Who Am I ?

Who Am I ?
Salju Pertama



Chapter 10


~Salju Pertama ❄️


Hemm, aku tetap mendongak dan berharap Shin lekas datang dan memakan bakaran laut ini. Apa dia sedang mampir membeli sesuatu? atau aku yang terlalu PD berharap dia memberiku kejutan.


Bukkk... Auch...


Pundakku tersenggol seseorang yang melewatiku begitu saja. Saat ku turunkan pandanganku mencari sosok yang menabrakku dengan menyebalkan. Kutemui dia bermantel hitam panjang dengan topi yang menutupi rambutnya. Semoga dia bukan psikopat gila yang berkeliaran disini.


"Hey, apakah kau yang menabrakku" Aku memegangi bahu nya dan dia menoleh.


"Maaf nona" Jawabnya singkat dan menoleh ke arah pandanganku sebentar. Tapi aku bisa melihat nmbahwa dia adalah


...


"Hey.... Itu kau? "Ucapku kaget.


"Apa yang kau lakukan disini, gadis pemberontak"


Jawaban sama kagetnya dari pemuda yang menabrakku.


"Dasar kau gila arogan, memangnya ini tempat keluargamu bersarang haaa! Ini kawasan umum, dan siapaun boleh datang!"


Apa aku tidak Salah liat, apa dia tidak seharusnya pergi ke kafe ternama dan berhangat saja disana. Atau, sebenarnya dia hanya ingin menikmati salju pertama nya hari ini.


"Aku ada urusanku sendiri". Dia melangkah pergi meninggalkanku. Tentu saja aku tidak terima, pundak ku masih terasa sakit dan dia pergi begitu saja. Aku menarik mantelnya dan membuat dia terhenti.


"Apa lagi? " Ken sedikit membentak.


"Kau tidak minta maaf" Ucapku sengit.


"Kan sudah tadi, kau tuli ya...! ".


Dia memperpanjang nada nya.


"Itu permintaan yang tidak tulus sama sekali. Kau harus ulangi sekali lagi".


Selagi sibuk bertengkar, ternyata aku tidak sadar Shin sudah datang sedari tadi. Dan dia sepertinya tidak ingin menganggu ku dengan Ken, kenapa?


"Shin, kau sudah datang" Aku menghampiri Shin yang memandangiku dengan membawa coffee cup di tangannya. Seperti nya dia membeli coffee terbelih dulu untuk kami.


"Kau kencan dengan Key? " Ken menggoda Shin.


"Tentu saja tidak, aku hanya mengajaknya bertemu di taman untuk melihat salju pertama turun. Sayangnya, salju turun saat ia bersamamu Ken"


Ternyata Shin menyangkalnya .


"Apa maksudmu salju pertama Shin"


Ucap Ken penasaran dengan maksud Shin. Dan sepertinya Shin enggan menceritakan kepercayaan masyarakat sekitar.


"Ohya, mana cumi bakar ku Key. Aku lapar, sepanjang jalan aku sudah menahan lapar dan membeli coffee cup ini. Minumlah, selagi hangat.. "


Shin menyodorkan minumannya dan menukar dengan cumi bakar yang ku pegang.


"Trimakasih Shin"


Aku menukarnya dengan berbalas senyuman.


"yahhh, 2 sepasang kekasih sedang bermesraan. Aku pergi, bersenang-senanglah Shin. Aku akan tutup mulut untuk kali ini".


Ken meningglkan kami yang sedang asik saling makan cemilan dan saling tersenyum. Sepertinya itu sedikit mengganggunya, mungkin karena dia jomblo. hehe


......................


Aku berjalan-jalan menyusuri taman dengan banyak cerita. Kenapa ini semua terasa nyaman dan tenang sekali. Kami seperti sepasang yang di takdirkan untuk saling melengkapi cerita. Dia juga manis dan lembut, aku lebih sering memandangnya daripada berbicara.


"Sebenarnya, Ken tidaklah sejahat itu. Memang benar teman-temanku suka usil padamu. Karena mereka tertarik untuk menggodamu dan temanmu itu. Apalagi Harith, kau tahu kan... Dia dijuluki apa di sekolah" Shin mengangkat tema yang lebih berat, mungkin ini inti dimana dia ingin berbicara denganku.


"Key, percayalah padaku. Kamu gak usah terlalu kaku dengan aku maupun teman-temanku. Mana ada sesama kasta 1 saling membully. Memang benar Ken suka membully kasta 4. Tapi kasta 1?"


"Dan korbannya adalah aku Shin, bukan kamu" Aku kesal jika aku harus memaafkan Ken dan teman-temannya.


"Baiklah Key, aku tidak membenani pikiran kamu. Aku hanya menjelaskan yang sebenarnya. Dan lihatlah, aku salah satu dari mereka justru sedang bersamamu. Apa aku pengkhianat? " Shin memasang wajah melasnya.


"Shin, kenapa kamu bicara begitu? "


"Aku hanya membuktikan saja, bahwa kamu bukanlah target teman-temanku. Jika kau bertanya tentang Ken. Mungkin jawabannya akan berbeda".


Apa maksud Shin dengan berbeda? Apa Ken sengaja mengganggu ku atas kemauan dia sendiri. Dan teman-temannya hanya mengikuti kata perintah dari mulutnya. Sungguh, tak termaafkan kau Ken. Dasar arogan gilaaaaaaa.... Dia sok berkuasa di sekolahnya, dan jujur saja. Dia beruntung karena ketika dia dewasa, pekerjaan akan datang dengan sendirinya. Tentu saja memimpin salahsatu anak perusahaan Naritari milik keluarga nya. Tapi, apa yah yang sedang ia lakukan di tempat ramai dan bukan kastanya begini. Apa benar dia sedang mencoba merasakan salju pertama nya?