
Chapter 63
~Nenek Time~
Setelah aku membereskan semua barangku, aku membawa mobilku sendiri bersama Nenek. Aku sudah cukup mahir untuk sekedar mengendarai mobil. Aku membawa serta oleh-oleh Eiry dan mampir kesana. Nenek juga sudah menyetujui, asal tujuan berikutnya adalah rumah Ken.
Aku membawa mobil kecil ku yang jarang sekali ku pakai. Dengan alasan terlalu mencolok dan berwarna kuning stabilo. Alasan sederhana karena memang aku tak mau menjadi pusat perhatian di sekolah. Lagian, aku sering berangkat dengan Mama menggunakan mobil kesayangan Mama berwarna hitam.
Aku dan Nenek saat ini sedang tampil kece. Aku pun tak mau kalah, masa iya aku harus tampil kucel sedangkan Nenek menggunakan dress payung bunga coklat kesayangannya dengan tas kecil berwarna coklat tua. Dia memadukan kacamata hitam juga. Astagaa, Nenek keren sekali.
Aku pun menggunakan stelan lebih casual. Celana panjang dengan kaos pendek ku padukan dengan blazer tipis putih bergaris. Tak lupa aku pakai topi baseball berwarna putih dan sepatu kets biasa. Aku juga sedang menggunakan kacamata hitam.
"Baiklah Nenek. Kita gunakan mobil kecil ku"
Aku sedang semangat untuk menjadi pusat perhatian bersama Nenek.
"Wwooouuuw, Asikkk... "
Nenek terlihat sangat bergembira.
Aku menaiki mobil ku dan ku buka atasan mobil sehingga bisa menikmati teriknya panas saat ini. Maka inilah fungsi dari kacamata hitam yang Nenek dan aku sedang pakai.
BRMMM....
Mobilku keluar dari pekarangan rumah dan menuju ke rumah Eiry.
Sesampai disana ternyata Eiry minta untuk di ajak kesana. Tidak masalaaah... Aku juga tidak keberatan mengajak Eiry ke rumah Ken.
"Neneekk... Kau cantik sekali. Seperti muda kembali"
Eiry tampak kaget melihat style Nenek ku.
"Ya ampun Eiry... Kamu tidak usah terlalu memuji Nenek. Nenek kan jadi tersipu"
Iyuh... Nenek.... Persis seperti gadis belia yang baru jatuh cinta.
Mereka berdua saling menggoda dan tertawa. Yah, benar Eiry itu jago dalam hal bercakap bersama. orangtua, orang baru, anak kecil, anak muda. Yaaaa begitulaah. Sedangkan aku terlalu malu untuk saling memuji atau saling bertukar tanya, basa basi begitu.
Beberapa menit kemudian. Kami sudah tiba di rumah Ken. Rumah yang agung dan mewah. Jauh-jauh lebih mewah daripada rumah ku.
Seperti biasa, kami di sambut oleh beberapa pelayan dan bertanya siapa kami? dan ingin bertemu dengan tuan siapa?
Eiry lah yang menjawab.
"Kami teman sekolah Ken, dan kami ingin bermain kesini bibi. Kami pernah kesini sesekali"
Bibi itu tampak bingung dan mengingat kejadian dimama kami kesini. Seperti nya dia lupa. Atau terlalu banyak tamu yang datang.
Kami di persilahkan masuk setelah staff lain menelpon ruangan Ken. Ken mengijinkan kami masuk.
Kami di persilahkan duduk di ruang tamu terlebih dahulu sambil menunggu Ken turun dari kamar nya.
Nenek sudah sangat antusias dan menanti kedatangan Ken.
"Haii... "
Sapa Ken sambil berjalan menuju kami.
"Naaak Ken... Apa kau sudah sehat? sudah sembuh? "
Nenek langsung berdiri dan memegangi tangan Ken.
"Maaf karena meninggalkanmu pulang duluan"
Eiry menyahut.
"Tidak masalah. Aku bersenang-senang dengan Key dan keluarganya setelah berpulang. Aku sudah sehat sekarang. Nenek pasti mengkhawatirkan aku"
Ken melirik Nenek. Nenek tersipu.
"Astagaa, tentu sajaaa... Bagaimana bisa Nenek tidak khawatir padamu...?"
Nenek memukul-mukul lengan Ken. Neneeeekkk..... Dia persis anak remaja kasmaran.
"Neneeekkk... "
Ken memeluk Nenek.
Yaaa baiklah, aku hanya menjadi penonton disini. Lagian, tujuanku hari ini cuma jadi sopir nya Nenek kan.. Kenapa aku berharap ikut mengobrol dengan mereka.
Beberapa cemilan sudah di tata rapi di meja. Minuman-minuman juga ada. Aku tinggal mengambil yang mana yang aku suka. Aku melihat ada yogurt strawberry dingin. Minuman favoritku...
Aku mencomot nya satu, dan ku lirik Ken yang ternyata sedang memandangiku. Dia tersenyum menggodaku. Seperti dia tahu kalau itu memang di sediakan untuk tamu sepertiku.
Yah, benar sekali. Mana ada tamu anak-anak yang minum yogurt begini. Pasti minuman soda kaleng atau alkohol kaleng.
"Aku akan main kerumah Nenek, kalau Key selesai istirahat. Aku khawatir dia masih capek karena perjalana kemarin"
Ken mencoba menjelaskan alasan dia tidak kerumah.
"Kau ingin menemui Nenek, atau Keysha"
Astagaa neneekk...
"Emm.. tentu saja ke dua wanita yang ku sayangi"
Ken mencoba membujuk. Nenek tertawa senang. Baiklah, aku tidak tahu kapan terakhir Nenek bermesraan dengan Kakek. Memang keluarha Sanc benar-benar kekurangan seorang Pria. Astagaa...
Setelah berlama-lama di rumah Ken. Aku sudah tidak betah dan ingin lekas merebahkan tubuhku. Ku bujuklah Nenek dengan alasan Mama nanti pulang ketika kita tidak di rumah. Akhirnya Nenek menyetujui ku.
Jika di pikir-pikir kembali, kenapa aku cemburu dengan seorang Nenek yang bahkan dia adalah Nenekku? Apakah perasaanku sebesar itu kepada Ken. Kecuali Eiry yang menggoda nya aku patut untuk cemburu. Lah itu kan cuma Nenek.... Lagian Ken juga bakal memilih aku. Ya kaaannnn?! Ya donk!!
Sesampai di rumah, Mama belum datang. Aku segera berlari ke kamar dan menyiapkan beberapa kata-kata untuk jujur pada Mama. Nenek sudah menasehatiku.
"Jangan terlalu lama menyembunyikan sesuatu. Bukankah Mama mu juga sedang mencari tahu Papa mu. Tapi dia terlalu gengsi untuk mencari nya sebagai seorang wanita, dia juga punya harga diri. "
Aku juga tidak tega jika kebahagiaan yang kudapat saat bersama Papa dan Nenek tidak ku beritahukan pada Mama. Kasihan Mama yang menanti Papa untuk menjemputnya pulang kembali. Tapi Papa benar-benar tidak ingin ada perempuan lagi di sampingnya. Kenapa? Aku penasaran sekali. Kenapa Mama juga begitu berani berselingkuh dari Papa? Aku seperti mencium bau-bau tidak enak.
Astagaaaa... Aku lupa tadi sedang memanaskan spageti instan di dapur. Aku berlari terbirit-birit untuk mematikan sebelum seluruh dapur ini terbakar.
Alhasil aku tetap memakan spageti gosong ini. Rasanya manis, pedas dan sedikit pahit. Baiklaaah, tidak masalah.
Tapi, memang aku mencium bau-bau tidak sedap tentang permasalahan Mama dan Papa. Mama begitu mencintai Papa, mana mungkin mengkhianati Papa. Atau, Mama terpaksa melakukan itu karena seseorang? Ahhh, aku jadi penasaran. Mama pama sekali pulang dari kantor. Aku sudah tidak sabar ingin menanyakan banyak sekali pertanyaan yang terbit si kepalaku.
Setidaknya aku punya cerita dari 2 versi, yaitu Papa dan Mama. Nanti tinggal menggabungkan cerita mana yang realistis dan bisa di ambil fakta nya. Nenek sanc juga pasti tahu sesuatu tentang masalah ini. Kuharap Nenek bisa membantu kami.
Tunggu episode berikutnya ya ~
Jangan lupa tinggalkan like kalian.