sekolah
Cepat sekali sudah harus kembali menjadi kasta 3. Seandainya tidak ada perbedaan kasta mungkin aku tidak jadi benalu dan hanya menempel pada Keysha.
Sejujurnya, aku tidak tega jika harus jujur kalau aku pacarnya Shin. Tapi, sampai kapan aku menyembunyikan ini. Kenapa gak dari dulu saja aku mengakui hubunganku dengan Shin.
Aku terlalu lemah, sehingga takut Keysha tidak mendukungku. Tapi sekarang justru lebih rumit. Dimana sahabatku juga mencintai pria yang sama. Lalu apa yang harus kulakukan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku Kenborg !
Jika di pikir kembali, sepertinya aku salah paham saat Shin bersama Keysha malam itu. Ku pikir mereka lah yang berpacaran. Dan terlihat jelas sepertinya Keysha menyukai Shin. Shin kutu buku itu pasti merayu dua gadis itu dengan kata-kata buaya nya. Dia kan penulis buku, pasti mudah saja merangkai kata-kata manis untuk dua gadis itu.
Yah, kenapa pula aku memikirkan mereka berdua. Bukankah gadisku sudah banyak dan lebih baik daripada mereka berdua.
Tapi, aku bosan!
Gadis-gadisku sangat membosankan. Mereka setiap hari hanya merayu dan merayu. Kalau tidak merayu, pasti minta uang untuk beli ini dan itu.
Dulu memang menyenangkan sekali menjadi seperti seorang raja, di cintai banyak gadis dan punya uang yang banyak. Tapi, lama-lama bosan juga hidup monoton seperti ini.
Tanpa para sahabatku, mungkin hidupku akan lebih membosankan lagi. Dan tanpa adanya gadis pemberontak itu, sepertinya hidupku tidak ada warnanya.
Eh! kok jadi gadis pemberontak itu sih.
Dia memang manis dan cara berjalannya benar-benar berkelas. Tapi, dia seperti tidak bisa di pegang. Dia persis gadis berhati macan saja.
Justru itu dia membuatku tertarik. Berani sekali dia memberiku boneka chucky hah!
Aku harus membalasnya, Yah.... Mungkin itu membuat hidupku lebih berwarna dan tidak membosankan begini.
......................
Di sekolah.
Aku harus mencari Keysha, dimana gadis pemberontak itu yah. Aku akan menjadi dia sengsara selama bersekolah disini. Hahahaha...
"Kau kenapa bodoh?" Harith mengganggu bayanganku.
"Kau mengganggu bayanganku".
"Apa kau punya rencana baru? untuk jahil. Aku mauuu, aku mau... "
Dasar Harith usil, memang dia doyan sekali usilin orang.
"Sini, aku bisikin. kita kerjakan nanti di kantin. Oke"
Di Kantin saat jam istirahat.
"Kau siap! " ucapku kepada Harith.
"Tentu saja, dia sebentar lagi lewat kan?"
Beberapa menit setelah menunggu.
Bruk. Aaaargh!. Prang...
"Auch, makananku tumpah ke bajuku" Keysha menatapku dengan garang setelah melihatku yang sedang memandangi nya dari meja sebelah.
Mungkin Harith terlalu keras menjegal kakinya, sehingga dia sampai terjatuh begitu keras dan membanting piringnya.
"Key, kau tidak apa-apa. Ayo ke kamar mandi, aku antarkan". Untung ada Eiry yang baik, dia sigap sekali.
Eh! kenapa aku jadi kasihan. Bukankah ini rencanaku dari awal. Dan kenapa pula aku diam, bukankah aku harus ikut tertawa dengan Harith dan Luis disana.
"Kerja bagus sahabatku... " Aku menepuk pundak Harith.
"Tapi jangan terlalu keras, dia wanita" Aku menambahi ucapanku.
"Eh, kau kasihan dengannya? "
"Tentu saja tidak, ini kan rencanaku. Hahahaha"
Para gadis menertawainya, dan membuat dia menjadi malu. Tentu saja tidak akan ada yang membela dia. Karena kekuasaan berada di tanganku. Keysha pasti sangat jengkel kepadaku. Lihat saja, dia pasti akan membalas perbuatanku.
Baiklah Keysha, kutunggu ajakan perangmu! Kau pikir aku takut hanya dengan ancaman boneka chucky mu itu. Hah!